Mengusung misi poin penuh di kandang, Laskar Sambernyawa harus mampu membongkar pertahanan disiplin tim berjuluk Laskar Badai Pantura tersebut.
Pasalnya, Kendal Tornado memiliki catatan impresif dalam tiga laga awal dengan belum menelan kekalahan. Modal tersebut membuat Laskar Badai Pantura percaya diri mencuri poin di hadapan publik Pasoepati.
Kepercayaan itu terlihat sejak pertandingan dimulai. Kendal Tornado tampil nyaman menguasai bola dan beberapa kali melancarkan serangan ke pertahanan Persis.
Baca Juga: Densus 88 Amankan Pemuda Mojosongo, Keluarga Bingung
Tekanan tim tamu bahkan menghasilkan peluang pada menit ke-11. Oliver Leeming gagal melakukan clearance dengan sempurna sehingga bola dapat dimanfaatkan Ousmane Maiket. Beruntung bagi Persis, penyelesaian Ousmane tidak maksimal setelah mendapat blokade dari Pualam Bahari.
Persis mencoba merespons melalui skema bola mati. Pada menit ke-27, Laskar Sambernyawa nyaris membuka keunggulan lewat tendangan bebas Saldi Amiruddin. Namun, peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.
Laskar Badai Pantura kembali mengancam pada menit ke-34 melalui Akbar Firmansyah. Kali ini, Pualam Bahari kembali tampil sigap dengan melakukan blok untuk menggagalkan peluang emas tersebut.
Baca Juga: Hasil Akhir PSBS Biak vs RANS Nusantara FC di Liga 2: Kembali Jadi Korban Pesta Gol
Tiga menit berselang, Persis kembali memperoleh kesempatan. Vico Duarte nyaris mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan setelah menerima umpan silang Terens Puhiri. Sayangnya, arah bola masih melebar dari sisi gawang setelah sundulannya mengenai pemain bertahan Kendal Tornado.
Hingga masa tambahan waktu babak pertama berakhir, kedua tim masih belum mampu memecah kebuntuan. Persis Solo dan Kendal Tornado harus puas memasuki ruang ganti dengan skor sementara 0-0.
Memasuki babak kedua, Persis melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Alkevin Bhagi menggantikan Samuel Balinsa. Pergantian tersebut sempat memberikan dampak instan. Vico Duarte nyaris mencetak gol pada menit ke-51.
Sayang, sundulan pemain asal Brasil tersebut masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan penjaga gawang Kendal Tornado, Try Goentara.
Petaka terjadi pada menit ke-61. Kendal Tornado mendapat hadiah penalti setelah wasit melakukan pengecekan VAR terkait dugaan handsball pemain Persis di dalam kotak penalti.
Patrick Cruz yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakannya mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan sementara Kendal Tornado.
Drama terjadi pada menit ke-71. Kendal Tornado harus bermain dengan 10 pemain setelah Ibnu Hajar mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala Alkevin Bhagi. Kartu kuning kedua yang diterimanya berujung kartu merah sehingga Ibnu terpaksa mengakhiri pertandingan lebih awal. (hj/nik)
Unggul jumlah pemain, Persis mendapat kesempatan emas melalui tendangan bebas di depan kotak penalti. Sayangnya, peluang tersebut gagal dimaksimalkan Vico Duarte yang ditunjuk sebagai eksekutor.
Harapan Persis untuk menyamakan kedudukan kembali muncul pada menit ke-75. Pemain bertahan Kendal Tornado terindikasi melakukan handsball di dalam kotak penalti. Para pemain Laskar Sambernyawa meminta wasit melakukan pengecekan VAR. Namun, wasit memutuskan tidak terjadi handsball dan pertandingan tetap dilanjutkan.
Memasuki menit-menit akhir, Kendal Tornado mampu mempertahankan keunggulannya meski bermain dengan 10 pemain. Justru, Laskar Badai Pantura berhasil menambah keunggulan melalui Ousmane Maiket. Penyerang Kendal tersebut menjadi mimpi buruk Persis di Stadion Manahan setelah mencetak gol penentu kemenangan tim tamu.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Persis Solo tidak mampu mengejar ketertinggalan. Laskar Sambernyawa harus mengakui keunggulan Kendal Tornado dengan skor 0-2 di kandang sendiri. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy