Dari Sangkrah untuk Solo Raya: Liga Angkasa Siap Bertransformasi Jadi Agenda Turnamen Tahunan

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Panitia Liga Angkasa akan mengevaluasi peluang untuk melanjutkan kompetisi dengan skema yang lebih besar. (JALU/RADAR SOLO)
Panitia Liga Angkasa akan mengevaluasi peluang untuk melanjutkan kompetisi dengan skema yang lebih besar. (JALU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- Meski baru memasuki edisi perdana, panitia penyelenggara Liga Angkasa tidak ingin kompetisi tersebut hanya berhenti sebagai aktivitas sepak bola musiman selama bulan Agustus.

Pengelola berencana mengembangkan Liga Angkasa menjadi kompetisi berjenjang dengan cakupan peserta yang jauh lebih luas.

Saat ini, pertandingan masih digelar rutin setiap Sabtu dan Minggu sepanjang bulan Agustus 2026, dengan partai puncak dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus mendatang.

Baca Juga: Beri Ruang Anak Non-SSB, Liga Angkasa Berbasis Street Ball Digelar Swadaya di Sangkrah Solo

Ketua Liga Angkasa Satria menjelaskan, format yang berjalan saat ini baru merupakan tahap awal.

Pasca edisi perdana selesai, panitia akan mengevaluasi peluang untuk melanjutkan kompetisi dengan skema yang lebih besar.

“Untuk event kali pertama ini bakal dilakukan satu bulan saja, baru bulan Agustus ini. Nanti insyaallah kedepannya akan lanjut,” ujar Satria, Jumat (7/8/2026).

Salah satu gagasan utama yang tengah disiapkan adalah pembentukan kompetisi secara berjenjang berdasarkan kategori usia maupun jenis kelamin, termasuk mewacanakan kelas khusus pemain perempuan tingkat SD dan SMP.

“Kalau berjenjang nanti. Bisa berjenjang Mas. Berjenjang kalau bisa jadi agenda tahunan. Nanti ada plan-nya, mungkin ada pemain khusus wanita untuk SD atau SMP nanti bisa,” lanjut Satria.

Pada edisi awal ini, Liga Angkasa membatasi kuota sebanyak 50 pemain yang berasal dari jenjang SD hingga SMP kelas II di kawasan Selatan Stasiun Sangkrah.

Baca Juga: Reaksi Erick Thohir Setelah Timnas Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF 2026

Melihat besarnya animo masyarakat, Panitia Pelaksana Liga Angkasa, Supoto, menyebut pihaknya mulai membuka peluang untuk menambah jumlah peserta serta memperlebar jangkauan wilayah pemain di musim berikutnya.

“Ini kan baru kuota 50 pemain. Mungkin musim berikutnya bisa 100 pemain atau lebih. Mungkin nanti kedepannya bisa terbuka dari Kelurahan Sangkrah, Kecamatan atau Pemerintah Kota. Nanti konsepnya bisa dikembangkan lagi,” kata Supoto.

Selain perluasan wilayah, panitia juga melontarkan gagasan untuk menggelar kompetisi antar-kampung yang mengadopsi sistem kompetisi berjenjang di tingkat profesional.

Satria menyambut baik wacana tersebut, walau ia menyadari perlunya dukungan pendanaan dan logistik yang lebih besar jika kompetisi berkembang hingga tingkat antar-wilayah.

Baca Juga: Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

“Ya mungkin nanti bisa kalau semuanya mendukung. Soale kan itu perlu dana yang cukup besar. Insyaallah bisa,” tuturnya.

Di sisi lain, keunikan Liga Angkasa terletak pada pengusungan konsep street ball yang memaksimalkan ruang jalan umum di lingkungan pemukiman tanpa membutuhkan lapangan besar.

“Adanya liga ini karena kerinduan kita soal sepak bola jalanan dan dengan ruang sempit yang ada di sini, kami maksimalkan untuk anak-anak,” ungkap Satria.

Lantaran memanfaatkan akses jalan publik, faktor perizinan menjadi perhatian utama panitia.

Satria berharap pihak RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan dapat memberikan kemudahan izin penggunaan ruang demi keberlanjutan kegiatan positif anak-anak tersebut.

“Dari pihak-pihak terkait mungkin dari RT, RW, tingkat Kecamatan, Kelurahan bisa memberikan izin akses yang sangat mudah. Soalnya yang dipakai juga adalah akses umum jalan. Konsepnya tetap street ball,” pungkas Satria. (hj)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
linga angkasa turnamen tahunan sangkrah solo raya