RADARSOLO.COM - Dalam enam laga uji coba yang dijalaninya, Persis Solo hanya bisa cetak 6 gol. Lini serang mereka disorot jelang Liga 2 bergulir.
Di kubu lain, Kendal Tornado FC malah menutup rangkaian uji coba dengan produktivitas yang mengesankan.
Laskar Badai Pantura membukukan 42 gol hanya dalam tiga pertandingan terakhir. Namun, bagi pelatih Stefan Rullin Keeltjes, bukan jumlah gol yang menjadi ukuran utama. Perkembangan kepercayaan diri pemain dalam memanfaatkan peluang justru dinilai lebih penting.
Tiga pertandingan terakhir Kendal Tornado berakhir dengan kemenangan telak. Tim besutan Stefan masing-masing menggasak Porprov Kabupaten Pemalang 12-0, ASTI Kendal 16-0, dan Porprov Kabupaten Demak 14-0.
Rentetan tersebut menjadi bagian dari evaluasi tim pelatih setelah penyelesaian akhir sempat menjadi persoalan. Kendal Tornado sebelumnya dinilai cukup sering menciptakan peluang, tetapi belum mampu mengonversinya menjadi gol secara maksimal.
Dalam tiga laga terakhir, perubahan mulai terlihat. Dilansir Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi klub, Stefan menyebut pemain mulai menunjukkan perkembangan ketika memasuki area akhir serangan. Kepercayaan diri dalam mengambil keputusan di depan gawang juga semakin tumbuh.
"Catatannya, kami ada perbaikan dan peningkatan, terutama di masalah scoring. Waktu kemarin kami uji coba, kami banyak bermasalah dengan bagaimana memanfaatkan peluang," ujar Stefan usai uji coba di Charlie Training Center, Salamsari, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga: Deru Mesin Kembali Menggema di Manahan, 500 Pembalap Ramaikan Gubernur Jateng Drag Bike 2026
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, perubahan tidak hanya tercermin dari skor akhir. Pemain mulai lebih berani dan yakin ketika memperoleh kesempatan mencetak gol. Kemampuan teknis dalam penyelesaian akhir pun menunjukkan peningkatan.
"Tapi di tiga uji coba terakhir ini anak-anak bisa terlihat sekali bagaimana tekniknya, kepercayaan dirinya untuk bikin gol. Jadi, ada peningkatan di sana," katanya.
Meski ketajaman lini depan mulai menunjukkan perkembangan, Stefan tidak ingin buru-buru menganggap seluruh pekerjaan rumah telah selesai. Sejumlah catatan masih menjadi bahan evaluasi internal tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Stefan memilih tidak membeberkan detail evaluasi tersebut. Selain menyangkut individu pemain, beberapa catatan berkaitan dengan kebutuhan internal tim yang tidak dapat disampaikan kepada publik.
"Evaluasinya pasti ada, cuma saya tidak bisa sebutkan di media. Itu untuk personal dan internal kami. Tapi kami masih punya waktu untuk memperbaiki sebelum lawan The Red," tutur Stefan.
Baca Juga: Wushu Kota Solo Raih 2 Emas, 4 Perak, dan 4 Perunggu di Popda Jateng 2026
Kini, waktu persiapan Kendal Tornado semakin terbatas. Setelah seluruh rangkaian uji coba rampung, Laskar Badai Pantura memasuki pekan terakhir sebelum menjalani pertandingan resmi.
Fokus latihan pun mulai bergeser. Jika sebelumnya tim pelatih masih melihat respons pemain dalam pertandingan uji coba, kini pemantapan taktikal menjadi prioritas. Pola permainan dan rencana menghadapi pertandingan pembuka mulai dikunci.
"Satu pekan terakhir kita mantapkan soal taktikal. Kami sudah bicara bagaimana soal bermain, game plan kami lawan The Red," jelasnya.
Pemantapan tersebut menjadi penting karena pertandingan resmi tentu menghadirkan tekanan berbeda dibandingkan laga uji coba. Kendal Tornado tidak ingin rentetan kemenangan dengan skor besar membuat pemain terlena ketika memasuki kompetisi sebenarnya.
Pada laga perdana, pemain dituntut mampu menjaga konsentrasi, menjalankan instruksi taktikal, sekaligus mengelola tekanan pertandingan. Karena itu, mental menjadi salah satu aspek yang turut mendapat perhatian.
Stefan menyadari pertandingan pertama tidak akan mudah. Kendati demikian, perkembangan yang ditunjukkan selama masa persiapan membuatnya tetap optimistis. Ia percaya para pemain memiliki modal mental untuk menghadapi laga pembuka.
"Pertandingan pertama memang tidak mudah, tapi kami percaya kepada anak-anak. Mereka bisa punya mental yang bagus di match awal nanti," tandas Stefan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy