RADARSOLO.COM – Kabar duka menghampiri dunia sepak bola Indonesia, tak terkecuali penggemar Persis Solo. Mantan pelatih Laskar Sambernyawa pada 2010, Isman Jasulmei, telah berpulang.
Kabar tersebut disampaikan salah satu akun fanbase Persis Solo, @alwayspersis, dan akun resmi Instagram Persija Jakarta pada Selasa (29/9/2026). Isman memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan Persis setelah dipercaya menangani Laskar Sambernyawa di kompetisi Divisi Utama.
“Kabar duka datang dari dunia sepak bola Indonesia. Isman Jasulmei, mantan pelatih Persis Solo, telah berpulang. Isman pernah dipercaya menangani Persis Solo pada 2010, menggantikan Abdul Hafit Djamado di tengah upaya Laskar Sambernyawa menyelamatkan diri dari ancaman degradasi Divisi Utama,” tulis @alwayspersis dikutip Jawa Pos Radar Solo dari Instagram.
Baca Juga: Persijap Jepara Tambah Tujuh Pemain Baru Jelang Penutupan Bursa Transfer Super League
Isman mendapat mandat membenahi Persis untuk menghadapi putaran kedua. Ketika itu, Laskar Sambernyawa telah menjalani 10 pertandingan pada putaran pertama dengan koleksi sembilan poin.
“Saat itu, Persis telah menjalani 10 pertandingan pada putaran pertama dengan koleksi 9 poin, sebelum Isman mendapat mandat untuk membenahi tim menghadapi putaran kedua,” tulis @alwayspersis menambahkan.
Kepercayaan menangani Persis menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang Isman di sepak bola Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 22 Mei 1965, tersebut lebih dulu meniti karier sebagai pemain sebelum beralih ke dunia kepelatihan pada 1998.
Semasa menjadi pemain, Isman pernah memperkuat Arseto Solo FC pada 1986–1987. Setelah itu, dia melanjutkan karier bersama Persija Jakarta hingga 1994. Isman juga memiliki pengalaman memperkuat tim nasional Indonesia, mulai kelompok umur hingga senior.
Baca Juga: Hasil Final Bulutangkis Asian Games 2026: Dramatis! Leo/Daniel Rebut Emas Usai Menang 2-1
Selepas gantung sepatu, Isman menekuni dunia kepelatihan. Dia mengawali karier sebagai pelatih kepala Jakarta University pada 1998. Setahun berselang, Isman menangani Trisakti FC sebelum kemudian melanjutkan kiprahnya di sejumlah klub dan tim daerah.
Persija menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kepelatihan Isman. Dia dipercaya menangani Persija Junior pada Piala Suratin 2000. Setahun berselang, Isman masuk jajaran tim utama sebagai asisten pelatih Sofyan Hadi.
Dalam posisi tersebut, Isman turut menjadi bagian dari Persija ketika meraih gelar Liga Indonesia 2001. Dia kemudian beberapa kali kembali berada di jajaran kepelatihan Macan Kemayoran hingga 2012, termasuk sempat dipercaya sebagai pelatih kepala pada era IPL.
Selain Persis dan Persija, Isman pernah menangani sejumlah klub seperti Indocement-Trisakti FC, Persikad Depok, Perserang Serang, dan PS Sumbawa Barat. Dia juga pernah terlibat dalam pembinaan tim daerah, termasuk Pra-PON Riau U-23 dan Pra-PON DKI Jakarta.
Akun resmi Persija turut mengenang Isman setelah kabar kepergiannya. Klub tersebut menilai Isman sebagai salah satu nama yang menjadi bagian dari perjalanan Macan Kemayoran, terutama saat meraih gelar Liga Indonesia 2001.
“Selamat jalan, Coach Isman Jasulmei. Satu nama yang akan selalu menjadi bagian dari cerita Macan Kemayoran, yang turut berperan penting sebagai asisten pelatih Persija saat menjuarai Liga Indonesia 2001. Terima kasih untuk setiap langkah dan dedikasi yang pernah diberikan untuk Persija,” tulis akun resmi Persija. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy