RADARSOLO.COM – Mantan bomber Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Malut United, David da Silva, membocorkan pandangannya mengenai kekuatan Persija Jakarta. Penyerang Java United FC itu menilai ada perubahan gaya bermain Macan Kemayoran di bawah arahan Shin Tae-yong.
Persija akan menjadi lawan Java United pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9), dengan kickoff pukul 19.00 WIB.
David da Silva menyebut laga tersebut menjadi tantangan besar bagi Java United. Namun, perpindahan venue dari Jakarta ke Bali dinilai bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi timnya.
Persija yang berstatus sebagai tuan rumah tidak bisa mendapatkan dukungan langsung dari Jakmania di stadion. Situasi itu membuat David menilai keuntungan kandang Persija menjadi berkurang.
Usai menjalani latihan di Stadion Samudera Kuta, Jumat (18/9), kaki kanan David terlihat dibalut es. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun, striker asal Brasil itu memastikan dirinya siap tampil menghadapi Persija.
“Tidak ada (masalah). Saya siap, saya akan tampil besok. Tempat ini (Bali) bukan kandang mereka karena mereka harus datang dari jauh. Mereka mungkin kehilangan keuntungan bermain di hadapan para pendukungnya. Namun, pertandingan ini tetap bisa menghasilkan apa saja,” kata David dilansir dari laman resmi I.League.
Selain faktor venue, David juga mencermati perubahan permainan Persija. Setelah menyaksikan rekaman pertandingan Macan Kemayoran melawan Borneo FC dan Persib Bandung, dia melihat adanya pergeseran pendekatan taktik.
Menurut David, Persija sebelumnya lebih banyak mengandalkan kombinasi umpan-umpan pendek. Namun, dalam dua pertandingan terakhir, permainan Persija dinilainya lebih sering diarahkan melalui sektor sayap.
Baca Juga: Update Klasemen Liga 1, Usai Arema FC vs Persik Kediri: Eks Gelandang Persis Solo Sumbang Gol
Perubahan tersebut membuat Java United harus mewaspadai bola-bola silang yang menjadi salah satu opsi serangan Persija.
“Sebelumnya, pelatih mereka lebih banyak memainkan umpan-umpan pendek. Sekarang mereka lebih banyak bermain dari sisi sayap, melakukan crossing, dan lebih banyak mengandalkan bola-bola silang,” jelas David.
Meski demikian, David tidak ingin rekan-rekannya terlalu terpaku pada pemain tertentu dari kubu Persija. Menurut dia, kedalaman skuad Macan Kemayoran membuat siapa pun yang diturunkan tetap berpotensi memberikan ancaman.
Karena itu, David meminta Java United menjaga fokus pada permainan sendiri. Mentalitas dan kepercayaan diri disebut menjadi faktor penting untuk menghadapi tekanan dalam pertandingan tersebut.
“Siapa pun yang bermain bisa memberikan ancaman. Kami harus fokus pada tim sendiri dan memiliki mental yang kuat. Mereka tim yang bagus, tetapi mereka juga harus menghormati kami karena kami memiliki pemain-pemain hebat,” pungkasnya.
Baca Juga: Update Klasemen Liga 1, Usai Arema FC vs Persik Kediri: Eks Gelandang Persis Solo Sumbang Gol
Persija sendiri datang ke pertandingan tersebut dengan modal positif setelah meraih dua kemenangan pada dua laga awal. Sementara bagi Java United, duel di Bali menjadi kesempatan untuk menguji kekuatan mereka menghadapi salah satu tim yang belum terkalahkan di awal kompetisi.
Editor : Niko auglandy