RADARSOLO.COM - Persis Solo masih punya pekerjaan rumah sebelum Championship 2026/2027 (Liga 2) bergulir. Salah satunya terkait transisi permainan, terutama ketika Laskar Sambernyawa kehilangan bola dan harus segera kembali membangun pertahanan.
Persoalan tersebut turut menjadi perhatian gelandang bertahan anyar Persis, Wbeymar Angulo. Pemain asing asal Armenia itu melihat area tengah lapangan sebagai salah satu kunci untuk menjaga keseimbangan permainan tim.
Angulo menilai, transisi tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Ketika Persis sedang menyerang dan kehilangan bola, pemain harus cepat mengambil posisi agar lawan tidak mendapatkan ruang untuk melancarkan serangan balik.
“Posisi di tengah sangat penting. Ketika kami menyerang, kami harus melakukan transisi dengan baik untuk kembali bertahan. Kami tidak boleh memberikan ruang kepada lawan,” ujar Angulo saat ditemui Jawa Pos Radar Solo usai latihan di Kota Barat, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Taufiq Kasrun Jadi Nakhoda Baru Persika Karanganyar di Liga 3 2026/2027
Dalam beberapa latihan terakhir, Angulo bersama rekan-rekannya terus mencoba membenahi persoalan tersebut. Waktu yang tersedia memang tidak panjang. Namun, menurut dia, tim berusaha memaksimalkan setiap sesi latihan untuk menemukan koneksi antarpemain di lini tengah.
“Kami sudah berlatih selama satu pekan dan mencoba memperbaiki semuanya di area tengah. Kami harus menutup ruang dan mencegah lawan melakukan serangan balik. Kami juga harus tetap memperhatikan ketika lawan melakukan counter attack agar mereka tidak mendapatkan kesempatan mencetak gol,” jelasnya.
Baca Juga: Hasil Akhir Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Tim Debutan Dibantai di Laga Pembuka Liga 1 2026/2027
Peran tersebut cukup krusial bagi Angulo. Sebagai gelandang bertahan, pemain 34 tahun itu dituntut menjadi penghubung antara lini belakang dan lini tengah sekaligus menjaga keseimbangan ketika tim kehilangan penguasaan bola.
Kehadiran Angulo diharapkan bisa memberikan opsi tambahan bagi Ricky Nelson untuk mengatur struktur permainan. Terlebih, Persis harus mampu menjaga jarak antarlini agar tidak mudah terekspos ketika kehilangan bola di area depan.
Angulo sendiri tidak ingin terlalu banyak berbicara mengenai perannya secara individu. Baginya, sistem permainan tetap menjadi hal utama. Setiap pemain harus memahami kapan waktunya menekan, bertahan di blok tengah, maupun turun lebih dalam ketika situasi pertandingan menuntut demikian.
Hal itu pula yang membuat komunikasi dengan pemain lain menjadi penting. Angulo mengaku terus berusaha mengenali karakter rekan-rekannya di lapangan. Dengan begitu, koordinasi di area tengah bisa berjalan lebih cepat ketika pertandingan resmi dimulai.
“Untuk beradaptasi, saya hanya perlu merasakan teman-teman, mengetahui bagaimana mereka bermain dan bagaimana kami bermain bersama. Setelah itu, kami akan mendapatkan hasil yang baik,” katanya.
Persoalan transisi tersebut bakal langsung diuji pada laga perdana Championship 2026/2027 kontra Persela Lamongan. Pertandingan pembuka menjadi kesempatan bagi Persis untuk melihat sejauh mana hasil latihan selama pramusim bisa diterapkan ketika menghadapi lawan sebenarnya.
Angulo menyadari laga pertama tidak akan berjalan mudah. Selain Persis yang baru membentuk komposisi tim, seluruh peserta kompetisi tentu memiliki motivasi serupa untuk mengawali musim dengan hasil positif.
“Saya pikir semua pertandingan pertama akan sulit karena kami baru menyelesaikan pramusim dan ada pemain-pemain baru. Tapi kami akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan tiga poin dan saya percaya kami bisa mendapatkan tiga poin,” tegasnya.
Baca Juga: Festival Payung Kembali Digelar Di Taman Balekambang, Jadi Sarana Diplomasi Budaya
Tak sekadar menargetkan kemenangan, Angulo juga berharap bisa memberikan kontribusi langsung dalam laga debutnya. Dia ingin tampil pada pertandingan pertama sekaligus membuka keran gol bersama Laskar Sambernyawa.
“Saya ingin mencetak gol. Saya ingin bermain di pertandingan pertama, mencetak gol dan memulai liga dengan baik,” pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy