Beri Ruang Anak Non-SSB, Liga Angkasa Berbasis Street Ball Digelar Swadaya di Sangkrah Solo

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Liga Angkasa hadirkan kompetisi sepak bola berbasis street ball di kawasan selatan Stasiun Sangkrah, Solo. (JALU/RADAR SOLO)
Liga Angkasa hadirkan kompetisi sepak bola berbasis street ball di kawasan selatan Stasiun Sangkrah, Solo. (JALU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Tak semua anak yang gemar bermain sepak bola memiliki kesempatan merasakan atmosfer kompetisi resmi.

Sebagian besar turnamen usia dini saat ini lekat dengan keikutsertaan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Kondisi tersebut coba dijawab oleh panitia Liga Angkasa dengan menghadirkan kompetisi sepak bola berbasis street ball di kawasan Selatan Stasiun Sangkrah, Solo.

Liga Angkasa digagas sebagai ruang bagi anak-anak untuk bertanding sekaligus mengembangkan mental dan karakter melalui olahraga.

Baca Juga: Reaksi Erick Thohir Setelah Timnas Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF 2026

Kompetisi ini tidak hanya menyasar pemain yang sudah tergabung dalam SSB, tetapi juga anak-anak di lingkungan sekitar yang memiliki minat terhadap sepak bola.

Ketua Panitia Liga Angkasa Satria bersama Panitia Pelaksana Supoto mengungkapkan, turnamen ini berangkat dari kerinduan untuk menghadirkan kembali aktivitas sepak bola di lingkungan masyarakat.

Keterbatasan ruang tidak menjadi penghalang untuk menyediakan wadah bertanding bagi anak-anak.

“Jadi kami selaku panitia ini sebenarnya rindu akan kegiatan sepak bola seperti ini. Dengan ruang sempit yang ada di sini, kami maksimalkan untuk anak-anak,” ujar Satria, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, kesempatan bagi anak-anak non-SSB untuk mengikuti turnamen masih relatif terbatas.

Baca Juga: Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

Karena itu, Liga Angkasa diharapkan dapat menjadi pintu awal bagi mereka yang memiliki potensi tetapi belum mendapat kesempatan tampil dalam kompetisi yang terstruktur.

“Motivasinya untuk pembekalan karakter usia muda. Sangat jarang turnamen-turnamen sepak bola ini cuma dirasakan anak-anak SSB. Kalau bukan non-SSB kan sangat jarang sekali,” tambah Supoto.

Selain menjadi ajang bertanding, Liga Angkasa diarahkan untuk membantu mengidentifikasi pemain-pemain berbakat agar mendapat kesempatan berkembang dan disalurkan ke jenjang berikutnya.

Latar belakang sejumlah panitia di dunia futsal turut menjadi modal dalam mengemas kompetisi serta menciptakan lingkungan pertandingan yang positif.

Penyelenggaraan Liga Angkasa edisi perdana ini sepenuhnya mengandalkan swadaya. Panitia mengumpulkan dana secara sukarela untuk membangun dan menjalankan kompetisi, disokong oleh dukungan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Piala AFF 2026: Indonesia Gugur, Ini Update Klasemen dan Tim yang Lolos Semifinal

“Pertama itu kita murni Mas. Murni dari anak-anak ini, panitia semua murni pakai dana sukarela dulu untuk membangun ini semua,” kata Satria.

Edisi perdana Liga Angkasa diikuti sekitar 50 pemain dengan rentang usia mulai dari sekolah dasar (SD) hingga siswa SMP kelas II.

Meski jumlah kuota masih terbatas, antusiasme peserta dinilai sangat tinggi.

“Antusiasmenya sangat luar biasa. Ini kan baru kuota 50 pemain. Mungkin musim berikutnya bisa 100 pemain atau lebih,” ungkapnya.

Nuansa sepak bola internasional juga mewarnai kompetisi ini, di mana sejumlah identitas tim mengambil inspirasi dari tim-tim Brasil akibat euforia Piala Dunia yang masih terasa di lingkungan sepak bola kampung.

“Penggunaan nama-nama negara yang berpartisipasi di Piala Dunia ini karena masih merasakan euforianya. Jadi ya untuk seru-seruan di Liga Angkasa,” ujar Satria.

Liga Angkasa dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus dengan pertandingan yang digelar setiap hari Sabtu dan Minggu.

Adapun partai final dijadwalkan pada 29 Agustus mendatang.

Panitia berharap kompetisi ini terus berlanjut dan mampu membentuk mental anak-anak agar siap menghadapi atmosfer pertandingan.

“Harapan saya semoga adik-adik ini mempunyai mental yang lebih profesional, bisa untuk berkembang,” pungkas Satria. (hj)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
liga angkasa non-ssb sangkrah solo street ball Swadaya