Dua Pekan Jelang KickOff Liga 2 2026/2027, Finishing Masih Jadi PR Kendal Tornado FC

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:44 WIB
Kendal Tornado FC jalani uji coba melawan tuan rumah Bali United. (Tim Media Kendal Tornado FC)
Kendal Tornado FC jalani uji coba melawan tuan rumah Bali United. (Tim Media Kendal Tornado FC)

RADARSOLO.COM – Waktu persiapan Kendal Tornado FC menuju Pegadaian Championship 2026/2027 semakin menipis. Namun, Laskar Badai Pantura masih memiliki pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, terutama soal ketajaman di depan gawang.

Dua pekan menjelang kickoff kompetisi, penyelesaian akhir menjadi salah satu perhatian utama tim pelatih. Evaluasi tersebut dilakukan setelah Kendal Tornado menjalani serangkaian laga uji coba selama masa persiapan.

Dilansir Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi klub, pelatih Kendal Tornado FC Stefan Keeltjes mengakui timnya masih belum maksimal dalam memanfaatkan peluang. Padahal, dalam sejumlah pertandingan sebelumnya, anak asuhnya memiliki kesempatan untuk meraih hasil yang lebih baik.

"Kita banyak evaluasi, terutama di scoring. Kita sudah kurang lebih empat kali uji coba dengan lawan yang levelnya tinggi semua. Anak-anak mendapat pelajaran yang bagus, terutama saat bertahan, transisi, bagaimana mental mereka, dan yang paling penting bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang," kata Stefan usai memimpin latihan di Charlie Training Center, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Pemain Baru Java United di Bursa Transfer Liga 1: Eks PSS Sleman Gabung, Duo Asing Eks Persib Bandung Bertahan

Dalam rangkaian pramusim, Kendal Tornado memang tidak memilih lawan sembarangan. Mereka telah mengukur kekuatan dengan sejumlah tim yang memiliki level permainan tinggi, di antaranya PSS Sleman, Semen Padang, Timnas Indonesia U-20, PSMS Medan, hingga Bali United.

Rangkaian pertandingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan tim. Stefan ingin para pemainnya mendapatkan gambaran mengenai tekanan dan tuntutan yang akan dihadapi ketika kompetisi resmi dimulai.

Menurutnya, ada sejumlah perkembangan positif yang dapat dipetik dari laga-laga uji coba tersebut. Mulai dari kemampuan bertahan, transisi permainan, hingga mental pemain ketika menghadapi lawan dengan kualitas permainan lebih tinggi.

Namun, persoalan muncul ketika Kendal Tornado mendapatkan peluang di depan gawang. Sejumlah kesempatan yang seharusnya dapat menghasilkan gol belum mampu dimaksimalkan dengan baik.

"Dari beberapa pertandingan terakhir seharusnya kita bisa unggul, bisa menang. Tapi anak-anak kurang bisa memanfaatkan peluang, akhirnya kita kehilangan poin," ujarnya.

Catatan tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri. Terlebih, Kendal Tornado akan langsung menghadapi persaingan ketat sejak awal Championship 2026/2027.

Laskar Badai Pantura dijadwalkan memulai kompetisi dengan laga tandang menghadapi De Reds FC pada 12 September mendatang.

Efektivitas serangan pun menjadi aspek yang tak bisa dipisahkan dari target Kendal Tornado musim ini. Ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol dapat menjadi persoalan serius ketika kompetisi mulai berjalan dan setiap poin menjadi sangat berharga.

Chemistry Bukan Masalah

Di sisi lain, Stefan tidak melihat kekompakan sebagai persoalan besar dalam skuadnya. Sekitar 60 persen komposisi pemain saat ini merupakan wajah-wajah yang telah bertahan dari musim sebelumnya.

Kendati demikian, sejumlah pemain baru masih membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan tim. Hal itu juga dialami pemain asing, terutama Yossi, yang disebut Stefan masih dalam proses beradaptasi dengan gaya bermain dan rekan-rekan barunya.

"Untuk chemistry saya pikir tidak ada masalah karena tim ini 60 persen pemain lama. Memang pemain baru, termasuk pemain asing, terutama Yossi, masih beradaptasi dengan gaya main dan teman-temannya. Tapi saya pikir itu bukan suatu alasan. Di kompetisi nanti dia sudah tahu harus seperti apa," tegasnya.

Baca Juga: Update Pemain Baru Bhayangkara FC di Bursa Transfer Liga 1: Eks Bali United, Hingga Bomber Eropa Merapat

Dengan waktu yang semakin terbatas sebelum musim baru dimulai, Kendal Tornado kini memasuki tahap akhir pematangan tim.

Pelajaran dari serangkaian laga uji coba telah dikantongi. Kini, tantangan utama bagi Laskar Badai Pantura adalah memastikan peluang yang tercipta tak lagi terbuang percuma ketika Pegadaian Championship 2026/2027 resmi bergulir.

Sebab, ketika kompetisi dimulai, Kendal Tornado tak lagi hanya membutuhkan permainan yang baik. Mereka juga dituntut mampu mengubah setiap peluang menjadi gol dan poin. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
Kendal Tornado FC championship liga 2