Pemain Timnas U-17 Belajar Mapel Bahasa Jawa di SMAN 4 Solo, Tak Ada Perlakuan Khusus

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:35 WIB
Sebanyak 24 pemain Timnas Indonesia U-17 yang menjalani pemusatan latihan di Solo akan mengikuti pembelajaran di SMAN 4 Surakarta. (ISTIMEWA)
Sebanyak 24 pemain Timnas Indonesia U-17 yang menjalani pemusatan latihan di Solo akan mengikuti pembelajaran di SMAN 4 Surakarta. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM – Status sebagai pemain Timnas Indonesia U-17 tidak membuat 24 penggawa Garuda Muda mendapat perlakuan istimewa di SMAN 4 Solo. Selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut, mereka tetap wajib menaati seluruh aturan yang berlaku, sama seperti siswa lainnya.

Para pemain Timnas U-17 menjalani pendidikan di Kelas Khusus Keolahragaan (KKO) selama mengikuti pemusatan latihan di Kota Solo. Penempatan itu dilakukan agar jadwal belajar dapat menyesuaikan agenda latihan tanpa mengganggu proses pembelajaran.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 4 Solo Veronika Dhian, menjelaskan para pemain sengaja ditempatkan di kelas KKO karena memiliki jadwal belajar yang lebih fleksibel dibanding kelas reguler.

"Mereka tidak kami masukkan di kelas reguler, tetapi di kelas KKO. Karena kelas KKO itu masuk dan pulangnya berbeda. Kalau reguler pulang sekitar jam setengah empat, sedangkan kelas KKO jam dua sudah selesai sehingga mereka bisa bersiap untuk latihan," ujarnya.

Baca Juga: Muhammad Nasir Mattusin Raih Penghargaan General Manager Terbaik: ‎44 Tahun Mengabdi di Dunia Perhotelan

Meski mendapat penyesuaian jadwal, Veronika menegaskan materi pembelajaran yang diterima para pemain tetap mengacu pada kurikulum nasional. Perbedaannya hanya terletak pada pengaturan durasi pembelajaran agar tidak berbenturan dengan agenda latihan Timnas.

Sebagai contoh, mata pelajaran yang di kelas reguler berlangsung selama empat jam pelajaran dipadatkan menjadi tiga jam di kelas KKO. Namun, kompetensi yang harus dicapai para siswa tetap sama.

Selain mengikuti pelajaran di kelas, para pemain Timnas U-17 juga diwajibkan mengerjakan tugas, mengikuti ulangan, hingga menjalani seluruh proses evaluasi pembelajaran seperti siswa lainnya.

"Misalnya ada pelajaran Fisika, ya ikut di sini. Ada ulangan, ya ikut di sini. Nanti nilai-nilainya kami kirim ke sekolah asal karena rapornya tetap di sekolah masing-masing," jelas Veronika.

Ia menambahkan, para pemain tidak berpindah status sebagai siswa SMAN 4 Surakarta. Mereka hanya dititipkan untuk mengikuti proses pembelajaran selama menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-17. Seluruh nilai yang diperoleh nantinya akan dikirimkan ke sekolah asal sebagai bahan pengisian rapor.

Veronika juga menegaskan sekolah tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada para pemain Timnas, baik dalam hal kedisiplinan maupun penilaian akademik.

"Sudah kami sampaikan kepada anak-anak maupun pelatih. Kalau dipercaya dititipkan di SMAN 4 ya harus mengikuti kebijakan di SMAN 4. Tidak ada privilege. Nilai didapat dari kerja keras mereka, bukan karena mereka pemain Timnas," tegasnya.

Tak hanya itu, seluruh pemain juga wajib mengikuti tata tertib sekolah, termasuk mata pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa. Kewajiban tersebut berlaku meskipun sebagian pemain berasal dari luar Pulau Jawa.

"Anak-anak ada yang dari Bali, ada yang dari Mimika dan daerah lainnya. Di SMAN 4 ada pelajaran Bahasa Jawa, jadi tetap harus mengikuti. Masuk jam 07.30 dan pulang jam 14.00 sama seperti siswa kelas KKO lainnya," katanya.

Baca Juga: Kecepatan Angin Buyarkan Mimpi Sprinter Solo Shava Waranggani Tampil di Kejuaraan Dunia Atletik U-20

Menurut Veronika, program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga keberlangsungan pendidikan formal para pemain, tetapi juga membentuk karakter mereka sebagai atlet.

Ia berharap para pemain Timnas U-17 tidak hanya dikenal berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki sikap, disiplin, dan etika yang baik selama berada di lingkungan sekolah.

"Saya bilang ke anak-anak, tunjukkan kalau pemain bola itu attitude-nya juga baik, karakternya juga baik. Jadi tidak hanya berprestasi, tetapi ilmunya juga dapat. Pemain bola harus pintar," pungkasnya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
sman 4 solo timnas