RADARSOLO.COM – Laga pekan pertama Pegadaian Championship 2026/2027 yang mempertemukan PSBS Biak melawan Deltras FC di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (13/9), terancam batal digelar. Ancaman tersebut muncul setelah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) secara tegas menolak keikutsertaan PSBS Biak dalam kompetisi musim ini.
APPI menyampaikan sikap tersebut melalui pernyataan resmi pada Kamis (10/9/2026). Organisasi yang mewadahi pesepakbola profesional Indonesia itu juga mengaku telah melayangkan surat keberatan kepada I.League terkait keikutsertaan PSBS Biak di Championship 2026/2027.
APPI meminta agar seluruh kewajiban PSBS Biak terhadap para pemain diselesaikan terlebih dahulu sebelum klub tersebut mengikuti kompetisi.
Dalam pernyataannya, APPI menyoroti dugaan belum dijalankannya sejumlah putusan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia serta putusan Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA yang berkaitan dengan kewajiban klub kepada pemain.
“APPI tegas menolak keikutsertaan PSBS Biak di Kompetisi Championship 2026/2027: dua musim putusan DRC FIFA dan NDRC Indonesia belum dijalankan,” tulis APPI dalam pernyataan resminya, Kamis (10/9).
Berdasarkan data dan dokumen hukum yang disebut dimiliki APPI, PSBS Biak disebut masih mempunyai kewajiban dari dua musim kompetisi berturut-turut.
Untuk musim 2024/2025, APPI menyebut terdapat enam putusan NDRC Indonesia dengan total kewajiban Rp247.332.667 yang belum diselesaikan. Sementara pada musim 2025/2026, terdapat 18 putusan NDRC dengan total kewajiban Rp2.048.026.114.
Dengan demikian, APPI menyebut total kewajiban PSBS Biak kepada pemain yang belum dibayarkan mencapai Rp2.295.358.781. Nilai tersebut, menurut APPI, belum termasuk kewajiban berdasarkan perkara atau putusan DRC FIFA.
Tak hanya persoalan putusan sengketa, APPI juga menyoroti catatan registration ban PSBS Biak di laman FIFA. Berdasarkan data yang disebut APPI, terdapat 14 registration ban yang tercatat untuk PSBS Biak sejak Oktober 2025 hingga September 2026.
Menurut APPI, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang berlangsung cukup panjang dan berpotensi kembali muncul pada kompetisi Championship 2026/2027.
Minta I.League dan PSSI Tegas
APPI menegaskan persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan urusan administratif atau kontraktual. Menurut mereka, masalah itu menyangkut kepastian hukum, perlindungan hak pemain, profesionalisme kompetisi, serta prinsip sportivitas dan fair play.
APPI memahami setiap klub memiliki hak untuk berkompetisi sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku. Namun, hak tersebut dinilai harus berjalan beriringan dengan kewajiban menghormati hak pemain serta menjalankan putusan lembaga penyelesaian sengketa yang telah ditetapkan FIFA maupun PSSI.
Baca Juga: Persebi Boyolali Buka Seleksi Terbuka Gratis, Pemain Lokal Dipanggil Jelang Liga 4 2026/2027
“APPI meminta kepada I.League dan PSSI sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam proses verifikasi dan registrasi dalam penyelenggaraan kompetisi untuk mempertimbangkan secara serius dan mengambil langkah yang tegas terkait dengan persyaratan klub-klub yang akan menjadi peserta kompetisi termasuk tidak mengikutsertakan klub-klub yang masih mempunyai kewajiban pembayaran gaji kepada pemainnya,” tegas APPI.
APPI menyatakan tetap mendukung penyelenggaraan kompetisi profesional dan mengapresiasi sejumlah perubahan serta peningkatan standar yang dilakukan I.League dan PSSI.
Namun, organisasi tersebut meminta proses verifikasi dan registrasi peserta kompetisi benar-benar mempertimbangkan pemenuhan kewajiban klub kepada pemain.
Sementara itu, berdasarkan jadwal yang telah beredar, PSBS Biak tetap dijadwalkan melakoni pertandingan perdana Championship 2026/2027 melawan Deltras FC di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (13/9). Kick-off dijadwalkan pukul 19.00 WIB.
Laga tersebut menjadi salah satu pertandingan pembuka Grup Timur. PSBS Biak sendiri menggunakan Stadion Sriwedari sebagai homebase selama kompetisi musim ini.
Dengan munculnya keberatan resmi dari APPI hanya sehari sebelum kompetisi Liga 2 dimulai, status keikutsertaan PSBS Biak kini menjadi sorotan. Keputusan akhir mengenai kelanjutan keikutsertaan klub dan pertandingan tetap berada pada pihak yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan kompetisi.
Editor : Niko auglandy