RADARSOLO.COM — Timnas Brasil sukses memetik kemenangan manis 4-2 saat menantang tuan rumah Australia dalam laga uji coba di Suncorp Stadium, Brisbane, Selasa (29/9/2026) sore WIB.
Pertandingan kedua tim berlangsung sengit, diwarnai hujan enam gol, dua tendangan penalti, hingga insiden keributan antarpemain di babak kedua.
Kemenangan skuad asuhan Carlo Ancelotti ini jadi ajang pembuktian setelah sebelumnya kedua tim hanya bermain imbang 1-1 pada laga uji coba pertama di Townsville, Jumat (25/9/2026) lalu.
Baca Juga: Skenario Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Lawan Bangladesh Saja Tak Cukup
Kali ini, kombinasi pemain muda dan senior yang diturunkan Brasil terbukti lebih mematikan, meski pasukan Socceroos sempat memberikan perlawanan alot dan membalikkan keadaan di pertengahan babak pertama.
Hujan Gol Sejak Menit Awal, Australia Sempat Comeback
Pertandingan baru berjalan 3 menit, Brasil langsung mengejutkan publik tuan rumah.
Lewat skema umpan pendek yang apik, bek sayap Vanderson melepaskan tembakan voli keras menyilang dari dalam kotak penalti yang sukses merobek gawang Australia.
Meski tertinggal cepat, skuad racikan Tony Popovic tidak panik.
Mereka merespons dengan gemilang dan sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-28.
Berawal dari kemelut sepak pojok, Alessandro Circati menyambar bola liar dengan tumitnya.
Para pemain Brasil sempat protes karena menganggap kiper Otavio diganggu, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Hanya berselang lima menit (33'), Australia berbalik memimpin 2-1.
Connor Metcalfe melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti yang meluncur deras tak terbendung ke sisi kanan gawang Brasil.
Namun, keunggulan tuan rumah tak bertahan hingga turun minum.
Pada masa injury time babak pertama (45+1'), Brasil mendapat hadiah penalti setelah Harry Souttar melanggar Danilo di area terlarang.
Baca Juga: Leo/Daniel Ungkap Perasaan Usai Raih Emas Asian Games 2026, Pengakuan yang Bikin Terharu
Raphinha yang maju sebagai algojo sukses menunaikan tugasnya, mengubah skor menjadi 2-2 di akhir babak pertama.
Drama Keributan
Memasuki babak kedua, Raphinha yang mengalami masalah otot terpaksa keluar lapangan.
Carlo Ancelotti menggantinya dengan penyerang muda, Endrick.
Kehadiran Endrick ternyata memicu tensi panas. Pada menit ke-65, keributan antarpemain pecah bermula dari Endrick yang tertimpa badan Souttar.
Saat mencoba bangkit, Endrick mendorong bek Australia tersebut.
Situasi memanas hingga tangan Kusini Yengi tak sengaja mengenai wajah Endrick akibat dorongan dari Matheuzinho.
Beruntung, wasit tidak memberikan kartu merah kepada Yengi.
Setelah tensi mereda, Brasil kembali mengambil alih permainan. Pada menit ke-69, Bruno Guimaraes mencatatkan namanya di papan skor.
Gelandang Arsenal itu dengan tenang menceploskan bola usai menuntaskan kombinasi umpan cantik antara Vinicius Jr dan Endrick.
Brasil kembali unggul 3-2.
Kemenangan Tim Samba akhirnya disegel pada menit ke-80 lewat titik putih kedua mereka di laga ini.
Penalti diberikan setelah pergerakan mematikan Vinicius Jr dijatuhkan oleh Nestory Irankunda di dalam kotak penalti.
Vini yang mengambil alih tugas eksekutor melepaskan tembakan ke arah kanan yang sempat terbaca kiper, namun laju bola terlalu deras.
Skor akhir 4-2 menutup jalannya laga uji coba yang menegangkan di Brisbane ini.
Baca Juga: Drama 5 Set! Timnas Voli Putra Indonesia Kalah 2-3 dari Iran, Set Penentuan Berakhir 15-17
Susunan Pemain Australia vs Brasil
Australia (3-4-2-1): 18-Beach; 3-Circati; 19-Souttar, 25-Herrington; 4-Italiano (6-Geria 81’), 22-Irvine (7-Yazbek 88’), 24-Okon-Engstler (13-O’Neill 81’), 16-Behich; 8-Metcalfe (14-McGree 69’), 17-Irankunda (11-Younis 81’); 26-Yengi (10-Velupillay 88’).
Pelatih: Tony Popovic.
Brasil (4-2-3-1): 12-Otavio; 2-Vanderson (13-Mateuzinho 61’), 24-Jair Paula Cunha (14-Vitor Reis 87’), 3-Gabriel, 16-Junior (15-Dias 87’); 8-Bruno Guimarares (20-Martinelli 83’), 5-Danilo; 26-Rayan (11-Estevao 61’), 25-Gabriel Bontempo (21-Andrey Santos 61’), 7-Vinicius Jr (22-Lino 82’); 10-Raphinha (9-Endrick 46’).
Pelatih: Carlo Ancelotti.
Editor : Syahaamah Fikria