Imam Rohmawan Jadi Asisten Pelatih, Dua Sosok Asal Solo Ini Ikut Masuk Timnas U-16

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:03 WIB
Imam Rochmawan (kanan) saat melatih Persiwi Wonogiri di Piala Soeratin U-17 2025. (Istimewa)
Imam Rochmawan (kanan) saat melatih Persiwi Wonogiri di Piala Soeratin U-17 2025. (Istimewa)

RADARSOLO.COM – Kesempatan berkiprah bersama Timnas Indonesia U-16 ternyata tidak hanya menjadi milik Imam Rohmawan. Sejumlah sosok dari Solo turut mengisi jajaran staf Garuda Muda yang tengah dipersiapkan untuk kelompok kelahiran 2011.

Imam, yang sebelumnya menangani Persis Solo U-16, dipercaya menjadi asisten pelatih. Dia mendampingi Furqon Alkatiri yang ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-16.

Namun, Imam bukan satu-satunya sosok asal Solo yang masuk dalam tim. Pelatih berusia 42 tahun tersebut mengungkap dua nama lain yang turut mengisi staf Timnas Indonesia U-16, yakni Phaksy Sukowati dan Dokter Iwan.

Baca Juga: Ini Lawan Persis Solo di Dua Laga Awal Liga 2 2026/2027, Wakil Jatim dan Papua Sudah Menanti

Phaksy dipercaya mengisi posisi analis video. Imam menyebut Phaksy merupakan sosok asal Solo yang kini ikut ambil bagian dalam persiapan tim nasional kelompok usia tersebut.

“Staf kepelatihannya sudah terbentuk semua untuk U-16. Banyak juga dari Solo. Analis videonya Pak Phaksy Sukowati, beliau asli Solo,” kata Imam kepada Radar Solo, Selasa (11/8/2026).

Selain Phaksy, ada Dokter Iwan yang juga bergabung dalam tim. Sosok tersebut bukan nama asing bagi lingkungan sepak bola Solo. Musim lalu, Dokter Iwan merupakan dokter tim yang mendampingi Persis Solo.

Imam bahkan ikut merekomendasikan Dokter Iwan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-16. Rekomendasi tersebut kemudian berbuah kepercayaan setelah Dokter Iwan resmi masuk dalam tim.

“Dokter Iwan juga kemarin saya rekomendasikan dan sudah gabung. Besok beliau juga berangkat bersama saya,” ujar Imam.

Baca Juga: ‎Duh, Persis Solo dapat Kabar Buruk dan Baik Jelang Lawan Bhayangkara FC, Ini Komentar Dokter Tim Soal Kondisi Pemain

Kehadiran Phaksy dan Dokter Iwan membuat unsur Solo di balik Timnas Indonesia U-16 semakin terasa. Keduanya memiliki pengalaman di lingkungan sepak bola Kota Bengawan sebelum mendapat kesempatan berkiprah di level nasional.

Bagi Imam, kesempatan tersebut menjadi gambaran bahwa sumber daya sepak bola dari Solo memiliki peluang untuk berkiprah lebih luas. Bukan hanya pemain, tetapi juga pelatih dan tenaga pendukung dalam sebuah tim.

Terlebih, Solo selama ini cukup sering dipercaya menjadi lokasi training center tim nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi insan sepak bola daerah untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas pengalaman.

“Ini sebenarnya kesempatan untuk kita orang-orang Solo. Di samping ada kesempatan, pastinya kita harus menyiapkan diri dan menyiapkan kompetensi sebagai pelatih. Jadi, saat ada kesempatan itu, pastinya kita sudah siap,” jelas Imam.

Menurutnya, keberadaan tim nasional di Solo juga bisa menjadi pemantik bagi pelaku sepak bola lokal. Kesempatan melihat langsung proses pembinaan tim nasional seharusnya dimanfaatkan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.

Imam berharap semakin banyak anak muda di Solo yang berani memasang target untuk berkarier di level tertinggi. Perkembangan sepak bola Indonesia, menurut dia, membuat ruang bagi pelatih maupun pemain untuk terus bertumbuh semakin terbuka.

“Semoga bisa menginspirasi anak-anak muda Solo untuk bisa berkembang dan mencapai cita-citanya di level tertinggi yang diinginkan para pelatih di Solo seperti itu,” tuturnya.

Baca Juga: Ini Lawan Persis Solo di Dua Laga Awal Liga 2 2026/2027, Wakil Jatim dan Papua Sudah Menanti

Sementara itu, Imam akan menjalani tugas pertamanya bersama Timnas Indonesia U-16 dalam proses seleksi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 14 hingga 27 Agustus.

Setelah proses seleksi, Timnas Indonesia U-16 berpeluang melanjutkan pemusatan latihan di Solo. Rencana tersebut menjadi kesempatan lain bagi insan sepak bola daerah untuk berinteraksi lebih dekat dengan tim nasional.

Bagi Imam, keterlibatannya bersama Timnas Indonesia U-16 bukan sekadar pencapaian pribadi. Dia ingin pengalaman tersebut menjadi ruang untuk terus belajar sekaligus memberikan manfaat bagi sepak bola Indonesia.

“Semoga nanti ke depan saya bisa memberikan dampak yang positif dan bisa mengembangkan diri juga. Akhirnya, bisa bermanfaat untuk Indonesia pada umumnya dan Solo pada khususnya,” pungkas Imam. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
persis solo timnas