RADARSOLO.COM – Persija Jakarta menunjukkan performa impresif pada awal musim Super League 2026/2027. Sejumlah pemain baru yang didatangkan langsung memberikan kontribusi dan membuat kekuatan Macan Kemayoran semakin solid.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Kyohei Yoshino. Pemain asal Jepang tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi yang menarik ketika Persija menghadapi Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027.
Dalam kemenangan 2-1 atas Persib, Yoshino tampil bukan di posisi utamanya sebagai gelandang. Pemain yang didatangkan Persija sebagai stok lini tengah itu justru dipercaya mengisi posisi bek kanan.
Keputusan tersebut terbukti efektif. Selama 56 menit berada di lapangan, Yoshino mampu menjalankan tugas defensif dengan baik. Pergerakan Mariano Peralta dan serangan Persib dari sisi tersebut berhasil diredam.
Kedisiplinan serta kemampuannya membaca arah serangan lawan menjadi modal penting Yoshino. Ia mampu menjalankan peran yang diberikan meski posisi tersebut bukan tempat utamanya.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menjelaskan alasan di balik keputusannya menempatkan Yoshino sebagai bek sayap kanan. Padahal, Persija memiliki beberapa opsi di posisi tersebut, seperti Fajar Fathurrahman dan Rio Fahmi. Kerim Memija bahkan digeser ke posisi bek kiri dalam laga kontra Persib.
Baca Juga: Borneo FC Tak Berdaya, Dewa United Terbang ke Puncak Klasemen Super League
Menurut Shin, Yoshino memiliki kemampuan bermain di sejumlah posisi. Fleksibilitas tersebut membuat tim pelatih tidak ragu menempatkannya di posisi yang berbeda dari peran regulernya.
“Terkait Yoshino (ditempatkan sebagai bek kanan), karena dia memiliki kemampuan bertahan baik sebagai gelandang bertahan, bek tengah, maupun bek sayap,” tutur Shin TaeLeagu dilansir dari laman resmi klub.
“Bagaimanapun juga, Yoshino ditempatkan di posisi bek sayap untuk memberikan rasa aman di lini pertahanan,” lanjutnya.
Menariknya, fleksibilitas Yoshino sudah terlihat sejak pertandingan pekan pertama ketika Persija menghadapi Borneo FC. Saat itu, pemain Jepang tersebut dimainkan sebagai bek sayap kiri untuk menggantikan peran Rio Fahmi.
Artinya, dalam dua pertandingan awal musim, Yoshino telah menunjukkan kemampuannya bermain di beberapa posisi berbeda.
Bagi Persija, pemain dengan kemampuan seperti itu tentu memberikan keuntungan tersendiri. Yoshino bukan hanya menjadi tambahan di lini tengah, tetapi juga dapat menjadi opsi taktis ketika tim membutuhkan perubahan komposisi pemain.
Performa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sejumlah rekrutan baru Persija mulai memberikan warna berbeda pada skuad musim ini. Kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan tim menjadi salah satu faktor yang membuat Macan Kemayoran memiliki banyak opsi dalam meracik komposisi pemain.