Rapor 6 Laga Uji Coba Persis Solo Jelang Liga 2 Memprihatinkan: Lini Depan dan Belakang Jadi Buah Bibir

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 17:48 WIB
Laga uji coba Persis Solo melawan Persiku Kudus di Stadion Kebogiro, Jumat sore (4/9/2026). (Tim Media Persis Solo)
Laga uji coba Persis Solo melawan Persiku Kudus di Stadion Kebogiro, Jumat sore (4/9/2026). (Tim Media Persis Solo)

RADARSOLO.COM - Persis Solo belum menunjukkan performa ideal setelah merampungkan enam laga uji coba menuju Championship 2026/2027. Laskar Sambernyawa hanya mengemas dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Produktivitas lini depan menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar sebelum kompetisi resmi bergulir.

Rangkaian uji coba Persis diawali dengan kemenangan 3-1 atas Dewa United. Namun, hasil positif tersebut tidak berlanjut. Persis kemudian takluk 0-2 dari klub Liga 2 asal Sumatera, yakni PSPS Pekanbaru dan berlanjut keok 0-1 saat menghadapi klub baru asal Semarang, yakni Java United.

Laskar Sambernyawa sempat bangkit dengan kemenangan telak 3-0 atas Persekabpas Pasuruan. Sayangnya, dua pertandingan terakhir kembali memberikan hasil kurang memuaskan. Persis kalah tipis 0-1 dari PSMS Medan, sebelum ditahan Persiku Kudus tanpa gol di Stadion Kebogiro, Boyolali, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Deru Mesin Kembali Menggema di Manahan, 500 Pembalap Ramaikan Gubernur Jateng Drag Bike 2026

Jika melihat keseluruhan hasil, Persis hanya mampu mencetak enam gol dari enam pertandingan. Sebaliknya, gawang Laskar Sambernyawa kebobolan lima kali.

Persoalan produktivitas menjadi catatan paling mencolok. Dari enam pertandingan, empat laga di antaranya berakhir tanpa gol Persis. Seluruh enam gol yang dicetak tim justru hanya berasal dari dua pertandingan, yakni ketika menghadapi Dewa United dan Persekabpas.

Persis mencetak tiga gol saat mengalahkan Dewa United dan kembali menyarangkan tiga gol ke gawang Persekabpas. Artinya, dalam empat laga lainnya, lini depan Laskar Sambernyawa sama sekali gagal mencatatkan gol.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru PSS Sleman di Super League 2026/2027: Datangkan 7 Pemain Baru dan Lepas Pemain ke Persiku

Kondisi tersebut terlihat ketika Persis menghadapi PSPS Pekanbaru, Java United, PSMS Medan, hingga Persiku Kudus. Ketajaman lini depan pun menjadi salah satu aspek yang harus segera dibenahi sebelum kompetisi resmi dimulai.

Di sisi lain, sektor pertahanan menunjukkan rapor yang relatif lebih stabil. Persis hanya kebobolan lima gol dalam enam pertandingan atau rata-rata kurang dari satu gol per laga. Dua clean sheet juga berhasil dicatat, masing-masing saat menang 3-0 atas Persekabpas dan ketika bermain imbang 0-0 melawan Persiku.

Baca Juga: Wushu Kota Solo Raih 2 Emas, 4 Perak, dan 4 Perunggu di Popda Jateng 2026

Namun, catatan tersebut belum cukup untuk membuat Persis berada dalam kondisi ideal. Sebab, hasil positif belum mampu diraih secara konsisten. Dari enam laga, Persis hanya dua kali menang, sementara tiga pertandingan berakhir dengan kekalahan.

Rangkaian uji coba tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Ricky Nelson. Pelatih kepala Persis itu mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi setelah melihat penampilan tim pada laga terakhir.

“Jujur saja penampilan hari ini kurang bagus. Performa uji coba dari pemain tidak seperti yang kita inginkan,” kata Ricky dilansir Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi klub.

Waktu sekitar satu pekan yang tersisa bakal dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan. Ricky berharap tim bisa segera meningkatkan performa sebelum menjalani pertandingan perdana Championship 2026/2027.

“Kita harus segera kembali performa kita dalam seminggu ini sehingga begitu melawan Lamongan kita siap,” jelasnya.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru PSIM Jogja di Super League 2026/2027: 5 Pemain Baru Datang, 20 Nama Dipertahankan 

Persela Lamongan bakal menjadi lawan Persis pada pertandingan perdana kompetisi. Karena itu, waktu yang tersisa menjadi periode krusial bagi Laskar Sambernyawa untuk merespons hasil enam laga uji coba.

Enam pertandingan tersebut setidaknya telah memberikan gambaran mengenai pekerjaan rumah Persis. Ketajaman yang belum konsisten, produktivitas yang masih rendah, serta performa yang naik turun menjadi catatan yang harus segera dijawab Ricky Nelson sebelum tim memulai perjuangan di Championship 2026/2027. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
persis solo liga 2 persiku kudus