
RADARSOLO.COM – Peta persaingan Pegadaian Championship 2026/2027 Grup Timur dipastikan semakin menarik. Kehadiran de Red FC yang resmi bermarkas di Surabaya membuat Persis Solo bakal memiliki satu lagi pesaing dengan ambisi besar dalam perebutan tiket menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Kongres PSSI 2026 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8/2026). Dalam kongres itu, Dejan FC resmi bertransformasi menjadi de Red FC sekaligus memindahkan home base dari Depok, Jawa Barat, ke Surabaya.
Klub tersebut akan menggunakan Stadion Gelora 10 November Tambaksari sebagai markas baru. Sementara itu, Persebaya Surabaya tetap berkandang di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bagi Persis Solo, kehadiran de Red FC membuat persaingan di Grup Timur semakin kompetitif. Selain itu persaingan dua klub ini juga menjadi bumbu panas di balik kursi pemiliknya yang mana sama-sama berlatar belakang seorang politikus. Dengan latar belakang tersebut, persaingan dipastikan bakal menarik
Baca Juga: Theo Leeming Kembali Dipanggil Timnas U-20, Persis Solo Sumbang Talenta untuk Garuda Muda
Meski menjadi wajah baru di Surabaya, manajemen de Red FC menegaskan mereka tidak datang untuk menjadi pesaing Persebaya ataupun menggantikan posisi klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut. Sebaliknya, mereka ingin ikut memperkuat ekosistem sepak bola yang telah berkembang di Surabaya.
CEO de Red FC, Daniel Rohi, mengatakan pihaknya datang dengan penuh rasa hormat terhadap sejarah sepak bola Surabaya. Menurutnya, semakin banyak klub yang memiliki komitmen terhadap pembinaan usia muda, semakin besar pula peluang lahirnya pemain-pemain berkualitas.
"Kami datang dengan penuh rasa hormat. Kami percaya kemajuan sepak bola tidak dibangun oleh satu klub saja. Semakin banyak klub yang berkomitmen terhadap pembinaan pemain muda, semakin besar peluang lahirnya pemain-pemain berkualitas bagi Jawa Timur dan Indonesia," ujar Daniel seperti dikutip dari pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Ricky Nelson Kantongi Lisensi Jerman, Persis Solo tetap Dibentuk Sesuai Karakter Pemain
Daniel menjelaskan, Surabaya dipilih sebagai rumah baru karena memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola nasional. Selain memiliki basis suporter yang besar, kota tersebut juga dinilai mempunyai kompetisi usia muda yang hidup dan banyak sekolah sepak bola yang aktif.
"Surabaya memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kota ini memiliki tradisi yang kuat, ekosistem pembinaan yang hidup, dan masyarakat yang mencintai sepak bola dengan sepenuh hati. Kami melihat potensi besar tersebut dan ingin ikut menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola Surabaya," katanya.
Tak hanya memindahkan markas, de Red FC juga membawa visi jangka panjang dengan menjadikan pembinaan pemain muda sebagai fondasi utama pembangunan klub. Mereka berharap menjadi tempat berkembangnya talenta-talenta muda dari Surabaya, Jawa Timur, hingga daerah lain sebelum menembus level profesional.
Komitmen itu diperkuat dengan penunjukan Aji Santoso sebagai pelatih kepala. Sosok yang dikenal sukses melahirkan banyak pemain muda tersebut dinilai sesuai dengan arah pembangunan klub.
"Kami merasa sangat beruntung dapat bekerja sama dengan Coach Aji Santoso. Filosofi beliau dalam membina pemain muda sangat sejalan dengan arah pembangunan de Red FC. Kami ingin membangun klub yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menjadi tempat lahirnya pemain-pemain masa depan Indonesia," ungkap Daniel.
Baca Juga: Tiga Legiun Asing Baru Persis Solo Belum Diturunkan Saat Melawan Klub Liga 1
Di sisi lain, kehadiran de Red FC dipastikan membuat persaingan di Grup Timur Championship musim ini semakin panas. Persis Solo yang tengah membangun skuad baru di bawah pelatih Ricky Nelson diprediksi harus menghadapi lawan dengan kekuatan dan semangat baru setelah transformasi klub tersebut.
Daniel juga menegaskan perubahan identitas menjadi de Red FC tidak menghapus sejarah Dejan FC. Menurutnya, transformasi tersebut menjadi langkah untuk membawa klub lebih dekat dengan masyarakat Jawa Timur sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola di daerah.
"Kami ingin dikenal bukan hanya karena nama klub, tetapi karena kontribusi nyata. Kami berharap de Red FC dapat tumbuh bersama masyarakat Surabaya, menjadi bagian dari perkembangan sepak bola Jawa Timur, dan turut melahirkan generasi baru pemain Indonesia yang berprestasi," pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy