RADARSOLO.COM – Kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 alias Liga 2 musim ini segera bergulir, dan kickoff 11 September 2029. Mengejutkannya, sejumlah klub harus memulai perjuangannta musim ini dengan kondisi berbeda setelah menerima sanksi pengurangan poin.
Kondisi tersebut terlihat dalam klasemen awal Pegadaian Championship 2026/2027 yang baru saja dirilis I.League, selalu operator kompetisi Liga 2. Sebelum memainkan pertandingan pertama, beberapa klub sudah berada di bawah nol poin alis poin minus.
Di Grup A atau Grup Barat, Persikad, PSGC Ciamis, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, dan Adhyaksa FC Bekasi berada di posisi teratas dengan modal awal nol poin. Persiraja Banda Aceh, PSIS Semarang, Semen Padang FC, dan Sumsel United memulai kompetisi dengan minus satu poin.
Sementara itu, Persiku menjadi klub dengan hukuman pengurangan poin terbesar di Grup A. Persiku harus memulai kompetisi dengan minus dua poin.
Persaingan di Grup B atau Grup Timur juga tidak kalah menarik. De Red FC, Deltras FC, Persis Solo, PS Barito Putera, dan RANS Nusantara FC mengawali musim dengan nol poin.
Kendal Tornado FC, Persela Lamongan, dan Persipura Jayapura masing-masing memulai kompetisi dengan minus satu poin.
Lebih berat, Persiba Balikpapan dan PSBS Biak harus mengawali perjalanan mereka dengan minus empat poin. Artinya, kedua tim tersebut membutuhkan perjuangan ekstra untuk mengejar klub-klub lain sejak awal kompetisi.
Dengan kondisi tersebut, pertandingan pertama menjadi sangat penting bagi klub-klub yang terkena sanksi pengurangan poin. Kemenangan bukan sekadar tambahan tiga angka, tetapi juga menjadi momentum untuk menghapus defisit poin yang sudah mereka bawa sejak awal musim.
Pegadaian Championship 2026/2027 pun diprediksi berlangsung ketat karena setiap pertandingan akan memiliki arti penting dalam persaingan menuju fase berikutnya dan target promosi. (nik)
Editor : Niko auglandy