RADARSOLO.COM - Kenapa Badan Wasit Inggris minta maaf kepada Man United setelah pertandingan derbi Manchester? Jawabannya berkaitan dengan kontroversi gol Erling Haaland yang menjadi penentu kemenangan Manchester City atas Manchester United.
Manchester City berhasil mengalahkan Man United dengan skor 1-0 dalam lanjutan Premier League 2026-2027 di Old Trafford, Minggu (13/9/2026).
Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak Erling Haaland pada menit ke-60. Namun, proses lahirnya gol itu kemudian memicu perdebatan karena sebelumnya wasit sempat menganulir gol akibat offside.
Badan wasit profesional Inggris, Pro Ref, akhirnya mengakui terdapat kesalahan dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
Pro Ref bahkan menyatakan VAR seharusnya meminta wasit melakukan on-field review atau pemeriksaan langsung melalui monitor di tepi lapangan sebelum gol Haaland disahkan.
Pengakuan tersebut disampaikan beberapa jam setelah pertandingan Man United vs Man City berakhir. Pro Ref juga mengonfirmasi telah menghubungi Manchester United untuk menyampaikan pengakuan atas kesalahan penilaian tersebut.
Awalnya Gol Erling Haaland Dianulir
Kontroversi bermula ketika Erling Haaland berhasil menyelesaikan serangan Manchester City pada menit ke-60.
Wasit di lapangan sempat menganggap Haaland berada dalam posisi offside sehingga gol tersebut dianulir.
VAR kemudian melakukan pemeriksaan terhadap posisi pemain Manchester City dan menemukan bahwa Haaland sebenarnya masih berada dalam posisi onside.
Posisi bek Man United, Patrick Dorgu, membuat Haaland tidak berada dalam posisi offside ketika bola dikirimkan kepadanya.
Setelah pemeriksaan VAR, keputusan di lapangan pun dibatalkan dan gol Erling Haaland diberikan.
Gol tersebut akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan. Manchester City menang 1-0 atas Man United meski harus bermain dengan 10 pemain.
Enzo Fernandez Jadi Sumber Kontroversi
Masalahnya ternyata bukan hanya mengenai posisi Haaland.
Dalam rangkaian serangan sebelum gol tercipta, pemain Manchester City, Enzo Fernandez, berada dalam posisi offside. Fernandez memang tidak menyentuh bola, tetapi pergerakannya menjadi bagian penting dari kontroversi tersebut.
Pro Ref menilai pergerakan Fernandez berpotensi memengaruhi pemain bertahan Man United, Lisandro Martinez, ketika berusaha mengejar atau memotong arah bola.
Karena Fernandez tidak melakukan kontak dengan bola, keputusan apakah ia benar-benar mengganggu lawan menjadi penilaian subjektif.
Di sinilah Pro Ref menilai VAR seharusnya mengambil langkah lebih jauh dengan meminta wasit melihat tayangan secara langsung di monitor.
"Dalam serangan yang sama, ditetapkan bahwa Enzo Fernandez tidak memainkan bola sehingga hal itu membuat pelanggaran offside bersifat subjektif," jelas Pro Ref seperti dikutip Sky Sports.
Menurut Pro Ref, VAR tidak cukup mempertimbangkan pengaruh posisi dan gerakan Fernandez terhadap pemain bertahan Man United.
"Namun, dalam kasus ini, VAR tidak mengenali kemungkinan dampak dari posisinya dan seharusnya merekomendasikan pemeriksaan langsung di lapangan," lanjut pernyataan tersebut.
Badan Wasit Inggris Minta Maaf kepada Man United
Pengakuan Pro Ref membuat kontroversi gol Erling Haaland semakin menjadi perhatian.
Badan wasit Inggris tersebut menyebut telah menghubungi pihak Man United pada Minggu malam untuk mengakui kesalahan yang terjadi.
"Kontak telah dilakukan dengan Manchester United malam ini untuk mengakui apa yang kami anggap sebagai kesalahan penilaian. Peninjauan terhadap insiden tersebut akan dilakukan," ujar Pro Ref.
Sebelumnya, Premier League Match Centre melalui media sosial X menjelaskan bahwa VAR menganggap Haaland berada dalam posisi onside.
VAR juga menyatakan Enzo Fernandez tidak memainkan bola sehingga tidak dianggap melakukan pelanggaran offside.
Kenapa Keputusan VAR Dipermasalahkan?
Perdebatan semakin besar karena aturan offside tidak hanya melihat apakah pemain yang berada dalam posisi offside menyentuh bola atau tidak.
Seorang pemain bisa tetap dinyatakan melakukan pelanggaran apabila keberadaannya atau gerakannya memberikan pengaruh terhadap pemain lawan.
Beberapa kondisi yang dapat membuat pemain dianggap melakukan pelanggaran offside antara lain ketika pemain:
- Menghalangi lawan sehingga lawan tidak dapat memainkan atau memiliki kesempatan memainkan bola.
- Menantang lawan untuk memperebutkan bola.
- Berusaha memainkan bola di dekatnya dan tindakan tersebut memengaruhi lawan.
- Melakukan gerakan yang secara nyata mengganggu kemampuan lawan memainkan bola.
Dalam kasus ini, posisi Enzo Fernandez menjadi bagian yang dipersoalkan karena pergerakannya diduga dapat memengaruhi Martinez.
Karena itu, Kenapa Badan Wasit Inggris Minta Maaf kepada Man United akhirnya terjawab: bukan karena posisi Erling Haaland semata, melainkan karena VAR dinilai gagal mempertimbangkan kemungkinan pengaruh Fernandez dalam rangkaian serangan sebelum gol.
Dengan pengakuan Pro Ref tersebut, kontroversi gol Erling Haaland dalam kemenangan Manchester City atas Man United dipastikan masih menjadi bahan pembahasan setelah derbi Manchester berakhir.
Editor : Nur PramuditoSumber : skysports.com