RADARSOLO.COM – Persaingan di industri apparel olahraga terus berkembang. Tak hanya menyasar klub-klub profesional, sejumlah apparel lokal juga mulai mengambil peran dalam menopang kebutuhan tim di level kompetisi yang lebih rendah.
Salah satunya DWPRO Apparel. Memasuki 2026, apparel asal Soloraya tersebut menjalin kerja sama dengan tiga klub yang berkiprah di Liga 4, yakni FC Pare, Kediri United, serta yang terbaru adalah Mandau Putra.
Owner DWPRO Apparel, Yasmin Dona Septianto, mengatakan kerja sama tersebut berkaitan dengan penyediaan kebutuhan jersey tim. Mulai dari jersey home dan away untuk pemain hingga perlengkapan yang digunakan jajaran ofisial.
“Di tahun ini kami menjalin kerja sama dengan klub Liga 4. Kemarin ada FC Pare, Kediri United, dan juga Mando Putra. Kami membantu penyediaan jersey tim untuk pemain, home-away, serta kebutuhan ofisial,” ujar Dona kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (15/9/2026).
Menurut Dona, kebutuhan apparel tidak bisa dipandang sebelah mata oleh klub-klub yang berlaga di kompetisi kasta bawah. Jersey merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sebelum tim menjalani pertandingan.
Terlebih, persoalan finansial masih menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah klub Liga Liga 4. Kondisi tersebut dapat berimbas terhadap berbagai kebutuhan operasional tim, termasuk penyediaan perlengkapan pertandingan.
“Banyak tim Liga 4 sebenarnya memiliki pemain-pemain bagus. Hanya saja, kadang support system-nya masih kurang, terutama dari sisi finansial. Padahal jersey itu kebutuhan pokok. Kalau mau main bola tetapi tidak ada jersey-nya, tentu juga tidak bisa,” terang Dona.
Maka dari itu, DWPRO berupaya mengambil bagian melalui kerja sama penyediaan apparel. Dukungan tersebut diharapkan membantu klub tetap menjalankan aktivitas kompetisi sekaligus memberikan ruang bagi pemain untuk berkembang.
Dona melihat kompetisi level Liga 4 memiliki potensi besar sebagai tempat munculnya pemain-pemain berbakat. Tidak menutup kemungkinan, pemain dari kasta tersebut nantinya berkembang dan mendapat kesempatan tampil di level yang lebih tinggi.
“DWPRO ingin membantu agar tim tetap bisa bermain dan berkembang dengan bagus. Harapannya, ke depan juga bisa menghasilkan pemain-pemain yang lebih bagus untuk tingkat nasional,” katanya.
Dalam kerja sama tersebut, DWPRO tidak hanya menawarkan produk jadi. Konsep desain jersey juga menjadi bagian yang diperhatikan agar memiliki karakter sesuai identitas masing-masing klub.
Dona menyontohkan Mandau Putra yang dapat mengangkat unsur identitas daerah dalam desain jerseynya. Begitu pula Kediri United yang bisa memasukkan unsur khas Kota Kediri maupun potensi wisatanya ke dalam rancangan apparel.
“Kalau dari Liga 4, kami lebih banyak menyarankan jersey tim itu menjadi identitas juga. Jadi mereka punya ciri khas. Misalnya Mandau Putra dengan batik dari Kalimantan atau Kediri dengan identitas dan tempat wisatanya. Kami racik menjadi satu dalam desain,” jelasnya.
Baca Juga: Sumsel United Datangkan Striker Nigeria, Kenneth Ngwoke Belum Bisa Debut di Liga 2
Konsep tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan pertandingan. Jersey diharapkan tetap memiliki nilai ketika dikenakan suporter maupun masyarakat di luar stadion.
Oleh sebab itu, apparel bisa menjadi salah satu media untuk memperkenalkan karakter klub sekaligus daerah asalnya. Bagi DWPRO, kerja sama dengan klub kasta bawah juga menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi di ekosistem sepak bola.
Di tengah persaingan industri apparel yang semakin ramai, khususnya di Solo dan sekitarnya, DWPRO memilih memperkuat kualitas serta pelayanan sebagai bagian dari strategi bisnis. Namun, kerja sama dengan klub Liga 4 menunjukkan bahwa ruang pengembangan apparel lokal tidak hanya berada di level kompetisi profesional. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy