RADARSOLO.COM – Kendal Tornado FC membawa sejumlah catatan dari hasil imbang kontra Barito Putera menuju pertandingan pekan keempat Pegadaian Championship 2026/2027 melawan Persis Solo. Salah satu pekerjaan rumah utama berada di lini tengah setelah gelandang asal Brasil, Diego Dall’Oca, absen.
Pemilik Kendal Tornado FC, Junianto alias Anto Van Java, menilai absennya Diego membuat keseimbangan permainan timnya sedikit terganggu. Kondisi tersebut terlihat ketika Tornado mendapat tekanan dari Barito Putera, terutama pada babak kedua.
“Catatannya memang kita masih kehilangan Diego Dall’Oca. Kemarin gelandang tengah kita kurang, sehingga di tengah ini tadi kita lihat sendiri agak keteteran,” kata Junianto seusai menyaksikan laga Kendal Tornado kontra Barito Putera di Stadion Sriwedari, Sabtu (26/9).
Kendal Tornado sebenarnya sempat berada dalam posisi unggul dua gol. Namun, Barito mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hingga pertandingan berakhir.
Junianto berharap persoalan di lini tengah tidak kembali terjadi saat menghadapi Persis Solo. Kembalinya pemain yang sebelumnya absen diharapkan membuat Tornado bisa tampil dengan komposisi lebih lengkap.
“Harapan saya, mungkin lawan Persis Solo besok kita bisa full team,” ujarnya.
Selain sektor tengah, Junianto juga mencermati perubahan permainan Barito setelah Rizky Pora masuk sebagai pemain pengganti. Kehadiran pemain senior tersebut dinilai ikut membuat permainan Laskar Antasari lebih berkembang pada paruh kedua.
“Setelah Rizky Pora masuk, permainan Barito di babak kedua jadi semakin bagus. Kita kecolongan di menit-menit akhir,” ungkapnya.
Gol pada penghujung laga menjadi catatan tersendiri bagi Tornado. Junianto mengaku kecewa karena kemenangan yang sudah berada di depan mata akhirnya lepas, meski tetap mengapresiasi perjuangan para pemain.
Kini, Persis Solo menjadi tantangan berikutnya. Tornado sudah menghadapi lawan dengan karakter berbeda pada tiga pertandingan awal kompetisi, yakni Persela Lamongan, Persipura Jayapura, dan Barito Putera.
“Ini game pertama di grup, dan memang tim-tim yang kita hadapi ini awal ini memang lawan-lawan berat. Kemarin Persipura, sekarang Barito dan minggu depan Persis Solo,” jelasnya.
Rangkaian pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Tornado untuk segera membenahi sejumlah kekurangan. Keseimbangan lini tengah dan konsentrasi hingga menit akhir menjadi dua aspek yang perlu mendapat perhatian sebelum bertandang menghadapi Persis.
Junianto berharap kelengkapan skuad dapat memberi lebih banyak pilihan kepada timnya ketika menghadapi tekanan. Apalagi Persis memiliki produktivitas gol cukup tinggi setelah mencetak delapan gol dalam tiga pertandingan awal.
Pertandingan di Stadion Manahan juga memiliki nuansa personal bagi Junianto. Pemilik Kendal Tornado tersebut merupakan orang asli Solo dan memiliki keluarga besar di Kota Bengawan.
“Kalau lawan Persis Solo, saya kebetulan asli Solo. Mas Respati ini cah Solo, keluarga besar saya dari Solo. Jadi kalau secara pribadi saya inginnya Kendal Tornado menang,” tandasnya sembari tertawa.
Junianto memastikan bakal hadir langsung menyaksikan pertandingan tersebut. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan kepada Kendal Tornado saat berupaya memperbaiki penampilan dan meraih hasil positif menghadapi Persis Solo. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy