Jelang Lawan Persis Solo, PSBS Biak dapat Kabar Buruk Lagi, Kali Ini Karena Hal Sepele

Niko auglandy • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 12:10 WIB
Skuad PSBS Biak di Pegadaian Championship 2026/2027. (Dok. I.League)
Skuad PSBS Biak di Pegadaian Championship 2026/2027. (Dok. I.League)

RADARSOLO.COM – PSBS Biak benar-benar menghadapi musim yang penuh tantangan di Pegadaian Championship 2026/2027. Setelah harus membangun komposisi tim dengan keterbatasan, klub berjuluk Badai Pasifik itu kini kembali mendapat persoalan dari sisi disiplin.

Teranyar, PSBS Biak dijatuhi sanksi denda Rp 25 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi tersebut merupakan buntut dari pertandingan melawan Deltras FC di Stadion Sriwedari, Solo, pada 13 September 2026.

Baca Juga: Ini Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Emil Audero hingga Ole Romeny Masuk

Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI tertanggal 15 September 2026, PSBS dinyatakan melakukan pelanggaran karena saat pertandingan tidak didampingi dokter tim.

Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp 25 juta kepada PSBS Biak.

Sanksi ini menambah panjang tantangan yang harus dihadapi PSBS pada musim ini. Sebelumnya, persoalan komposisi pemain sudah menjadi pekerjaan berat bagi klub asal Papua tersebut.

Baca Juga: Jadwal, Klasemen dan Hasil Liga 2 Pekan Kedua: Persikad, Persis Solo, PSIS Semarang Berjuang

PSBS harus membangun skuad dengan materi yang relatif terbatas. Tidak banyak amunisi baru dengan nama besar yang bisa didatangkan. Alhasil, mereka mengandalkan sejumlah pemain lama yang masih bertahan serta mempromosikan pemain Elite Pro Academy (EPA) PSBS untuk memperkuat tim senior.

Bahkan, sejumlah pemain muda harus mendapatkan kesempatan lebih cepat untuk membantu PSBS mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Baca Juga: Jadwal, Klasemen dan Hasil Liga 1 Pekan Ketiga: Madura United Capolista, Persib hingga Persija Tempel Ketat

Keterbatasan tersebut kemudian terlihat pada pertandingan perdana mereka di Stadion Sriwedari. Menghadapi Deltras FC, PSBS harus menelan kekalahan telak 0-5.

Lima gol Deltras menunjukkan perbedaan kualitas kedua tim di atas lapangan. PSBS yang banyak diperkuat pemain muda kesulitan menghadapi permainan Deltras yang memiliki pengalaman dan kedalaman skuad lebih baik.

Kekalahan tersebut menjadi awal yang berat bagi PSBS. Terlebih, Sriwedari menjadi markas mereka pada musim ini setelah adanya perubahan venue pertandingan kandang.

Kini, selain harus melakukan evaluasi teknis dan meningkatkan kemampuan para pemain muda, PSBS juga harus memperhatikan aspek administratif dan disiplin pertandingan.

Sanksi Rp 25 juta dari Komdis PSSI menjadi pengingat bahwa dalam kompetisi profesional, kesiapan tim bukan hanya soal kualitas pemain di lapangan.

Kelengkapan perangkat pendukung, termasuk dokter tim, juga menjadi bagian penting yang harus dipenuhi klub.

Editor : Niko auglandy
Badai Pasifik PSBS liga 2