RADARSOLO.COM – Dua pekan pertama pemusatan latihan Persis Solo bukan hanya diisi peningkatan kondisi fisik pemain. Head Coach Persis Solo Ricky Nelson perlahan mulai menanamkan identitas permainan yang ingin dibawa Laskar Sambernyawa menghadapi Championship 2026/2027.
Seperti yang diketahui, Ricky Nelson memiliki lisensi AFC Pro namun juga memiliki pengetahuan sepak bola Jerman dengan mengantongi lisensi dari DFB. Kendati memiliki banyak referensi dalam kepelatihan, menurut pelatih berusia 46 tahun tersebut, setiap negara memiliki karakter sepak bola dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, metode latihan yang diperolehnya selama berada di Jerman hanya dijadikan bekal sebelum disesuaikan dengan kualitas pemain yang dimiliki Persis.
"Materi di sana tentu saja beda dengan di sini. Maksudnya kebutuhannya beda-beda. Jadi yang dipelajari di sana itu menjadi ilmu saya, saya mencoba menerapkan sesuai yang menjadi kebutuhan tim ini, sesuai pemain yang ada," ujar Ricky kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (29/7).
Dia menilai pelatih tidak bisa memaksakan metode latihan tertentu apabila kemampuan pemain belum mampu mengikutinya. Karena itu, seluruh program latihan dirancang berdasarkan karakter skuad yang sedang dibangun musim ini.
"Karena nggak mungkin saya bikin latihannya begini-begini pemainnya nggak bisa kan ngapain. Jadi saya menyesuaikan pemain yang ada, itu yang saya bikin," lanjutnya.
Baca Juga: Tiga Legiun Asing Baru Persis Solo Belum Diturunkan Saat Melawan Klub Liga 1
Pendekatan tersebut mulai terlihat dalam pertandingan uji coba pertama selama training camp di Jakarta. Persis sukses menundukkan Dewa United 3-1 di Dewa United Arena, Minggu (2/8).
Meski meraih kemenangan, Ricky mengaku permainan timnya belum sepenuhnya sesuai dengan konsep yang ingin diterapkan. Ia menilai aliran bola dan organisasi serangan masih jauh dari harapan, terutama sepanjang babak pertama.
Selama dua pekan terakhir, tim pelatih memang memberi porsi latihan khusus pada aspek menyerang. Persis ingin menjadi tim yang mampu mendominasi permainan melalui penguasaan bola sekaligus memberikan tekanan tinggi kepada lawan.
"Yang pasti saya masih banyak belum puas, karena dalam dua minggu kami latihan soal attacking, masih banyak yang nggak jalan attacking-nya. Kita mau dominan dalam bermain, kita mau kuasai bola, kita mau tekan lawan, tapi di babak pertama sangat-sangat tidak jalan," ungkapnya.
Perubahan mulai terlihat setelah turun minum. Ricky menyebut para pemain mulai memahami bagaimana memanfaatkan half space, menjaga jarak antarlini, hingga membangun serangan dengan lebih cair. Hasilnya, Persis mampu mencetak tiga gol dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.
"Bisa berjalan di babak kedua. Permainan lebih cair, pemain bisa ngerti bagaimana bermain di half space, bagaimana antar lini. Itu semua bisa jalan di babak kedua," jelasnya.
Baca Juga: Persis Solo Menang Menyakinkan atas Dewa United, Performa Amunisi Baru Mulai Menjanjikan
Meski demikian, Ricky menegaskan kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam rangkaian uji coba. Baginya, laga tersebut lebih penting sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana pemain memahami konsep permainan yang sedang dibangun.
Maka dari itu, Persis Solo rencananya akan kembali menjalani uji tanding pada Rabu (5/8). Tim pelatih berencana melakukan rotasi dengan memberi kesempatan pemain yang tampil pada babak kedua melawan Dewa United untuk bermain sejak menit awal. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy