
RADARSOLO.COM — Dominasi permainan belum cukup mengantarkan Persis Youth meraih hasil maksimal di Piala Soeratin Jawa Tengah 2026. Dua wakil Laskar Sambernyawa harus mengakhiri kiprahnya tanpa trofi.
Persis U-17 terhenti di semifinal, sedangkan Persis U-15 harus angkat koper lebih awal setelah tersingkir pada babak 16 besar.
Persis U-17 gagal melangkah ke partai puncak setelah terkena comeback PSCS Cilacap U-17, 1-2. Sempat berada dalam posisi unggul, Persis akhirnya takluk 1-2 dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Lapangan Kota Barat, Solo, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Aragon 2026, Marco Bezzecchi Cetak Rekor Lap dan Sabet Pole Positio
Sementara itu, langkah Persis U-15 terhenti di babak 16 besar. Menghadapi Fortuna PFA Sukoharjo, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir. Persis kemudian harus mengakui keunggulan lawan melalui drama adu penalti dengan skor 0-3.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Akademi Persis. Namun, Direktur Akademi Persis Solo Rasiman tidak semata-mata melihat pencapaian di Piala Soeratin dari hasil akhir pertandingan.
Menurutnya, terdapat sejumlah indikator positif dari penampilan Persis Youth yang bisa menjadi modal untuk menatap agenda berikutnya, terutama kompetisi Elite Pro Academy (EPA).
“Ya secara performance tentunya ada indikator yang positif ya, artinya kita memang tim kita sudah siap menyambut EPA. Di waktu yang ada tentunya akan kami pergunakan sebagai evaluasi terhadap penampilan tim yang harus kami perbaiki,” ujar Rasiman kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 2 Kilometer, Warga Diminta Jauhi Daerah Bahaya
Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi perhatian adalah sektor final third atau sepertiga akhir lapangan. Persis masih membutuhkan peningkatan kreativitas ketika sudah memasuki area pertahanan lawan. Termasuk bagaimana peluang yang tercipta dapat dikonversi menjadi gol.
“Terutama di sektor final third kita ya, bagaimana pemain kita lebih kreatif untuk menciptakan peluang dan menyelesaikannya,” lanjutnya.
Persoalan tersebut menjadi penting karena secara permainan, Rasiman menilai anak asuhnya tidak selalu berada dalam posisi tertekan. Baik ketika meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan, Persis disebut hampir selalu mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
“Karena sebetulnya dari semua penampilan kita baik saat menang ataupun kalah, hampir selalu kita bisa mendominasi tim kita, cuma persoalannya bagaimana dominasi itu membuat result yang lebih positif,” terangnya.
Baca Juga: Jadwal dan Live Streaming Tiga Final Piala Soeratin Jateng 2026 di Solo: PSCS dan Persijap Bersiap
Artinya, pekerjaan Persis bukan sekadar mempertahankan penguasaan permainan. Dominasi yang dibangun harus memiliki ujung yang lebih konkret. Penguasaan bola dan kontrol pertandingan perlu diterjemahkan menjadi peluang matang, kemudian diselesaikan secara lebih efektif.
Gambaran tersebut terlihat dalam perjalanan Persis U-17 di semifinal. Laskar Sambernyawa sempat unggul lebih dahulu atas PSCS Cilacap. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir. PSCS justru mampu membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke partai final.
Bagi Rasiman, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan pemain. Sebab, kelompok usia tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk mengejar prestasi dalam satu turnamen, tetapi juga memiliki target jangka lebih panjang menuju kompetisi EPA.
Karena itu, sisa waktu sebelum EPA bergulir akan dimanfaatkan Akademi Persis untuk melakukan pembenahan. Evaluasi dari Piala Soeratin menjadi bahan untuk memperbaiki sejumlah aspek permainan, khususnya efektivitas di area sepertiga akhir.
Baca Juga: Detik-detik Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer, Status Masih Siaga
Rasiman memastikan Persis masih memiliki waktu untuk mematangkan persiapan sebelum EPA dimulai. Targetnya, kemampuan menguasai permainan yang sudah terlihat dapat diikuti dengan efektivitas yang lebih baik di depan gawang.
“Dari segi persiapan tentunya kami sudah akan sangat siap di pertengahan Oktober nanti untuk mengikuti EPA,” tegasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy