Persis Solo Youth Tetap di Kasta Teratas EPA,  Walau Tim Senior Terdegradasi 

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:55 WIB
PEMBINAAN: Persis Youth saat melawan PSM Makassar di ajang Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 di Lapangan Banyuanyar.
PEMBINAAN: Persis Youth saat melawan PSM Makassar di ajang Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 di Lapangan Banyuanyar.

RADARSOLO.COM – Persis Solo memang harus turun kasta ke Championship 2026/2027. Namun, kondisi berbeda terjadi pada tim mudanya. Persis Youth tetap akan berkompetisi di kasta teratas Elite Pro Academy (EPA) musim 2026/2027.

Kepastian itu didapat Akademi Persis setelah menerima Surat Edaran I.League Nomor 877/LI-KOM/VIII/2026. Dalam surat tersebut, Akademi Persis dinyatakan masuk sebagai peserta EPA Tier I 2026/2027.

Persis Youth kemudian mengumumkan kabar tersebut melalui akun resminya. Sambernyawa Muda dipastikan tetap ambil bagian dalam kompetisi EPA Super League musim depan.

"Akademi Persis telah menerima Surat Keputusan dari Ileague untuk mengikuti kompetisi Elite Pro Academy Tier I pada musim 2026/2027. Keputusan ini dikeluarkan setelah Akademi Persis dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh penyelenggara kompetisi," tulis akun resmi Persis Youth, Sabtu (29/8).

Baca Juga: Gerebek Kasino Di Sukoharjo, Sita Dua Mesin Tembak Ikan

Keikutsertaan di Tier I menjadi kabar penting bagi Persis. Sebab, turunnya tim senior ke Championship tidak membuat akademi ikut turun kasta. Persis Youth tetap mendapatkan kesempatan bersaing di level tertinggi kompetisi usia muda tersebut.

Direktur Akademi Persis Solo, Rasiman, menyambut positif kepastian itu. Dia menyebut status Persis Youth yang tetap berada di Tier I sebagai sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kota Solo.

“Harapan saya dengan konsistensinya akademi kita ini ke depannya kita juga alhamdulillah tetap berlaga di Tier 1 EPA Akademi. Jadi ini perlu juga jadi kebanggaan Solo bahwa tidak semua tim itu terdegradasi akademinya. Persis Akademi akan main di Tier 1,” ungkap Rasiman kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (20/8).

Baca Juga: Lawan AI dengan Akar Budaya, Kearifan Nusantara Bakal Masuk Pelajaran Sekolah di Solo

Menurut Rasiman, bertahannya Persis Youth di kasta teratas EPA juga menunjukkan program pembinaan yang dijalankan akademi tetap berada di jalur yang tepat. Kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Persis untuk menjaga kesinambungan pengembangan pemain muda.

“Ini kan sebuah kebanggaan tersendiri dari tata kelola kita mengelola akademi dengan cukup baik, sehingga ke depannya konsistensi yang kita harapkan dari program ini sehingga akan melahirkan pemain-pemain berbakat,” ujarnya.

Pada musim 2026/2027, Persis Youth akan mengikuti tiga kelompok usia dalam EPA Tier I. Yakni U-16, U-18, dan U-20. Sementara kelompok U-17 dan U-19 akan berada di EPA Tier II atau EPA Championship.

“Iya, EPA Tier 1 namanya tahun ini dengan jenjang usia yang diikuti adalah U-16, U-18, U-20. Kalau Tier 2 atau EPA Championship itu dengan jenjang usia pemain U-17, U-19,” jelas Rasiman.

Keberadaan Persis Youth di Tier I juga menjaga jalur kompetitif bagi pemain-pemain muda yang diproyeksikan menuju level profesional. Dalam proses tersebut, akademi mulai menunjukkan hasil melalui sejumlah pemain yang mampu menembus tim senior.

Musim ini, misalnya, Faizul dan Dafa Habibullah mendapat kesempatan promosi ke tim senior Persis Solo. Rasiman menilai keberhasilan tersebut menjadi salah satu gambaran dari breakthrough players yang diharapkan lahir melalui sistem pembinaan akademi.

Namun, target Persis Academy tidak berhenti pada mempertahankan status di EPA Tier I. Rasiman ingin program pembinaan berjalan konsisten dan menghasilkan lebih banyak pemain yang mampu melanjutkan karier di level profesional.

“Kami keep producing players bukan hanya untuk Persis Akademi tapi mungkin kita bisa feeding tim-tim lain, tim liga lain di luar ini. Akhirnya bahwa Persis Akademi akan menaikkan derajat sepak bola Solo secara umum bukan hanya ke Persis saja,” tegasnya.

Oleh sebab itu, kepastian tampil di EPA Tier I menjadi modal penting bagi Persis Youth untuk melanjutkan program tersebut. Di tengah tim senior yang harus memulai perjalanan baru di Championship, akademi tetap berada di panggung tertinggi pembinaan sepak bola nasional. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
persis solo EPA liga 1