Komentar Ricky Nelson Usai Persis Solo Dipermalukan Kendal Tornado FC di Manahan

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 01:07 WIB
Bek Persis Solo Oliver Leeming dijegal pemain Kendal Tornado FC di Stadion Manahan, Sabtu malam (3/10/2026). (Kumala/Radar Solo)
Bek Persis Solo Oliver Leeming dijegal pemain Kendal Tornado FC di Stadion Manahan, Sabtu malam (3/10/2026). (Kumala/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kekalahan Persis Solo dari Kendal Tornado menyisakan evaluasi besar bagi Laskar Sambernyawa. Bukan hanya karena gagal meraih poin di kandang, tetapi juga menyangkut persoalan daya juang yang dinilai masih kalah dibandingkan tim tamu.

Persis takluk 0-2 dari Kendal Tornado pada pekan keempat Championship 2026/2027 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/10/2026) malam. Hasil tersebut membuat pelatih Ricky Nelson mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan timnya.

“Saya pribadi bertanggung jawab dan meminta maaf atas kekalahan di kandang, sangat memalukan. Namun, ini tanggung jawab saya. Selanjutnya, saya kembalikan kepada manajemen. Apa pun yang terbaik, biar manajemen yang menentukannya,” ujar Ricky setelah pertandingan.

Baca Juga: Update Klasemen Liga 2 Grup Barat Usai PSIS Semarang Vs  Adhyaksa FC Bekasi: Miftahul Hamdi Jadi Penentu Kemen

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa hasil pertandingan akan menjadi bahan evaluasi internal Persis. Namun, Ricky tidak ingin melempar kesalahan kepada pemain setelah Laskar Sambernyawa gagal mengamankan poin di hadapan publik sendiri.

Secara teknis, Ricky menilai persiapan Persis menghadapi pertandingan penting tersebut sudah dilakukan. Hanya, ada aspek mendasar yang menurutnya belum berjalan maksimal ketika berhadapan dengan Kendal Tornado.

“Hal yang paling mendasar adalah pemain kurang punya daya juang (fight) jika dibandingkan dengan Kendal. Artinya, mereka lebih kompak, tim mereka sudah lebih lama,” jelas Ricky.

Baca Juga: Update Klasemen Liga 2 Grup Barat Usai PSMS Medan vs Persikad: Capolista Yang Malah Babak Belur Menyakitkan

Penilaian tersebut tidak terlepas dari kondisi Persis yang masih membangun kembali komposisi dan karakter tim. Ricky menyebut Laskar Sambernyawa masih berproses untuk menemukan kembali semangat juang yang dibutuhkan dalam persaingan musim ini.

“Kita baru membangun kembali semangat juang (fighting spirit) itu. Tapi sudahlah, saya pikir itu kesalahan saya. Jadi, saya tidak mau menyalahkan pemain,” kata Ricky.

Baca Juga: Update Klasemen Asian Games 2026 Sabtu Malam: Indonesia Dapat Berapa Medali? Cek Peringkat Lengkapnya

Ricky menegaskan, para pemain tetap telah berusaha menjalankan instruksi yang diberikan. Hanya, usaha tersebut belum menghasilkan respons permainan seperti yang diharapkan dalam pertandingan melawan Kendal.

“Kita sudah berusaha, tetapi memang hasilnya tidak memuaskan. Itu kesalahan saya, jadi tidak apa-apa,” tegasnya.

Di sisi lain, apa yang menjadi sorotan Ricky justru menjadi kekuatan Kendal Tornado dalam pertandingan tersebut. Pelatih Kendal, Stefan Keeltjes, menilai anak asuhnya mampu mempertahankan intensitas dan mental bertanding hingga pertandingan berakhir.

Stefan bahkan menyebut pengalaman pada pertandingan sebelumnya menghadapi Barito Putera menjadi pelajaran penting. Saat itu, Kendal sempat unggul 2-0 tetapi kehilangan intensitas pressing hingga lawan mampu bangkit.

“Kemarin kita lawan Barito kita punya pelajaran yang sangat berharga. Sudah menang 2-0, tapi kita agak sedikit kendorin pressing akhirnya bisa kebalas. Hari ini mereka buktikan itu bahwa mental mereka luar biasa,” ungkap Stefan.

Baca Juga: Update Klasemen Grup Timur Usai Persis Solo vs Kendal Tornado FC: Lawan 10 Pemain, Tuan Rumah Dibuat Malu

Pelajaran tersebut coba diterapkan ketika menghadapi Persis. Stefan mengapresiasi pemainnya yang tidak mengendur meski pertandingan berjalan ketat dan situasi di lapangan berubah setelah Kendal kehilangan satu pemain.

“Dari babak pertama sampai akhir babak kedua, sampai peluit habis mereka main dengan spartan, nggak kenal menyerah. Saya salut sama pemain-pemain saya,” katanya.

Baca Juga: Hasil Lengkap Liga 2 Hari Ini (3/10): Persis Solo, PSIS Semarang, Persiku Kudus, dan PSBS Biak Beda Nasib

Bagi Stefan, kemenangan di Manahan bukan semata-mata hasil dari permainan selama 90 menit. Ada proses pembelajaran yang berhasil diterapkan pemain dari pertandingan sebelumnya.

Mental tersebut pula yang membuat Kendal tetap mampu menjaga keunggulan ketika berada dalam tekanan. Stefan menilai para pemain menunjukkan respons yang berbeda setelah mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan saat menghadapi Barito.

Di kubu Persis, evaluasi kini menjadi pekerjaan berikutnya. Ricky menyerahkan keputusan mengenai langkah terbaik kepada manajemen, sembari mengakui bahwa dirinya bertanggung jawab atas hasil yang diraih tim.

“Saya tidak mau menyalahkan pemain. Kita sudah berusaha, tetapi memang hasilnya tidak memuaskan,” pungkas Ricky.

Kekalahan dari Kendal menjadi momentum bagi Persis untuk kembali membangun fighting spirit. Terlebih, persaingan Championship 2026/2027 masih panjang dan tuntutan untuk segera menemukan karakter permainan menjadi pekerjaan penting Laskar Sambernyawa.

Editor : Niko auglandy
Kendal Tornado FC persis solo championship liga 2