PSIM Jogja Incar Tiga Poin Kado Ulang Tahun ke-97, sang Dirut Ungkap Harapannya

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 15:36 WIB
Ilustrasi PSIM Jogja yang akan menghadapi laga perdana di musim baru BRI Super League 2026/27 dengan laga kandang di Stadion Sultan Agung, Bantul menjamu Persita Tangerang, Sabtu (5/9/2026). (INSTAGRAM PSIM JOGJA)
Ilustrasi PSIM Jogja yang akan menghadapi laga perdana di musim baru BRI Super League 2026/27 dengan laga kandang di Stadion Sultan Agung, Bantul menjamu Persita Tangerang, Sabtu (5/9/2026). (INSTAGRAM PSIM JOGJA)

RADARSOLO.COM-PSIM Jogja bersiap mengarungi laga pembuka musim baru kompetisi BRI Super League 2026/27.

Laskar Mataram dijadwalkan melakoni partai kandang menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (5/9/2026) dengan waktu kick-off pukul 15.30 WIB.

Pertandingan ini terasa amat krusial dan bermakna emosional bagi seluruh elemen tim. Kemenangan atas Pendekar Cisadane ditargetkan menjadi kado istimewa tiga poin untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) PSIM Jogja yang ke-97.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru PSIM Jogja di Super League 2026/2027: 5 Pemain Baru Datang, 20 Nama Dipertahankan 

Pelatih kepala PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel, menegaskan kesiapan skuad asuhannya untuk membakar semangat juang di atas lapangan.

"Kami benar-benar ingin segera memulai kompetisi kembali, terlebih bertepatan hari ulang tahun PSIM. Ini akan menjadi hari spesial, dan saya sangat menantikannya," ungkap juru taktik berkebangsaan Belanda tersebut.

Sitasi Taktis Van Gastel: Belajar dari Analogi Arne Slot di Liverpool

Menghadapi laga perdana, Van Gastel menyoroti tantangan taktis yang berpotensi menyulitkan timnya, yakni membongkar garis pertahanan rapat (low block) lawan yang kerap menjadi kendala sejak musim lalu.

Guna menggambarkan kerumitan taktik tersebut, Van Gastel mengutip pandangan pelatih Liverpool di Premier League Arne Slot.

"Seperti pernah disampaikan Arne Slot saat melatih Liverpool musim lalu, sangat sulit membongkar pertahanan blok rendah. Jika Liverpool saja kesulitan menghadapinya, tim seperti PSIM menghadapi tantangan serupa," jelas Van Gastel.

Meski menyadari potensi skema bertahan rapat dari lawan, Van Gastel menegaskan bahwa target utama Laskar Mataram tidak berubah, yaitu mengamankan poin penuh di kandang.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027: Aroma Timnas Kian Terasa, Satu Nama Dilepas ke PSS

Antusiasme Kapten Baru dan Link Live Streaming

Nada optimis juga disampaikan oleh ban kapten anyar PSIM Jogja Franco Ramos Mingo.

Pemain yang memimpin Laskar Mataram di musim 2026/27 ini mengaku seluruh pemain sudah berada dalam kondisi siap tempur.

"Kami sangat antusias menyambut musim baru ini, khususnya karena laga bertepatan hari ulang tahun PSIM. Jadi, kami siap untuk pertandingan ini," tegas Ramos.

Jadwal & Informasi Siaran Langsung:

Sementara itu, Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno menegaskan rasa bangganya terhadap eksistensi klub yang kini bersiap menatap fase satu abad (100 tahun).

Menurutnya, PSIM mengantongi nilai historis yang amat kaya di kancah sepak bola nasional.

Baca Juga: Ditahan Imbang Persiku Kudus, Persis Solo Punya PR Berat Jelang Laga Perdana Liga 2

“Makna usia ke-97 PSIM itu sudah pasti luar biasa karena nilai historisnya sangat kaya. Saya selalu mengatakan di media mana pun bahwa saya sangat bangga dengan PSIM. Klub yang diamanahkan oleh Tuhan kepada saya ini memiliki nilai sejarah tinggi dan sangat membanggakan,” ujar sosok yang akrab disapa Liana.

Akar Pendiri PSSI dan Slogan Honor the Legacy

Liana membeberkan bahwa ikatan sejarah PSIM sangat kuat karena berstatus sebagai satu dari tujuh klub pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Bahkan, kantor lama PSIM di Yogyakarta pernah difungsikan sebagai lokasi Kongres PSSI perdana pada masa awal pembentukan federasi.

Rekam jejak sejarah tersebut menjadi fondasi utama lahirnya slogan resmi klub menuju usia seabad: Honor the Legacy.

"Selain nilai sejarahnya yang kuat, kami merupakan salah satu pendiri PSSI. Kantor kami di Yogyakarta pun merupakan kantor yang digunakan oleh PSSI saat menggelar kongres untuk pertama kalinya. Oleh sebab itu, kami memiliki slogan bertajuk Honor the Legacy untuk mengingatkan kami agar senantiasa menjaga tradisi serta warisan kebudayaan Yogyakarta," terang Liana.

Implementasi Tradisi Keraton hingga Komersialisasi Batik Parang

Penerapan semangat Honor the Legacy tidak sekadar menjadi jargon, melainkan diwujudkan secara konsisten melalui ritual kebudayaan rutin sebelum mengarungi musim kompetisi resmi:

“Bagaimanapun, PSIM adalah bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya akan budaya. Kami turut mengimplementasikan unsur kebudayaan tersebut ke ranah komersial, baik melalui konten media sosial maupun desain produk resmi,” pungkas Liana. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : berbagai sumber
kado ulang tahun Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno psim jogja