Isen Mulang Kalteng FC dan Java United Kena Sanksi Pengurangan Poin di Liga 1, Ternyata Gara-Gara Hal Ini

Niko auglandy • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 23:30 WIB
Logo Liga 1
Logo Liga 1

RADARSOLO.COM – Kompetisi Super League 2026/2027 bahkan belum benar-benar dimulai. Namun, dua klub sudah harus menerima pukulan telak. I.League resmi menjatuhkan sanksi pengurangan dua poin kepada Isen Mulang Kalteng FC dan Java United FC.

Sanksi tersebut membuat kedua klub harus mengawali perjalanan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan posisi minus dua poin.

Keputusan itu diambil setelah kedua klub melakukan perubahan home base atau stadion yang akan digunakan untuk menggelar pertandingan Super League 2026/2027. Perubahan dilakukan setelah proses Club Licensing Cycle 2025/2026 selesai.

Baca Juga: Klasemen Liga 1 Indonesia Super League 2026/2027 Pekan Ke-1: Arema Melesat ke Puncak

I.League menilai perubahan tersebut berdampak pada tidak terpenuhinya salah satu kriteria yang telah ditetapkan dalam Regulasi Club Licensing, khususnya terkait aspek infrastruktur.

Dalam regulasi tersebut, setiap klub diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk kriteria infrastruktur stadion. Perubahan home base setelah proses lisensi klub selesai membuat terdapat persyaratan infrastruktur yang tidak lagi terpenuhi.

Konsekuensinya cukup berat. Kegagalan memenuhi salah satu kriteria dalam Club Licensing berujung pada pengurangan dua poin.

Baca Juga: Sepekan Jelang Championship 2026/2027, Legiun Asing Anyar Persis Solo Berpacu Kejar Adaptasi

Dengan demikian, Isen Mulang Kalteng FC dan Java United FC masing-masing dipastikan memulai Super League 2026/2027 dengan pengurangan dua poin.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan sanksi tersebut merupakan konsekuensi atas tidak terpenuhinya kriteria infrastruktur sesuai ketentuan Regulasi Club Licensing.

“Perubahan home base atau stadion setelah proses Club Licensing Cycle 2025/26 selesai menyebabkan terdapat kriteria infrastruktur yang tidak terpenuhi. Sesuai dengan Regulasi Club Licensing, kondisi tersebut memiliki konsekuensi berupa pengurangan dua poin,” ujar Asep.

Menurutnya, penerapan sanksi tersebut menjadi bagian dari upaya I.League memastikan seluruh aturan kompetisi dijalankan secara konsisten oleh setiap peserta.

Asep menegaskan, setiap klub memiliki kewajiban untuk memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan dalam Regulasi Club Licensing. Karena itu, setiap pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku memiliki konsekuensi sesuai regulasi.

“Setiap klub memiliki kewajiban untuk memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan dalam Regulasi Club Licensing. Penerapan sanksi ini merupakan bagian dari proses penegakan regulasi dan komitmen untuk menjaga standar serta integritas kompetisi,” katanya.

Sanksi ini tentu menjadi persoalan tersendiri bagi Isen Mulang Kalteng FC dan Java United FC. Mereka harus bekerja lebih keras sejak awal musim untuk menutup defisit poin yang sudah diterima sebelum pertandingan pertama digelar.

Super League 2026/2027 pun akan dimulai dengan catatan menarik. Ketika klub-klub lain memulai kompetisi dari nol, dua peserta tersebut harus memulai perjalanan dari posisi minus dua.

I.League menegaskan komitmennya untuk menjalankan kompetisi secara konsisten serta memastikan seluruh peserta memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Bagi Isen Mulang Kalteng FC dan Java United FC, keputusan ini menjadi konsekuensi awal yang harus mereka hadapi sebelum persaingan di lapangan benar-benar dimulai. (fid)

Editor : Niko auglandy
isen mulang kalteng fc Super League liga 1