RADARSOLO.COM – Akademi Persis Solo mulai menatap kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Tier I 2026/2027 dengan tantangan berbeda. Persis U-20 harus membangun kembali komposisi tim setelah mengalami perubahan besar dibandingkan musim sebelumnya.
Direktur Teknik Akademi Persis Solo Rasiman menyebut, hampir seluruh pemain Persis U-20 mengalami pergantian. Kondisi tersebut tidak lepas dari faktor regulasi usia serta berakhirnya masa kontrak sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi bagian skuad.
Perubahan komposisi itu membuat Persis U-20 membutuhkan regenerasi cukup besar. Akademi Persis pun memilih memanfaatkan pemain dari kelompok usia di bawahnya untuk mengisi kebutuhan skuad U-20 musim ini.
“Melihat kondisi itu, akhirnya Persis U20 akan banyak diisi oleh pemain U-18 kita. Jadi mereka akan mendapat kesempatan untuk naik level dan merasakan persaingan di kelompok usia yang lebih tinggi,” kata Rasiman dikutip Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi klub, Selasa (22/9/2026).
Keputusan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi para pemain Persis U-18. Mereka tidak hanya dituntut mampu beradaptasi dengan tuntutan permainan di U-20, tetapi juga harus siap menghadapi lawan-lawan dengan karakter dan pengalaman berbeda.
Bagi Akademi Persis, perpindahan pemain antarkelompok usia menjadi bagian dari proses regenerasi. Pemain yang sebelumnya tampil bersama U-18 kini memiliki kesempatan menunjukkan perkembangan ketika mendapat tanggung jawab lebih besar di kelompok U-20.
Rasiman mengatakan perubahan terbesar memang terjadi di Persis U20. Sementara itu, komposisi Persis U18 relatif tidak mengalami banyak perubahan sehingga tim tersebut memiliki fondasi skuad yang lebih stabil untuk menghadapi kompetisi musim ini.
“Kami melihat U-18 tidak banyak perubahan dalam komposisi pemain. Jadi, untuk U-20 memang perubahan pemainnya cukup banyak karena faktor usia dan kontrak. Itu yang kemudian membuat kami harus mengambil pemain dari U-18,” jelasnya.
Baca Juga: Borong Empat Gol, Henry Doumbia Tak Terbuai: Tiga Poin Persis Solo Lebih Penting
Kondisi berbeda terlihat pada Persis U-16. Rasiman menilai progres tim tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Salah satu indikatornya terlihat dari penampilan Persis U-16 saat tampil di Piala Soeratin Jawa Tengah.
Performa tersebut menjadi modal bagi Persis U-16 untuk melanjutkan proses pembinaan. Akademi Persis kini memiliki tiga kelompok usia dengan dinamika berbeda, tetapi tetap berada dalam jalur pembinaan yang saling terhubung.
Di sisi lain, perubahan besar di Persis U-20 menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk mempercepat proses adaptasi. Mereka mendapat ruang untuk membuktikan kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.
Rasiman berharap kesempatan tersebut tidak disia-siakan para pemain. Menurutnya, kompetisi EPA Tier I harus dimanfaatkan sebagai ruang bagi pemain untuk berkembang dan mempersiapkan diri menuju level sepak bola berikutnya.
“Harapan saya mudah-mudahan pemain bisa memanfaatkan kesempatan itu, menyiapkan diri sebaik-baiknya di dalam kompetisi. Saya lihat selama latihan mereka sudah cukup kerja keras untuk ke arah sana,” pungkas Rasiman. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy