RADARSOLO.COM – Borneo FC kembali memilih Yogyakarta sebagai lokasi pemusatan latihan (TC) menjelang bergulirnya Super League 2026/27. Kota Gudeg menjadi pilihan Pesut Etam untuk mematangkan persiapan menghadapi kompetisi musim baru.
Pemusatan latihan tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan. Agenda ini menjadi bagian penting dari persiapan Borneo FC sebelum kompetisi resmi yang dijadwalkan bergulir pada pekan pertama September 2026.
Yogyakarta bukan lokasi baru bagi Pesut Etam. Dalam beberapa musim terakhir, Borneo FC rutin menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat menempa tim. Selain memiliki fasilitas latihan yang dinilai memadai, Yogyakarta juga menjadi lokasi sejumlah klub Super League dan Championship menjalani persiapan.
Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi Borneo FC. Tim lebih mudah mendapatkan lawan untuk menjalani pertandingan uji coba selama masa pramusim.
Manajer Borneo FC Dandri Dauri berharap tradisi positif selama menjalani TC di Yogyakarta dapat kembali berlanjut pada musim ini.
“Mudah-mudahan saja keberuntungan tim ini dengan persiapan di Yogyakarta terus berlanjut. Sebab selama kita TC di Yogyakarta, hasil di kompetisi tak mengecewakan,” ujar Dandri.
Harapan tersebut mulai mendapat sinyal positif. Borneo FC mengawali rangkaian pertandingan uji coba pramusim dengan hasil positif setelah mengalahkan Semen Padang FC 2-1 di Yogyakarta, Minggu (9/8) sore.
Dua gol Borneo FC masing-masing dicetak Varanda dan Astina.
Meski meraih kemenangan, hasil pertandingan bukan menjadi satu-satunya ukuran bagi tim pelatih. Laga tersebut dimanfaatkan untuk melihat perkembangan pemain sekaligus mengukur sejauh mana program latihan dapat diterapkan dalam situasi pertandingan.
Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo menyebut pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi timnya. Menurutnya, skuad Pesut Etam masih berada dalam tahap awal persiapan.
“Saya pikir ini merupakan ujian yang baik bagi kita. Ini adalah pertandingan pertama pramusim. Kita masih di awal,” kata Mauro.
Dia juga melihat pertandingan tersebut memberikan gambaran mengenai proses adaptasi pemain terhadap gaya bermain yang ingin diterapkannya.
Selain aspek teknis dan taktik, Mauro turut memperhatikan perkembangan fisik serta hubungan antarpemain di lapangan. Menurut dia, sejumlah aspek tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Saya pikir dari sudut pandang mentalitas, sikap, komunikasi, saya rasa sudah melihat perbaikan yang sangat baik. Dan ini adalah langkah pertama, jadi kita dapat mulai membangun semua komponen lainnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Video Viral Promosi Miras Newport Bermodus Hafalan Alquran, Kecaman Publik Makin Meluas
Dengan waktu persiapan sekitar satu bulan di Yogyakarta, Borneo FC masih memiliki kesempatan untuk terus mematangkan permainan. Hasil uji coba menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum Pesut Etam memasuki persaingan Super League 2026/27.
Editor : Niko auglandy