RADARSOLO.COM – Persis Solo kembali mendapat pekerjaan rumah dari rangkaian uji coba jelang Championship 2026/2027. Menghadapi PSMS Medan di Stadion Kebogiro, Boyolali, Kamis (27/8/2026), Laskar Sambernyawa harus menerima hasil yang belum sesuai harapan.
Hasil akhir memang bukan menjadi fokus utama Ricky Nelson. Pelatih kepala Persis Solo tersebut justru melihat pertandingan kontra PSMS sebagai kesempatan untuk mengukur kesiapan tim menghadapi kompetisi. Apalagi, lawan yang dihadapi dinilai memiliki organisasi permainan cukup rapi.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Persis beberapa kali mampu menciptakan peluang untuk membuka keunggulan. Namun, penyelesaian akhir belum cukup klinis untuk mengubah peluang menjadi gol.
Ricky mencatat setidaknya ada tiga sampai empat peluang yang semestinya dapat dimaksimalkan. Situasi tersebut menjadi catatan tersendiri lantaran pertandingan berjalan dengan margin kesalahan yang tipis.
“Pertandingan berjalan ketat dengan tim yang organisasinya rapi. Sebenarnya setiap peluang kita harus bisa memanfaatkannya. Dan kita punya tiga, empat peluang yang seharusnya bisa jadi gol. Namun sayangnya di menit akhir kita salah sendiri akhirnya lawan yang bisa cetak gol,” kata Ricky seusai pertandingan dikutip Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi klub.
Baca Juga: Klubnya Terdegrasi ke Liga 4, Ini Yang Buat Persis Solo Kepincut Rekrut Yohanes Baghi
Kegagalan memanfaatkan peluang tersebut akhirnya harus dibayar mahal. Persis justru kehilangan konsentrasi pada fase akhir pertandingan. Kesalahan yang dibuat Laskar Sambernyawa mampu dimanfaatkan PSMS untuk mencetak gol ketika laga mendekati penghujung pertandingan.
Situasi tersebut menjadi pengingat bagi Persis bahwa konsentrasi tidak boleh mengendur meski pertandingan sudah memasuki menit-menit terakhir. Terlebih, lawan dengan organisasi permainan yang baik bisa langsung menghukum kesalahan sekecil apa pun.
Ricky pun meminta para pemainnya menjadikan laga tersebut sebagai bahan evaluasi. Menurut dia, persoalan bukan hanya bagaimana menciptakan peluang, tetapi juga menjaga fokus dan disiplin ketika pertandingan belum benar-benar selesai.
“Jadi ini pelajaran buat kita. Karena sampai menit akhir kita harus terus dengan konsentrasi tinggi agar tidak membuat kesalahan-kesalahan,” tutur Ricky.
Catatan itu menjadi penting bagi Persis Solo yang tengah membangun tim dengan sejumlah komposisi baru. Dalam beberapa uji coba sebelumnya, Ricky memang terus mencoba opsi permainan dan komposisi pemain untuk mencari formula terbaik sebelum kompetisi bergulir.
Kekalahan dari PSMS pun tidak lantas menghapus progres yang sudah dibangun selama masa persiapan. Justru dari pertandingan seperti ini, Ricky mendapatkan gambaran mengenai aspek yang masih harus dibenahi, terutama efektivitas dalam memanfaatkan peluang dan kemampuan mempertahankan konsentrasi sepanjang pertandingan.
Dengan kompetisi semakin dekat, kesalahan kecil seperti yang terjadi pada laga kontra PSMS diharapkan tidak kembali terulang. Persis masih memiliki kesempatan melakukan pembenahan melalui satu agenda uji coba terakhir sebelum mengalihkan perhatian sepenuhnya menuju pertandingan resmi. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy