Wawali Astrid Terpukau dengan Streetball Liga Angkasa di Kota Solo, Sukses Semarak HUT Kemerdekaan RI

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:11 WIB
MERIAH: Pertandingan Liga Angkasa yang digelar di Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo. (Dok. Pemkot Solo)
MERIAH: Pertandingan Liga Angkasa yang digelar di Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo. (Dok. Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM - Semarak peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia terasa berbeda di kawasan Sangkrah, Sabtu (8/8). Di tengah pemukiman warga, puluhan anak larut dalam kompetisi sepak bola Liga Angkasa 2026 yang digelar dengan konsep streetball malam itu.

Kemeriahan kompetisi semakin terasa saat 50 anak usia SD hingga SMP ambil bagian dalam Liga Angkasa. Dalam nuansa perayaan khas dengan berbagai ornamen yang menghiasi lingkungan warga. Anak-anak tampil percaya diri saat beradu kemampuan di lapangan. Suasana pun semakin semarak tatkala sementara masyarakat sekitar ikut memberikan dukungan dari pinggir arena.

“Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara maupun berbagai perlombaan. Kebersamaan warga dalam menciptakan ruang bermain dan berkompetisi bagi anak-anak juga menjadi bagian dari semangat tersebut,” kata Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani yang hadir malam itu.

Baca Juga: 5 Bulan Tak Turun Hujan, Warga Girikikis Wonogiri Ambil Air di Luweng Sejauh 2 Kilometer dari Permukiman

Astrid menyaksikan langsung pertandingan yang dihelat di Liga Angkasa tersebut dan mengapresiasi antusiasme anak-anak maupun warga yang bersama-sama menghidupkan suasana kampung melalui kegiatan olahraga. Menurutnya kompetisi semacam itu menjadi salah satu cara warga menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak dalam momentum menyambut HUT Kemerdekaan ke-81 tahun ini.

“Ini menjadi bentuk guyub warga. Anak-anak bisa belajar kompetisi, belajar sportivitas, kerjasama, dan kejujuran,” ucap perempuan yang akrab disapa Mbak Wawali itu.

Baca Juga: Konser Musik Angklung Kolosal Meriahkan Solo CFD, Mayoritas Pemain Lansia Dan Tidak Perlu Menghafal Notasi

Dia melihat Liga Angkasa bukan sekadar pertandingan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

Bagi Astrid, kegiatan seperti Liga Angkasa menjadi contoh bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari lapangan kampung, anak-anak tidak hanya belajar bermain sepak bola, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, sportivitas, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

“Bukan sekadar menang atau kalah, yang terpenting adalah saat anak-anak senang, semangat, rukun, dan bisa belajar dari prosesnya. Semangat kemerdekaan pun tumbuh dari hal sederhana saat anak-anak bermain bersama, warga saling mendukung, dan kampung bergerak bersama menciptakan ruang yang positif bagi generasi muda,” hemat Astrid.

Sekadar informasi, Liga Angkasa 2026 yang dihelat oleh warga Kelurahan Sangkrah itu menjadi ruang kreasi bagi anak-anak yang belum bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB).

Dengan konsep street ball, mereka tetap bisa merasakan pengalaman bertanding dan mengasah kemampuan sepak bola bersama teman-teman sebaya. Kegiatan yang diselenggarakan secara swadaya oleh masyarakat itu menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat tumbuh dari inisiatif warga.

“Liga Angkasa di Sangkrah ini memang luar biasa, ini jadi obat rindu untuk anak-anak yang dulu biasa bermain bola di lapangan dekat Stasiun Sangkrah. Nah anak-anak yang dulu bermain bola di sana itu sekarang ini yang jadi panitia. Ini menjadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan, saya harap bisa menjadi agenda tahunan yang ada di kawasan Sangkrah,” hemat Camat Pasar Kliwon Ari Wibowo. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
liga angkasa Streetball