RADARSOLO.COM – Polemik plesetan anthem kebanggaan PSIM Jogja, Aku Yakin Dengan Kamu (AYDK), terus menuai respons dari berbagai elemen suporter. Setelah Brajamusti mengeluarkan sikap resmi, kini giliran Mataram Independent atau The Maident yang menyampaikan pernyataan sikap terkait unggahan yang memplesetkan AYDK menjadi "AYoDeK".
Dalam pernyataan resminya, Mataram Independent menegaskan AYDK bukan sekadar bait lagu atau rangkaian kata biasa. Bagi keluarga besar PSIM, anthem tersebut merupakan identitas, doa, kebanggaan, sekaligus simbol perjuangan yang menyatukan seluruh elemen pendukung Laskar Mataram.
Karena itu, mereka menilai setiap bentuk tindakan yang merendahkan ataupun memplesetkan AYDK, sekecil apa pun, telah mencederai nilai dan makna perjuangan yang selama ini dijaga bersama.
Mataram Independent menyatakan sangat menyesalkan pembuatan maupun penyebaran konten yang dinilai tidak pantas tersebut. Menurut mereka, unggahan itu berpotensi mengurangi kesakralan anthem AYDK sekaligus memicu kegaduhan di kalangan suporter.
Selain menyayangkan unggahan tersebut, Mataram Independent juga mendesak manajemen PSIM Jogja segera mengambil langkah tegas dengan memberikan teguran keras serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak apparel yang terlibat dalam polemik tersebut.
Menurut mereka, kerja sama di bidang branding maupun komersial tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai historis dan identitas yang telah melekat kuat pada PSIM Jogja.
"Kerja sama branding dan komersialisasi tidak boleh mengorbankan sakralnya identitas serta nilai historis klub," demikian salah satu poin dalam pernyataan sikap Mataram Independent.
Baca Juga: Batal Pulang ke Persis Solo, Fredyan Wahyu Pilih Perkuat Kendal Tornado FC
Di akhir pernyataannya, Mataram Independent berharap insiden serupa tidak kembali terjadi. Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, serta saling menghormati demi menjaga kehormatan PSIM Jogja beserta kultur suporternya.
Banjir Protes, Akhirnya Owner RMB Minta Maaf
Jagat media sosial pendukung PSIM Jogja memanas setelah muncul unggahan yang memplesetkan slogan ikonik "Aku Yakin Dengan Kamu" (AYDK) menjadi "AYoDeK". Unggahan tersebut memicu gelombang kritik dari suporter karena dinilai melecehkan simbol yang selama ini menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan Laskar Mataram.
Bagi pendukung PSIM, AYDK bukan sekadar slogan atau anthem. Lebih dari itu, empat huruf tersebut menjadi simbol loyalitas, perjuangan, harapan, dan identitas klub yang telah melekat selama bertahun-tahun.
Polemik itu menyeret nama Ragil Muhammad Badai, owner apparel lokal RMB. Ragil akhirnya menyampaikan permohonan maaf setelah unggahannya menuai reaksi keras dari suporter PSIM.
Sebagai konteks, RMB yang merupakan apparel asal Jombang belakangan santer dikabarkan akan menjadi apparel resmi PSIM Jogja untuk musim depan. Namun hingga kini, manajemen PSIM belum mengumumkan secara resmi kerja sama tersebut.
Permintaan maaf Ragil disampaikan melalui surat pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Rabu (6/8/2026). Dalam surat tersebut, ia mengakui unggahan yang memplesetkan AYDK merupakan tindakan yang tidak pantas karena slogan itu memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga besar PSIM.
"Saya sangat menyadari bahwa unggahan tersebut tidak pantas karena AYDK bukan sekadar singkatan, melainkan memiliki makna mendalam serta nilai yang sangat sakral bagi identitas PSIM," tulis Ragil.
Baca Juga: Sah! PSSI Setujui Perubahan Nama Adhyaksa FC Menjadi Isenmulang Kalteng FC
Ia juga menegaskan tidak pernah memiliki niat menghina ataupun melukai perasaan pendukung PSIM.
"Tidak ada sedikit pun niat dari saya untuk menghina atau melakukan hal negatif kepada PSIM Jogja maupun melukai hati teman-teman suporter," ujarnya.
Baca Juga: Bangkit dari Kegagalan ke Kejuaraan Dunia, Shava Waranggani Bidik Emas Porprov
Ragil kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar PSIM, manajemen klub, kelompok suporter Brajamusti dan The Maident, serta seluruh pendukung Laskar Mataram.
"Saya memohon maaf kepada seluruh keluarga besar PSIM Jogja dan semua pihak yang kecewa terhadap unggahan saya. Saya memohon maaf," tuturnya.
Di tengah polemik tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Brajamusti juga mengeluarkan pernyataan resmi. Kelompok suporter PSIM itu menilai penggunaan plesetan "AYoDeK" terhadap AYDK telah melukai perasaan para pendukung klub.
Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto, menegaskan bahwa AYDK bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari sejarah panjang dan identitas PSIM.
"Bagi kami, AYDK bukan sekadar empat huruf atau slogan. AYDK adalah anthem yang lahir dari perjalanan panjang, loyalitas, harapan, dan identitas PSIM," ujarnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Jogja.
Brajamusti juga mengingatkan setiap pihak yang ingin menjadi bagian dari PSIM agar terlebih dahulu memahami sejarah, kultur, dan nilai-nilai yang hidup di dalam klub. Menurut Satrio, menjadi mitra PSIM bukan hanya soal memproduksi jersey atau menjual merchandise, tetapi juga menghormati identitas yang telah dibangun selama puluhan tahun.
"Ada sejarah yang perlu dihormati, ada budaya yang perlu dipahami, dan ada simbol-simbol yang memiliki makna mendalam bagi pendukung PSIM," katanya.
Editor : Niko auglandy