RADARSOLO.COM – Karim Benzema memiliki nama besar yang sulit diabaikan. Peraih Ballon d'Or 2022 tersebut kini berusia 38 tahun, tetapi perjalanan panjangnya di level tertinggi sepak bola Eropa membuat namanya tetap menjadi perhatian.
Merantau ke Liga Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir tidak serta-merta membuat Benzema kehilangan sorotan. Bahkan setelah berpisah dengan Al Hilal dan belum memiliki kepastian mengenai klub berikutnya, nama sang striker kembali menjadi pembicaraan di Indonesia.
Penyebabnya tak lain adalah rumor yang mengaitkannya dengan Persib Bandung.
Publik sepak bola Indonesia dibuat penasaran. Apakah kabar tersebut merupakan bagian dari pergerakan nyata di bursa transfer, atau sekadar rumor yang kemudian membesar di media sosial?
Belum ada kepastian mengenai hal tersebut. Namun, jika melihat rekam jejak dan statistiknya, Benzema tetap memiliki catatan yang menarik untuk dibahas.
Terlebih, Persib tidak hanya memiliki ambisi di kompetisi domestik. Maung Bandung juga tengah menjalani perjalanan di pentas internasional melalui AFC Champions League Two atau ACL Two.
Kehadiran pemain dengan pengalaman panjang di kompetisi Eropa tentu secara teoritis dapat memberikan dimensi berbeda. Benzema memiliki pengalaman bermain di level tertinggi bersama Real Madrid, termasuk menghadapi klub-klub elite Eropa selama bertahun-tahun.
Ratusan Gol Bersama Real Madrid
Berdasarkan data Transfermarkt, kontribusi Benzema bersama Real Madrid menjadi bagian terbesar dari perjalanan kariernya di level klub.
Selama memperkuat Los Blancos, Benzema tercatat tampil dalam 648 pertandingan, dengan torehan 354 gol dan 158 assist.
Angka tersebut menunjukkan bukan hanya produktivitas Benzema sebagai pencetak gol, tetapi juga perannya dalam menciptakan peluang dan membantu rekan setim mencetak gol.
Sebelum menjadi bintang di Madrid, Benzema lebih dahulu menimba pengalaman bersama Olympique Lyon. Ia mencatatkan 148 penampilan, 66 gol, dan 25 assist bersama klub Prancis tersebut.
Kariernya kemudian berlanjut ke Arab Saudi. Bersama Al-Ittihad, Benzema mencatatkan 83 pertandingan, 54 gol, dan 17 assist.
Sementara periode singkatnya bersama Al Hilal menghasilkan 10 gol dan lima assist dari 16 pertandingan.
Dengan demikian, dari empat klub senior yang tercantum dalam data Transfermarkt, Benzema memiliki total 895 penampilan, 484 gol, dan 205 assist.
Statistik tersebut tentu menjadi gambaran mengenai produktivitas sang penyerang sepanjang karier klubnya.
Benzema dan Persib, Mungkinkah?
Rumor menuju Persib tetap harus ditempatkan sebagai rumor. Belum ada konfirmasi resmi bahwa manajemen Maung Bandung telah mencapai kesepakatan dengan Benzema.
Namun, jika hanya melihat sisi statistik dan pengalaman, kehadiran Benzema tentu akan menjadi tambahan yang menarik bagi tim yang kini juga berkompetisi di level Asia.
Pengalaman Benzema bersama Real Madrid menjadi nilai tersendiri. Ia tidak hanya memiliki pengalaman mencetak gol, tetapi juga terbiasa bermain dalam pertandingan dengan tekanan tinggi dan menghadapi lawan-lawan berkualitas.
Di level tim nasional, Benzema juga memiliki perjalanan panjang bersama Prancis. Transfermarkt mencatatnya mengoleksi 97 pertandingan dan 37 gol bersama Les Bleus.
Ia juga pernah memperkuat Prancis U-21, U-19, U-18, dan U-17.
Namun, usia 38 tahun serta kondisi kariernya saat ini tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Benzema kini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Al Hilal. Artinya, klub yang ingin mendapatkan jasanya tidak perlu membayar biaya transfer kepada klub sebelumnya. Meski begitu, persoalan gaji, durasi kontrak, bonus, serta kebutuhan finansial lainnya tetap menjadi pertimbangan tersendiri.
Karena itu, rumor Benzema ke Persib memang menarik jika dilihat dari berbagai sisi. Dari rekam jejak, sang pemain jelas memiliki pengalaman dan statistik luar biasa.
Tetapi dari sisi realisasi transfer, semuanya masih menunggu kepastian.
Benzema ke Persib bukan sesuatu yang telah dipastikan, tetapi statistiknya menunjukkan mengapa nama sang striker begitu menarik ketika dikaitkan dengan Maung Bandung.
Editor : Niko auglandy