RADARSOLO.COM – Er Deva Aulia Egon tengah menikmati menit bermain reguler bersama Kendal Tornado FC pada tiga laga pertama Championship 2026/2027. Namun, momentum tersebut harus terhenti sementara ketika kiper muda itu mendapat panggilan Timnas Indonesia U-20 untuk agenda pada 28 September hingga 6 Oktober 2026.
Er Deva selalu mendapat kesempatan tampil dalam tiga pertandingan perdana Kendal Tornado musim ini. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Laskar Badai Pantura memaksimalkan regulasi pemain U-21 dalam kompetisi.
Performa Er Deva sendiri di bawah mistar bisa dibilang cukup solid. Dari tiga penampilannya, kiper tersebut mampu mencatatkan dua clean sheet. Masing-masing ketika Kendal Tornado menghadapi De Reds FC dan Persipura Jayapura.
Situasi tersebut membuat pertandingan melawan Persis Solo seharusnya menjadi momentum menarik bagi Deva. Selain tengah mendapat kepercayaan bermain, ia juga berpeluang berhadapan dengan klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Deva sebelumnya memperkuat Persis U-20 dan berawal dari perjalanan tersebut ia mendapat panggilan Timnas Indonesia U-20. Setelah bergabung dengan Kendal Tornado, kesempatan bermain di level senior membuat kiprahnya kembali menjadi bagian penting dari skuad Laskar Badai Pantura.
Karena itu, duel melawan Persis memiliki nilai tersendiri bagi Deva. Pertandingan tersebut bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan perkembangan setelah meninggalkan tim muda Laskar Sambernyawa. Namun, agenda bersama Timnas U-20 membuat momen tersebut harus tertunda.
Baca Juga: Hasil Akhir DBL Solo 2026, SMA Batik 1 vs MAN 1 Surakarta: Pertandingan Berjalan Sangat Menegangkan
Absennya Deva tentu membuat Kendal Tornado perlu menyiapkan opsi lain di posisi penjaga gawang. Try Hamdani menjadi kandidat yang kemungkinan kembali dipercaya untuk mengawal gawang Kendal saat menghadapi Persis.
Meski begitu, pergantian tersebut tidak dianggap sebagai persoalan oleh pelatih Kendal Tornado Stefan Keeltjes. Menurutnya, keputusan memainkan Deva maupun Try tidak akan mengubah keyakinannya terhadap kualitas penjaga gawang yang dimiliki tim.
“Er Deva itu kita rekrut karena memang mau memaksimalkan posisi pemain regulasi di kiper dan satu pemain lapangan. Jadi, selama Er Deva belum ada panggilan dari tim nasional, kami maksimalkan Er Deva,” ujar Stefan seusai laga melawan Barito Putera, Sabtu (26/9/2026).
Stefan juga sudah memperhitungkan kondisi tersebut. Ketika Er Deva harus bergabung dengan Timnas U-20, kesempatan akan diberikan kepada penjaga gawang lain yang tersedia dalam skuad Kendal Tornado.
“Er Deva habis ini harus kembali ke tim nasional, jadi Tri nanti bisa kembali lagi mengisi. Jadi, kami akan maksimalkan juga dengan dua pemain regulasi di lapangan,” lanjutnya.
Bagi Stefan, kualitas kiper Kendal Tornado tidak hanya bertumpu kepada Deva. Ia menilai setiap penjaga gawang memiliki kemampuan masing-masing dan siap menjalankan tugas ketika mendapat kesempatan bermain.
"Er Deva, Tri, semua adalah kiper-kiper punya kualitas. Menurut saya, siapa pun yang main nggak ada masalah,” tegas Stefan.
Kendal Tornado pun harus menghadapi Persis dengan komposisi penjaga gawang berbeda setelah Deva kembali menjalankan tugas bersama Timnas U-20. Sementara bagi Deva, kesempatan berhadapan dengan mantan klubnya harus menunggu waktu lain, meski tiga penampilan awal bersama Kendal telah memberinya modal untuk terus berkembang di level senior. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy