RADARSOLO.COM – Persiapan Persis Solo menatap musim baru tidak hanya dilakukan dengan mematangkan taktik dan strategi di atas lapangan. Laskar Sambernyawa juga menaruh perhatian besar terhadap kesiapan mental, kebersamaan, hingga kekompakan antarpemain.
Selain memperkuat persiapan melalui latihan dan doa, manajemen Persis Solo mengambil langkah positif dengan menggelar kegiatan team building. Agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan Laskar Sambernyawa menjelang bergulirnya Pegadaian Championship 2026/2027 (Liga 2).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan pemain dan jajaran ofisial untuk semakin mengenal satu sama lain serta membangun chemistry, terutama mengingat komposisi tim Persis musim ini mengalami banyak perubahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Astana Mangadeg. Setelah itu, tim melanjutkan agenda dengan berbagai permainan di Atsiri, kemudian mengikuti kegiatan outbound menggunakan jeep dan river tubing.
Pelatih Kepala Persis Solo, Ricky Nelson, menilai kegiatan tersebut penting dilakukan sebelum kompetisi dimulai. Sebab, Persis musim ini diperkuat banyak pemain dan ofisial baru.
Menurut Ricky, waktu yang tersedia sebelum bergulirnya kompetisi harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun kebersamaan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Kita perlu melakukan hal ini dikarenakan PERSIS yang sekarang ini banyak pemain baru dan ofisial juga baru. Waktu yang ada tentunya harus dimanfaatkan sebelum kompetisi dimulai untuk menyatukan chemistry kita, tidak hanya di dalam lapangan tetapi juga di luar lapangan. Karena itu acara ini dibuat,” ujar Ricky di sela-sela kegiatan, Minggu (6/9).
Baca Juga: Bantuan Pangan Bulog Mulai Dibagikan, Jatah Tak Diambil Lima Hari Beralih ke Penerima Cadangan
Selain mempererat kekompakan, kegiatan team building tersebut juga menjadi bagian dari persiapan mental para pemain. Persis akan menghadapi tantangan besar pada pertandingan pertama dengan menjalani laga tandang menghadapi Persela Lamongan.
Ricky menilai kesiapan mental menjadi faktor penting ketika tim harus bermain di kandang lawan dengan tekanan dari suporter tuan rumah.
“Tentu ini akan memberikan dampak yang baik untuk tim karena kita harus rileks saat away. Pasti tim tuan rumah diuntungkan secara mental, suporternya ramai, tekanan buat kita pasti besar. Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan mental. Artinya, kegiatan ini juga untuk bersiap dalam bertanding,” jelasnya.
Sementara itu, mewakili para pemain, Asep Berlian mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi kekompakan tim. Setelah setiap hari menjalani rutinitas latihan bersama jajaran pelatih, para pemain memiliki kesempatan membangun kedekatan dalam suasana yang berbeda.
“Ini kegiatan penting ya, pengaruh buat tim karena membangun chemistry berawal dari sini. Selain kita menjalankan latihan setiap hari dengan staf pelatih, alhamdulillah kekompakan juga terlihat semakin erat kekeluargaan kita ini,” ucap Asep.
Baca Juga: Daftar Harga Mitsubishi Xpander Bekas Terbaru 2026: Modal Rp170 Juta Sudah Bisa Dapat Tahun Muda?
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk melakukan penyegaran sebelum menghadapi kompetisi yang panjang. Aktivitas di luar lapangan membuat suasana tim menjadi lebih cair dan penuh keceriaan.
“Ini buat refresh kita selama ini dan untuk persiapan menjelang kompetisi ini sangat penting buat pemain, bangun mentalitas. Karena selama ini kan kita di lapangan terus dan adanya kegiatan ini terlihatlah keceriaan teman-teman,” tandasnya.
Dengan kompetisi yang semakin dekat, Persis Solo kini tak hanya fokus memantapkan permainan di atas lapangan. Kekompakan, chemistry, dan mental para pemain juga terus dibangun.
Bagi Laskar Sambernyawa, perjalanan menuju Pegadaian Championship 2026/2027 membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Persatuan tim dan chemistry yang kuat diharapkan menjadi salah satu modal Persis Solo untuk menghadapi ketatnya persaingan, termasuk saat memulai musim dengan laga tandang menghadapi Persela Lamongan.
Editor : Niko auglandy