RADARSOLO.COM - Keputusan Lionel Messi mengakhiri perjalanan bersama Timnas Argentina meninggalkan kesedihan mendalam bagi para pemain Albiceleste. Setelah Cristian "Cuti" Romero dan lainnya, kini giliran gelandang Timnas Argentina, Enzo Fernandez, yang mengungkapkan pesan emosional untuk sang kapten.
Melalui akun Instagram pribadinya, @enzojfernandez, pemain tersebut mengenang perjalanan panjangnya dari seorang anak yang hanya bermimpi bisa bermain bersama Messi hingga akhirnya menjadi kenyataan.
Enzo mengaku sudah sejak kecil memiliki impian sederhana, yakni bisa berada satu lapangan bersama idolanya dengan mengenakan jersey Timnas Argentina.
Saat itu, mimpi tersebut terasa begitu jauh dan nyaris tidak masuk akal. Namun, kehidupan justru membawanya pada perjalanan yang jauh lebih indah dari yang pernah ia bayangkan.
"Leo, ketika kamu mengatakan akan meninggalkan tim, aku sangat sedih. Aku masih anak-anak ketika membayangkan bahwa suatu hari nanti kamu dan aku bisa bermain bersama," tulis Enzo.
Baca Juga: PSSI Bocorkan Kemana Arkhan Kaka Usai Hengkang dari Persis Solo
Ia mengaku sempat membayangkan berapa lama dirinya harus berjuang untuk mencapai level tertinggi agar dapat mewujudkan mimpi tersebut.
Bahkan, Enzo hanya berharap bisa sekali saja bertemu Messi di lapangan dengan sama-sama mengenakan jersey Timnas Argentina.
Namun, perjalanan hidup memberinya sesuatu yang lebih besar.
"Untungnya, kamu kembali. Dan hidup ternyata jauh lebih baik daripada yang bisa dibayangkan oleh anak itu," lanjutnya.
Enzo Fernandez akhirnya tidak hanya mendapatkan kesempatan bermain bersama sang idola.
Ia dan Messi juga berbagi banyak momen penting, mulai dari sesi latihan, ruang ganti, percakapan, hingga menghadapi berbagai situasi sulit dan momen membahagiakan.
Puncaknya, keduanya berhasil mencatatkan sejarah dengan membawa Timnas Argentina menjadi juara dunia bersama.
"Kami berbagi sesi latihan, ruang ganti, percakapan, pelukan, momen sulit, momen luar biasa, dan akhirnya kami menjadi juara dunia bersama," tulis Enzo.
Baca Juga: Hengkang dari Persis Solo, Kodai Tanaka Resmi Gabung PSM Makassar
Meski demikian, bagi Enzo, hal yang paling membekas bukan hanya kebersamaan mereka dalam meraih prestasi.
Ia mengaku akan selalu bersyukur atas sikap Messi sejak dirinya pertama kali bergabung dengan Timnas Argentina.
Enzo datang sebagai pemain muda yang ingin bermain bersama sang idola. Namun, ia justru menemukan sosok yang membuatnya merasa diterima sejak awal.
"Aku datang dengan semangat untuk berbagi lapangan dengan idolaku dan aku bertemu seseorang yang sejak awal membuatku merasa seperti bagian dari yang terbaik," tulisnya.
Menurut Enzo, Messi selalu hadir dengan kata-kata, saran, maupun pelukan yang membuatnya merasa lebih tenang dalam berbagai situasi.
Hal tersebut menjadi kenangan yang tidak akan pernah dilupakan oleh gelandang Argentina itu.
"Kamu selalu punya kata, saran, pelukan, atau caramu sendiri untuk membuatku merasa tenang ketika aku membutuhkannya. Aku tidak akan pernah melupakan itu," lanjut Enzo.
Keputusan Messi untuk meninggalkan Timnas Argentina membuat Enzo kini harus membayangkan suasana yang berbeda. Ia mengaku sulit membayangkan sesi latihan berikutnya tanpa kehadiran sang kapten dan nomor 10 yang selama ini selalu berada di depan dalam skuad Albiceleste.
"Hari ini sulit bagiku membayangkan sesi latihan berikutnya tanpa kamu. Keluar ke lapangan dan tidak melihatmu di depan, dengan nomor 10," ungkapnya.
Di akhir pesannya, Enzo kemudian mengungkapkan betapa beruntungnya dirinya sebagai seorang anak yang dahulu hanya bermimpi bermain bersama Messi.
Mimpi tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi kenyataan. Enzo bahkan berkesempatan menjadi rekan setim Messi dan berbagi cerita dalam salah satu periode terbesar Timnas Argentina.
"Betapa beruntungnya aku, Leo. Betapa beruntungnya anak itu yang dulu mengira bisa bermain bersamamu tanpa mengetahui bahwa suatu hari nanti semuanya akan benar-benar terjadi," tulis Enzo.
Baca Juga: Persis Solo Youth Tetap di Kasta Teratas EPA, Walau Tim Senior Terdegradasi
Ia pun menutup pesannya dengan ucapan terima kasih dan salam perpisahan untuk sang kapten.
"Terima kasih telah memperlakukanku seperti yang kamu lakukan, untuk segala sesuatu yang kamu ajarkan, dan karena telah membiarkanku berbagi sebagian dari ceritamu. Kami akan sangat merindukanmu, Kapten," pungkasnya. (nik)
Editor : Niko auglandy