Usai Antar Persis Solo ke Final EPA, Imam Rohmawan Dipercaya Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-16

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:12 WIB
Imam Rochmawan (jongkok dua dari kiri) saat membela Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2006 di Doha, Qatar.
Imam Rochmawan (jongkok dua dari kiri) saat membela Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

RADARSOLO.COM – Usai mengantarkan Persis Solo U-16 menorehkan prestasi di EPA Super League 2025/2026 hingga ke babak final, Imam Rohmawan mendapat kesempatan untuk berkiprah di level lebih tinggi. Imam kini dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-16.

Imam Rochmawan akan mendampingi Furqon Alkatiri yang didapuk sebagai pelatih kepala Garuda Muda. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Imam setelah sebelumnya menangani Persis Solo U-16.

“Saat ini saya ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-16. Besok saya berangkat ke IKN untuk mengikuti proses seleksi,” kata Imam kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Eks PSS Sleman dan Sumsel United Merapat, Persis Solo Makin Serius Bidik Promosi ke Liga 1

Imam dijadwalkan mengikuti proses seleksi pemain di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Seleksi tersebut menjadi tahap awal dalam persiapan Timnas Indonesia U-16 yang dihuni pemain kelahiran 2011.

Proses seleksi dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 14 hingga 27 Agustus. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua batch untuk menyaring pemain yang diproyeksikan masuk dalam pembinaan tim nasional.

Bagi Imam, penunjukan tersebut menjadi kesempatan yang disambut dengan rasa syukur. Dia juga melihat kepercayaan itu sebagai peluang untuk menambah pengalaman di lingkungan tim nasional.

“Ya, saya bersyukur. Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-16,” ujarnya.

Baca Juga: Lionel Messi Tulis Pesan Haru untuk Sang Ayah, Kenang Dukungan hingga Piala Dunia

Imam sendiri sudah tidak terikat dengan Persis Solo. Kontraknya bersama Laskar Sambernyawa berakhir pada Mei lalu setelah sebelumnya menangani Persis U-16.

Di Timnas U-16, proses awal akan difokuskan pada seleksi pemain kelahiran 2011. Kelompok tersebut dipersiapkan dalam skema pembinaan berjenjang yang mulai diterapkan di tim nasional.

“Proses pertama ini, seperti yang kita tahu, ada seleksi dulu di IKN, Kalimantan Timur. Prosesnya sekitar dua minggu dan dibagi menjadi dua batch. Ke depannya, ini untuk pengembangan kelompok umur karena di Timnas sudah mulai berjenjang, ada U-17 dan U-16,” jelasnya.

Imam menyebut para pemain kelahiran 2011 tersebut nantinya dipersiapkan untuk kebutuhan kompetisi sekaligus pembinaan jangka panjang. Salah satu ajang yang kemungkinan menjadi bagian dari proyeksi tersebut adalah Elite Pro Academy (EPA).

Namun, Imam belum mengetahui secara pasti agenda setelah proses seleksi di IKN. Dia masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait program pembinaan dan kompetisi yang akan dijalani tim.

“Pastinya kami mempersiapkan pemain-pemain kelahiran 2011 untuk ke depannya, termasuk untuk kompetisi-kompetisi yang akan diikuti. Salah satunya kemungkinan Elite Pro Academy (EPA), tetapi itu masih proses dan saya juga belum tahu bagaimana kelanjutannya nanti,” terang Imam.

Baca Juga: Indonesia Women’s League 2026/27 Resmi Digelar, Persis Solo, Persib Bandung, dan Arema FC Tak Jadi Peserta

Bagi Imam, bergabung dengan Timnas Indonesia U-16 juga menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai pelatih. Pengalaman di level nasional diharapkan bisa menjadi bekal untuk terus berkembang.

Dia berharap kesempatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya. Imam ingin pengalaman yang didapat bersama tim nasional nantinya bisa turut memberi dampak bagi perkembangan sepak bola Indonesia, khususnya di Solo.

“Semoga ke depan saya bisa memberikan dampak yang positif, sekaligus terus mengembangkan diri. Akhirnya, saya berharap bisa bermanfaat untuk Indonesia pada umumnya dan Solo pada khususnya,” pungkas Imam. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
persis solo Imam rochmawan timnas