RADARSOLO.COM – Kekalahan Persis Solo dari Kendal Tornado FC dengan skor 0-2 di Stadion Manahan, Sabtu (3/10) malam, berbuntut panjang. Tak hanya melontarkan kritik seusai pertandingan, Pasoepati berencana meminta audiensi dengan pimpinan dan pemilik Persis untuk mempertanyakan sejumlah kebijakan klub, termasuk proses perekrutan pemain dan pelatih.
Presiden DPP Pasoepati Arif Djodi Purnomo mengatakan, rencana audiensi tersebut telah dibahas bersama sejumlah elemen suporter di Solo. Menurutnya, pertemuan langsung diperlukan agar kritik terhadap kondisi Persis bisa disampaikan kepada pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan.
“Sudah saya bahas dengan semua teman-teman elemen suporter Solo. Bahwasanya, kami ingin melakukan audiensi dengan para pimpinan maupun pemilik (owner) Persis,” kata Arif saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo melalui pesan singkat, Minggu (4/10/2026).
Baca Juga: Persis Solo Kalah di Kandang, Tuntutan Ricky Nelson Out Menguat! Manajemen: Kami Tidak Tutup Telinga
Keinginan menyampaikan aspirasi sebenarnya sudah muncul seusai pertandingan. Namun, suporter memilih tidak langsung menggelar audiensi karena mempertimbangkan situasi Kota Solo yang sedang berlangsung acara keagamaan.
“Sebenarnya, semalam pascapertandingan kami semua sudah ingin menyampaikannya. Namun, kami menghargai bahwa di Solo sedang ada acara keagamaan dan kami juga tidak ingin memperkeruh situasi,” ujarnya.
Aspirasi tersebut kemudian disampaikan melalui Bona untuk mencari waktu yang tepat. Pasoepati berharap audiensi bisa menjadi ruang dialog agar persoalan Persis dibicarakan langsung dengan pihak klub, bukan hanya menjadi kritik dari tribun.
“Kami menyampaikannya melalui Mas Bona, kapan ada audiensi terkait penyampaian kritik kami atas hasil yang diraih Persis saat ini,” lanjut Arif.
Salah satu persoalan yang ingin dipertanyakan adalah proses perekrutan pemain dan pelatih. Arif ingin mengetahui pihak yang membawa mereka ke Persis, termasuk agen yang terlibat dan pihak yang mengambil keputusan dalam proses perekrutan tersebut.
“Kami ingin tahu siapa agen yang membawa pelatih dan pemain, serta siapa yang menunjuk mereka untuk berada di Persis Solo. Jangan selalu menggunakan alasan kapusan brosur (tertipu brosur) teruslah. Ini yang tidak becus antara pemilik atau manajemen sebenarnya,” tegas Arif.
Kritik itu juga dipicu performa Persis saat menghadapi Kendal Tornado FC. Arif menilai permainan Laskar Sambernyawa belum memenuhi harapan.
Persis bahkan dianggap gagal memanfaatkan situasi ketika tim tamu harus bermain dengan 10 pemain pada babak kedua.
“Melihat permainan Persis kemarin, malah jauh lebih enak melihat pertandingan yang disuguhkan oleh tim tarkam,” ujar Arif.
Bagi Pasoepati, persoalan tersebut perlu mendapat penjelasan langsung dari pihak klub. Apalagi, Persis memiliki target kembali ke kasta tertinggi setelah terdegradasi dari Liga 1 musim lalu. Kebijakan manajemen dalam membangun tim pun dinilai perlu dipertanggungjawabkan kepada publik dan suporter.
Melalui audiensi tersebut, Pasoepati ingin menyampaikan kritik sekaligus meminta kejelasan mengenai keputusan yang memengaruhi perjalanan tim. Kini, mereka menunggu kepastian waktu pertemuan agar aspirasi suporter dapat dibahas secara langsung bersama pimpinan maupun pemilik Persis Solo. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy