Persis Solo Kalah Lawan Persela Lamongan, Ricky Nelson: Stadion Surajaya Terlalu Bising

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:57 WIB
Suporter Persela Lamongan saat mendukung tim kebanggaannya melawan Persis Solo di Stadion Surajaya, Minggu (13/9/2026). (Tim Media Persela Lamongan)
Suporter Persela Lamongan saat mendukung tim kebanggaannya melawan Persis Solo di Stadion Surajaya, Minggu (13/9/2026). (Tim Media Persela Lamongan)

RADARSOLO.COM – Kekalahan 0-2 dari Persela Lamongan pada laga perdana Championship 2026/2027 (Liga 2) menyisakan sejumlah catatan tebal bagi Persis Solo untuk segera dievaluasi. Selain persoalan permainan di lapangan, pelatih Ricky Nelson juga menyoroti atmosfer Stadion Surajaya yang begitu bising, yang membuat konsentrasi pemain sedikit terpecah.

Laga yang berlangsung Minggu (13/9/2026) tersebut memang berjalan dalam tekanan tinggi. Dukungan suporter tuan rumah membuat suasana stadion begitu hidup sepanjang pertandingan. Ribuan suporter Persis juga datang langsung di laga ini.

Ricky mengakui atmosfer pertandingan turut memberikan pengaruh terhadap sejumlah pemain Persis. Terutama dalam hal komunikasi antarpemain selama laga berlangsung.

Menurutnya, kondisi stadion yang sangat ramai membuat instruksi dari pinggir lapangan tidak selalu dapat tersampaikan dengan baik. Situasi itu terasa ketika Ricky harus berkomunikasi dengan pemain yang berada di posisi cukup jauh.

“Beberapa pemain, tapi sebenarnya saya rasa pemain semua bersiapkan diri. Hanya memang atmosfer yang cukup luar biasa, saya pikir mengganggu juga ya, atmosfer karena penonton sangat berisik sekali,” ujar Ricky dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Pelatih berusia 45 tahun tersebut bahkan mengaku kesulitan memberikan instruksi kepada pemain yang posisinya berada jauh darinya. Suara bising dari tribun membuat komunikasi tidak berjalan semulus dalam situasi pertandingan dengan atmosfer yang lebih tenang.

“Bahkan kami juga nggak bisa ngomong ke pemain yang terjauh. Ya, tapi nggak apa-apa, itulah situasi yang terjadi. Jadi kita akan perbaiki nanti,” lanjutnya.

Meski demikian, Ricky tidak menjadikan atmosfer Surajaya sebagai alasan atas kekalahan Persis. Ia memahami kondisi tersebut merupakan bagian dari pertandingan, terlebih Persela tampil di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter.

Bagi Ricky, pemain harus mampu beradaptasi dengan situasi pertandingan seperti itu. Termasuk ketika harus bermain di hadapan puluhan ribu pasang mata dengan tekanan dari tribun yang begitu kuat.

Di sisi lain, Ricky justru memberikan apresiasi terhadap atmosfer yang tercipta di Stadion Surajaya. Ia menilai pertandingan berlangsung dalam suasana yang baik meski tensi persaingan cukup tinggi.

“Ya luar biasa, semua bisa dengan tertib, aman, damai. Ya ini good game, bahkan tadi Coach Bima juga katakan ini bagus sekali game-nya. Jadi saya pikir ya ini bagus buat penonton semua lah,” kata Ricky.

Ricky menyebut situasi tersebut menjadi bagian menarik dari pertandingan sepak bola. Dukungan suporter yang begitu besar menurutnya membuat laga perdana Persis di kompetisi musim ini memiliki atmosfer berbeda.

Di tengah atmosfer tersebut, Persis memang harus mengakui keunggulan Persela. Dua gol tuan rumah pada babak pertama melalui Hambali Tolib dan Risqki Utomo membuat Laskar Sambernyawa pulang tanpa poin dari Lamongan.

Ricky berharap pengalaman di Stadion Surajaya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi skuad Persis. Tim dituntut lebih siap menghadapi berbagai situasi pertandingan, termasuk tekanan atmosfer ketika bermain di kandang lawan.

Persis sendiri akan mendapat kesempatan bangkit pada pertandingan berikutnya. Laskar Sambernyawa dijadwalkan menjamu PSBS Biak di Stadion Manahan, Minggu (20/9/2026), sekaligus menjadi laga kandang pertama mereka di Championship 2026/2027. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
persis solo liga 2 persela lamongan Pegadaian Championship