Indonesia Women’s League 2026/27 Resmi Digelar, Persis Solo, Persib Bandung, dan Arema FC Tak Jadi Peserta

Niko auglandy • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:58 WIB
Jumpa pers Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027. (Dok. I. League)
Jumpa pers Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027. (Dok. I. League)

RADARSOLO.COM – Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27 resmi diperkenalkan sebagai kompetisi sepak bola putri profesional perdana di bawah pengelolaan I.League. Namun, dari enam klub yang ambil bagian, tidak terdapat nama Persis Solo Women, Persib Bandung Women, maupun Arema FC Women.

IWL 2026/27 akan diikuti Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa FC Banten, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC. Kompetisi dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Oktober 2026 dengan laga pembuka Persija Jakarta kontra Persita Tangerang di Lapangan Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Baca Juga: Beli Pertalite Dibatasi, Apakah Harga BBM Subsidi Bakal Naik?

Kompetisi musim perdana tersebut menggunakan format triple round robin. Dengan format ini, setiap klub akan saling berhadapan sebanyak tiga kali sepanjang kompetisi.

Seluruh pertandingan IWL 2026/27 juga akan digelar secara terpusat di Lapangan Soemantri Brodjonegoro. Format tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya menciptakan penyelenggaraan kompetisi yang efisien sekaligus membangun atmosfer pertandingan yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: Poltekkes Kemenkes Surakarta Bekali Kader Kesehatan Joton Klaten Lewat Metode Intervensi Spiritual Ibu Hamil  Jelang Persalinan

Absennya Persis Solo Women menjadi salah satu hal yang cukup menarik. Tim putri Persis memang sudah tidak lagi berkompetisi sejak dibubarkan manajemen pada 2023.

Sebelumnya, Persis Women sempat dibangun dan aktif mengikuti berbagai turnamen pada periode 2021–2023. Namun, harapan untuk tampil dalam kompetisi liga putri profesional tak kunjung terealisasi di tengah ketidakpastian penyelenggaraan liga.

Kondisi tersebut akhirnya membuat manajemen Persis membubarkan skuad putri pada 2023. Dengan demikian, Persis Women memang tidak lagi memiliki tim yang dapat diikutsertakan ketika IWL 2026/27 diperkenalkan.

Baca Juga: Minim Anggaran Tak Surutkan Target, Gulat Solo Bidik Dua Emas Porprov 2026

Situasinya berbeda dengan Persib Bandung Women dan Arema FC Women. Kedua tim tersebut sebelumnya masih aktif dan sempat ambil bagian dalam ajang Piala Pertiwi.

Namun, nama Persib Women maupun Arema Women tidak masuk dalam daftar enam peserta IWL musim perdana. Hingga kompetisi tersebut diperkenalkan, belum terdapat penjelasan mengenai alasan kedua tim tidak menjadi bagian dari IWL 2026/27.

Terlepas dari komposisi peserta, IWL hadir dengan sejumlah konsep baru.

Selain pertandingan kompetitif, I.League memperkenalkan konsep sports festival yang menggabungkan pertandingan sepak bola putri dengan berbagai aktivitas pendukung di area pertandingan.

Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih menarik, interaktif, dan inklusif bagi suporter, keluarga, serta masyarakat.

CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono mengatakan, konsep sports festival menjadi salah satu inovasi yang diterapkan sejak musim perdana. IWL juga menggunakan sistem drafting pemain untuk menjaga keseimbangan kekuatan antarklub.

“Kami menerapkan konsep sports festival yang menggabungkan pertandingan putri dengan beberapa modifikasi menarik. Sistem drafting pemain juga telah kami lakukan untuk memastikan pemerataan kekuatan di antara enam tim peserta, sehingga kompetisi berjalan kompetitif sejak hari pertama,” jelas Teddy.

Baca Juga: Misteri Penemuan Mayat Diborgol di Karangtengah Wonogiri Terungkap

Dari sisi keberlanjutan, I.League juga menyiapkan dukungan bagi klub peserta melalui skema subsidi yang disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan kompetisi.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus menegaskan, profesionalisme dan kesehatan finansial klub menjadi bagian penting dalam membangun IWL sejak awal.

“Kami di I.League berkomitmen penuh memastikan IWL berjalan profesional. Kami telah menyiapkan skema subsidi yang proporsional agar klub peserta dapat mengarungi kompetisi dengan sehat secara finansial,” ujar Ferry.

Baca Juga: Usai Popda dan Porprov, Gulat Solo Bidik Jam Terbang Kejurnas Open di Bandung

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, penyelenggaraan liga putri merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem sepak bola perempuan Indonesia.

“Sepak bola wanita tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Kita tidak ingin liga ini lahir hanya untuk pencitraan lalu mati di kemudian hari. Ini adalah komitmen jangka panjang, dibangun dengan kalkulasi matang agar ekosistem dan klub peserta bisa terus sustainable,” tegas Erick.

Komisaris PT Liga Indonesia Putri sekaligus Anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani Sungkono juga menyambut kehadiran IWL sebagai momentum penting bagi perkembangan pemain sepak bola putri Indonesia.

“Kami punya kerinduan yang sangat besar untuk menyelenggarakan Liga Putri secara konsisten. Pemain kita di seluruh Nusantara kini sedang bersukacita; mentalitas dan skills mereka akan terus diasah untuk menjadi pilar Timnas masa depan,” ungkap Vivin.

Dengan enam klub peserta, format triple round robin, sistem drafting, dukungan subsidi, serta konsep sports festival, IWL 2026/27 diharapkan menjadi fondasi baru kompetisi sepak bola putri profesional di Indonesia.

Bagi sepak bola putri nasional, kehadiran IWL menjadi langkah penting untuk membangun kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Namun, di sisi lain, daftar peserta musim perdana juga menunjukkan masih adanya sejumlah klub putri yang belum menjadi bagian dari kompetisi, termasuk Persis Solo Women, Persib Bandung Women, dan Arema FC Women. (nik) 

Editor : Niko auglandy
persib bandung garudayaksa liga persis Sepak bola wanita