RADARSOLO.COM – Kendal Tornado FC tidak mempermasalahkan laga kandang tanpa penonton saat menghadapi Barito Putera pada pertandingan perdana Championship 2026/2027. Bermain di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (26/9/2026), kondisi tersebut dinilai bukan sesuatu yang baru bagi skuad Laskar Badai Pantura.
Pertandingan di Stadion Sriwedari ini dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Kondisi itu berkaitan dengan status stadion yang sudah berdiri sejak 1932 tersebut sebagai salah satu situs cagar budaya. Penyelenggaraan pertandingan pun harus menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di lokasi tersebut.
Absennya suporter tentu membuat atmosfer pertandingan berbeda. Terlebih, Kendal Tornado berstatus sebagai tuan rumah yang seharusnya mendapat dukungan langsung dari tribun. Namun, situasi tersebut tidak dianggap sebagai kendala besar oleh pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes.
Pelatih asal Surabaya itu justru merasa cukup familiar dengan kondisi pertandingan tanpa penonton. Pengalaman serupa sudah dirasakan Kendal Tornado pada musim sebelumnya sehingga timnya tidak membutuhkan penyesuaian khusus untuk menghadapi suasana stadion yang lebih sepi.
"Kalau tanpa penonton, menurut saya tidak terlalu masalah. Musim lalu kami juga sudah pernah bermain dalam situasi seperti ini, jadi saya sudah cukup terbiasa," kata Stefan Keeltjes, Kamis (24/9/2026).
Menurut Stefan, perbedaan atmosfer memang tetap akan terasa ketika tribun tidak diisi suporter. Namun, kondisi tersebut tidak boleh memengaruhi konsentrasi pemain. Fokus utama tetap berada pada permainan yang harus dijalankan selama 90 menit.
Oleh sebab itu, Stefan meminta para pemain tidak menjadikan absennya penonton sebagai alasan. Kendal Tornado harus tetap mampu menjaga fokus sejak awal pertandingan, termasuk menjalankan rencana permainan yang sudah disiapkan dalam latihan.
Situasi stadion yang lebih sepi juga tidak mengubah tuntutan kepada skuad Laskar Badai Pantura. Mereka tetap dituntut bermain disiplin dan menjaga organisasi permainan ketika menghadapi Barito Putera yang datang sebagai lawan pada laga pembuka musim.
"Kami tetap harus fokus ke pertandingan. Yang penting bagaimana kami menjalankan strategi dan memberikan yang terbaik di lapangan," ujar Stefan.
Di sisi lain, Barito Putera menjadi ujian pertama Kendal Tornado di kandang pada musim 2026/2027. Stefan menilai lawannya masih memiliki sejumlah karakter permainan yang tidak jauh berbeda dibanding musim sebelumnya.
Kehadiran Hendri Susilo di kursi pelatih membuat Barito Putera dinilai tetap mengedepankan organisasi pertahanan. Tim berjuluk Laskar Antasari tersebut juga disebut memiliki kecenderungan memanfaatkan serangan balik untuk membongkar pertahanan lawan.
"Saya pikir Barito tetap diisi dengan muka-muka lama, terus dengan gaya main yang sama. Memang adanya Coach Hendri Susilo, mereka lebih mengedepankan compact defense lalu melakukan counter attack," jelas Stefan.
Karakter tersebut membuat Kendal Tornado harus berhati-hati ketika kehilangan bola. Terlebih, Barito Putera masih memiliki sejumlah pemain yang dinilai mampu mengubah jalannya pertandingan melalui kualitas individu.
Stefan secara khusus menyebut nama Renan Alves dan Bayu Pradana sebagai pemain yang patut mendapat perhatian. Keduanya dianggap memiliki pengalaman dan kualitas untuk menjadi pembeda dalam pertandingan.
"Tapi saya lihat di sana ada pemain-pemain yang biasa menjadi pembeda di pertandingan seperti Renan Alves, dia punya Bayu Pradana. Itu juga yang buat kami bahwa itu juga masih berbahaya sama seperti musim-musim sebelumnya," tutur Stefan.
Dengan kondisi Sriwedari yang tanpa penonton, Kendal Tornado tetap dituntut mampu memaksimalkan status sebagai tuan rumah.
Pengalaman menghadapi laga serupa di musim lalu menjadi modal bagi skuad Stefan untuk tetap tenang, menjaga fokus, dan menjalankan strategi saat menghadapi Barito Putera. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy