Persipura Jayapura Akui Ada Beban Besar di Tim Usai Tumbang dari Barito Putera

Niko auglandy • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:42 WIB
Persipura melawan Barito Putera  di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (12/9). (dok. Barito Putera)
Persipura melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (12/9). (dok. Barito Putera)

RADARSOLO.COM – Persipura Jayapura tak ingin berlama-lama meratapi hasil minor pada pekan pertama Pegadaian Championship 2026/2027. Kekalahan 2-3 dari PS Barito Putera langsung menjadi bahan evaluasi Mutiara Hitam untuk menghadapi perjalanan panjang kompetisi Liga 2 musim ini.

Persipura harus mengakui keunggulan Barito Putera dalam pertandingan di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (12/9). Sempat tertinggal tiga gol, Persipura mampu memberikan perlawanan pada babak kedua, tetapi dua gol balasan belum cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Barito Putera tampil agresif sejak awal. Bayu Pradana Andriatmoko membuka keunggulan pada menit ke-20 sebelum Korneles Howay menggandakan skor hanya tiga menit berselang.

Korneles kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-65 untuk membawa Barito unggul 3-0.

Baca Juga: Kendal Tornado FC Buka Liga 2 dengan Kemenangan, Target Promosi Liga 1 Ditegaskan

Persipura baru mampu merespons pada menit ke-76 melalui D. Febrianto M. Uopmabin. Tonci Shouter Israel Ramandei kemudian memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-90.

Namun, gol tersebut datang terlalu terlambat. Persipura akhirnya harus mengawali kompetisi dengan kekalahan.

Pelatih Persipura Jayapura Andri Ramawi menyebut timnya langsung melakukan evaluasi setelah pertandingan. Salah satu perhatian utama adalah bagaimana tim bisa menghindari situasi ketika harus tertinggal jauh seperti saat menghadapi Barito.

"Banyak pertandingan ke depan, yang akan kami coba. Tentu, kami evaluasi untuk menatap itu," kata Andri Ramawi.

Menurut Andri, hasil laga perdana harus menjadi bahan pembelajaran. Persipura masih memiliki banyak pertandingan untuk memperbaiki performa dan membangun konsistensi.

Pemain Persipura, Reno Salampessy, juga melihat kekalahan tersebut dari sisi positif. Menurutnya, pertandingan pertama dapat menjadi momentum untuk mengetahui kekurangan tim sebelum menghadapi laga berikutnya.

"Ini pertandingan pertama. Saya rasa ini hal baik buat kami untuk perbaiki ke depannya. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kami untuk bisa lebih siap pertandingan selanjutnya," tuturnya.

Bidik Kemenangan di Pekan Kedua

Persipura tak memiliki banyak waktu untuk berlarut-larut. Laga kedua sudah menanti. Mutiara Hitam dijadwalkan menghadapi Kendal Tornado FC di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (18/9).

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Persipura untuk membayar kegagalan meraih poin pada pertandingan perdana.

Kemenangan tentu menjadi target penting, terlebih Persipura mengawali kompetisi dengan pengurangan satu poin. Karena itu, setiap laga memiliki arti penting dalam upaya mereka bersaing di Grup B Pegadaian Championship 2026/2027.

Kekalahan dari Barito menjadi pengingat bahwa Persipura harus tampil lebih solid sejak menit awal. Perlawanan di babak kedua menunjukkan Mutiara Hitam masih memiliki kemampuan untuk bangkit, tetapi konsistensi selama 90 menit menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. (nik)

Editor : Niko auglandy
persipura championship liga 2 barito putera