RADARSOLO.COM — Kemenangan meyakinkan 2-0 yang diraih Timnas Indonesia atas Singapura pada matchday pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Jumat (25/9/2026) malam WIB, menyisakan kenangan manis nan singkat di papan peringkat dunia.
Alih-alih meroket ke posisi yang lebih tinggi secara permanen, ranking FIFA Skuad Garuda justru mengalami penurunan, meski sempat melesat dua peringkat ke posisi 116.
Sempat Melesat Berkat Tambahan 4,12 Poin
Tampil beringas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Skuad Garuda sukses mendulang dua gol tak berbalas lewat aksi Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13 dan eksekusi penalti dingin Ole Romeny di menit ke-74.
Secara hitungan matematis, kemenangan atas Singapura ini memang memberikan tambahan poin positif.
Timnas Indonesia berhak mendapatkan suntikan 4,12 poin.
Sebelum peluit kick-off berbunyi (berdasarkan rilis resmi FIFA Juli 2026), Indonesia mengantongi 1.157,05 poin.
Baca Juga: Kendal Tornado FC Kembali ke Sriwedari, Barito Putera Jadi Ujian Pertama Laga Home di Liga 2
Dengan tambahan hasil semalam, koleksi poin Garuda otomatis bertambah menjadi 1.161,17 angka.
Sesaat setelah laga usai, live tracking FIFA memang sempat menempatkan Indonesia meroket dua tangga ke urutan 116 dunia, menyalip Sudan, Gambia, dan Namibia.
Namun, posisi manis itu hanya bertahan seumur jagung. Update terbaru ranking FIFA kini Indonesia berada di posisi 119.
Negara Afrika Menang, Bobot Turnamen Jadi Pembeda Utama
Penyebab utama merosotnya posisi Timnas Indonesia ke urutan 119 dunia tidak lepas dari pergerakan agresif negara-negara dari benua Afrika yang juga sedang melakoni agenda internasional.
Di waktu yang berdekatan, Togo sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas Burundi pada Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB.
Baca Juga: Kenal 80 Persen Pemain Persipura, Ricky Nelson Punya Modal Khusus Hadapi Mutiara Hitam
Berbeda dengan Indonesia, kemenangan Togo membuahkan suntikan poin yang sangat masif, yakni 10,72 poin.
Tambahan angka raksasa ini membuat total poin Togo meroket menjadi 1.163,48 angka, sekaligus menggusur posisi Indonesia.
Mengapa poin yang didapat Togo jauh lebih besar? Jawabannya ada pada bobot atau koefisien pertandingan (match weight) yang ditetapkan oleh FIFA.
Laga yang dimainkan Togo merupakan ajang resmi Kualifikasi Piala Afrika (AFCON) 2027, yang secara hierarki memiliki bobot perkalian poin jauh lebih tinggi.
Di sisi lain, turnamen edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 saat ini masih dihitung dengan koefisien setara laga uji coba internasional atau turnamen regional (tier bawah).
Sehingga poin maksimal yang didapat relatif kecil (hanya di kisaran 4 angka).
Ancaman Lanjutan dari Namibia
Tidak hanya digusur oleh Togo, posisi Skuad Garuda di urutan 119 juga belum sepenuhnya aman dan rawan tergelincir lebih dalam.
Timnas Namibia yang sebelumnya berada di bawah Indonesia baru saja mendulang 11,47 poin usai menang 1-0 atas Kongo di ajang kualifikasi yang sama.
Kini Namibia menguntit ketat di posisi 120 dengan 1.160,13 poin, selisih kurang dari dua angka dari Indonesia.
Jika Namibia kembali menang melawan Comoros pada 29 September 2026 mendatang, posisi Garuda akan kembali turun.
Perlu dicatat, pergeseran angka ini masih bersifat sementara (live update).
Induk sepak bola dunia baru akan merilis daftar ranking FIFA secara resmi pada 7 Oktober 2026.
Satu-satunya jalan bagi Timnas Indonesia untuk mengamankan dan mendongkrak kembali peringkatnya adalah dengan menyapu bersih kemenangan di laga krusial kontra rival serumpun, Malaysia, pada 28 September 2026 mendatang.
Editor : Syahaamah Fikria