RADARSOLO.COM – Bali United FC kembali mendapat sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Kali ini, Serdadu Tridatu harus menerima dua hukuman sekaligus setelah pertandingan melawan Isenmulang Kalteng FC pada BRI Super League 2026/2027.
Dua keputusan tersebut tercantum dalam hasil sidang Komdis PSSI tertanggal 15 September 2026. Pelanggaran terjadi dalam pertandingan Bali United kontra Isenmulang Kalteng FC pada 12 September 2026.
Sanksi pertama berkaitan dengan perilaku suporter. Pada menit ke-90+1, seorang suporter Bali United yang berada di Tribun Timur melakukan pelemparan satu buah paper roll.
Baca Juga: Jadwal, Klasemen dan Hasil Liga 2 Pekan Kedua: Persikad, Persis Solo, PSIS Semarang Berjuang
Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp30 juta kepada Bali United FC.
Tidak hanya ulah suporter, klub juga mendapat hukuman terkait administrasi ofisial tim. Ofisial Bali United atas nama Hendrickus Gijsbertus Johannes Aben tercatat tidak menggunakan ID Card selama pertandingan.
Komdis PSSI kemudian menjatuhkan denda Rp50 juta kepada Bali United atas pelanggaran tersebut.
Dengan dua keputusan tersebut, total denda yang harus dibayarkan Bali United FC mencapai Rp 80 juta.
Berikut rincian sanksi Komdis PSSI:
1. Pelemparan paper roll
- Kompetisi: BRI Super League 2026/2027
- Pertandingan: Bali United FC vs Isenmulang Kalteng FC
- Tanggal kejadian: 12 September 2026
- Pelanggaran: Pelemparan satu buah paper roll oleh suporter Bali United dari Tribun Timur pada menit ke-90+1.
- Sanksi: Denda Rp30 juta
2. Ofisial tanpa ID Card
- Kompetisi: BRI Super League 2026/2027
- Pertandingan: Bali United FC vs Isenmulang Kalteng FC
- Tanggal kejadian: 12 September 2026
- Pelanggaran: Ofisial Bali United, Hendrickus Gijsbertus Johannes Aben, tidak menggunakan ID Card selama pertandingan.
- Sanksi: Denda Rp 50 juta
Total hukuman finansial Bali United dari dua pelanggaran tersebut mencapai Rp 80 juta.
Editor : Niko auglandy