Akademi Persis Solo Waspadai Persib Bandung dan Borneo FC di EPA Super League 2026/2027

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:38 WIB
Kiper Persis Solo Youth saat menjalani latihan rutin. (Tim Media Persis Solo)
Kiper Persis Solo Youth saat menjalani latihan rutin. (Tim Media Persis Solo)

RADARSOLO.COM – Akademi Persis Solo bersiap menghadapi persaingan Elite Pro Academy (EPA) Super League 2026/2027 yang segera dimulai. Persiapan panjang sejak tahun lalu menjadi modal Sambernyawa Muda untuk menghadapi kompetisi yang mempertemukan sejumlah akademi dengan tradisi pembinaan pemain muda.

Persis U-20, U-18, dan U-16 akan menjadi wakil Akademi Persis pada EPA musim ini. Ketiga kelompok usia tersebut telah menjalani proses latihan secara berkelanjutan dalam dua tahun terakhir sebagai bagian dari program pembinaan akademi.

Direktur Teknik Akademi Persis Solo Rasiman mengatakan, persiapan panjang membuat tim memiliki pondasi yang cukup untuk menghadapi kompetisi. Akademi Persis tidak membangun skuad dari awal ketika EPA musim baru akan bergulir.

“Jadi jelas, kita bukan brand new team, tapi tim yang memang kita prepare dari tahun lalu. Awalnya saya tidak cukup optimis ya waktu rekrutmen tahun lalu. Tapi Alhamdulillah setelah setahun latihan, saya punya feeling bahwa semua tim kami akan siap,” kata Rasiman dikutip Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi klub, Senin (21/9).

Baca Juga: Update Bursa Transfer Persija Jakarta di Liga 1: Shin Tae Yong Gabung, Rombongan Besar Ditempa di Persis

Persiapan tersebut bakal mendapat ujian ketika Persis masuk ke Grup B. Sambernyawa Muda harus bersaing dengan PSIM Jogja, PSIS Semarang, Persib Bandung, Persijap Jepara, Borneo FC, Arema FC, serta Garuda United U-18.

Rasiman menilai komposisi grup membuat persaingan musim ini cukup menarik. Setiap tim membawa karakter pembinaan masing-masing sehingga Persis harus mampu menerjemahkan hasil latihan ke dalam pertandingan kompetitif.

Khusus di kelompok U-18, Rasiman memberi perhatian terhadap Garuda United. Menurutnya, keberadaan tim tersebut membuat persaingan semakin menantang karena memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan.

“Ya tentunya kalau kita melihat di U-18, tentunya tim nasional ya, Garuda United, karena tim yang kuat. Dan secara keseluruhan, Persib saya rasa dan Borneo yang memang tiap tahun mereka secara terus-menerus memang melahirkan pemain-pemain dan tim yang bagus,” bebernya.

Persib Bandung dan Borneo FC juga menjadi dua tim yang masuk pantauan Rasiman. Konsistensi kedua akademi dalam melahirkan pemain setiap musim membuat Persis perlu mempersiapkan diri menghadapi lawan dengan sistem pembinaan yang sudah berjalan.

Persaingan tersebut tidak hanya menjadi tantangan untuk mendapatkan hasil pertandingan. Bagi Akademi Persis, laga EPA juga menjadi kesempatan mengukur perkembangan pemain setelah menjalani program latihan secara berkelanjutan.

Sementara itu, kondisi tiap kelompok usia Persis memiliki dinamika berbeda. Persis U-18 relatif tidak mengalami banyak perubahan komposisi pemain sehingga memiliki kesinambungan dalam proses persiapan menuju kompetisi.

Di kelompok U-16, Rasiman melihat perkembangan tim mulai menunjukkan arah positif. Persis U-16 bahkan sempat memperlihatkan performa apik ketika tampil di Piala Soeratin Jawa Tengah, yang menjadi salah satu pengalaman penting sebelum memasuki EPA.

“Kalau U-16, progresnya sudah berangsur baik dan mereka sempat menunjukkan performa yang bagus di Piala Soeratin Jawa Tengah. Saya melihat ada perkembangan dari tim ini dan mudah-mudahan bisa mereka lanjutkan ketika tampil di EPA,” jelas Rasiman.

Baca Juga: Jadwal Grup A, Update Klasemen dan Peta Persaingan Liga 2: Persikad, Semen Padang, PSIS, dan PSPS Bersaing

Rasiman juga bersyukur Persis masih mendapat kepercayaan I-League untuk tampil di EPA Tier I. Kesempatan tersebut dinilai penting bagi pemain karena mereka bisa merasakan persaingan antarakademi sekaligus menguji kemampuan yang diperoleh selama menjalani pembinaan.

Ia berharap seluruh pemain mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kerja keras selama latihan harus dibawa ke pertandingan agar kompetisi tidak sekadar menjadi ajang bertanding, tetapi juga bagian dari proses perkembangan pemain.

“Harapan saya mudah-mudahan pemain bisa memanfaatkan kesempatan itu, menyiapkan diri sebaik-baiknya di dalam kompetisi. Saya lihat selama latihan mereka sudah cukup kerja keras untuk ke arah sana,” pungkasnya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
persib bandung Super League persis solo EPA liga 1