RADARSOLO.COM – Kendal Tornado FC terus menjaga tren positif di Pegadaian Championship 2026/2027. Laskar Badai Pantura membantai PSBS Biak dengan skor telak 6-0 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (10/10). Kemenangan tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan Kendal hingga pekan kelima sekaligus mempertegas kesulitan PSBS yang belum meraih satu pun poin.
Sebaliknya, PSBS Biak kian terpuruk di dasar klasemen Grup B. Tim berjuluk Badai Pasifik itu telah menelan lima kekalahan beruntun. Mereka juga harus menerima pengurangan empat poin pada awal musim, sehingga kini tercatat mengoleksi minus empat poin.
Catatan PSBS semakin memprihatinkan. Dari lima pertandingan, wakil Papua tersebut baru mampu mencetak satu gol dan sudah kebobolan 29 kali. Kekalahan telak dari Kendal kembali memperlihatkan rapuhnya pertahanan serta kesulitan tim dalam mengimbangi permainan lawan.
Gol cepat Akbar Firmansyah pada menit ketiga menjadi awal dominasi Kendal. PSBS kesulitan keluar dari tekanan, sementara aksi individu pemain tuan rumah membuat upaya menutup ruang di sisi lapangan tidak berjalan efektif.
Baca Juga: Dewa United Bikin Bobotoh Jengkel, Persib Bandung Akhirnya Bangkit dan Selamat dari Kekalahan
Pelatih Kendal Tornado FC Stefan Keeltjes mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu mengamankan tiga poin. Namun, dia menilai kemenangan besar tersebut belum sepenuhnya diiringi ketenangan dalam penyelesaian akhir. Menurut dia, sejumlah peluang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol apabila pemain lebih sabar di depan gawang.
“Memang tadi banyak peluang yang harusnya bisa terjadi gol, tapi anak-anak sedikit terburu-buru untuk bisa mencetak gol banyak. Akhirnya kurang tenang. Itu nanti menjadi bahan perbaikan untuk pertandingan berikutnya supaya lebih baik,” ujar Stefan seusai pertandingan.
Baca Juga: Update Klasemen Usai Persib Bandung vs Dewa United: Tempel Ketat Persija Jakarta di Puncak
Stefan menegaskan, raihan tiga poin tetap menjadi prioritas tim dalam setiap laga. Dia menyebut kemenangan atas PSBS merupakan buah kerja keras seluruh pemain.
“Dari saya sebagai pelatih, tentu senang. Yang penting kita dapat tiga poin dalam setiap match. Kemenangan ini berkat kemurahan Tuhan dan kerja keras pemain-pemain kami,” imbuhnya.
Evaluasi penyelesaian akhir akan menjadi perhatian Kendal untuk pertandingan berikutnya. Meski menang dengan skor mencolok, Stefan ingin anak asuhnya lebih tenang dalam memaksimalkan peluang agar performa tim semakin baik.
PSBS Akui Kalah Kerja Keras dan Kualitas Individu
Di kubu lawan, pelatih PSBS Biak Miskardi mengakui timnya kesulitan menghadapi permainan Kendal. Upaya menutup ruang di sisi lapangan belum cukup untuk meredam serangan tuan rumah. Aksi individu pemain Kendal juga menjadi persoalan yang gagal diantisipasi anak asuhnya.
“Kita sudah berusaha untuk menutup di pinggir, kemudian mereka melakukan aksi individu. Gol pertama itu terlalu cepat sehingga membuat anak-anak menjadi tertekan,” kata Miskardi.
Dia menjelaskan, tim pelatih dan pemain sebenarnya telah berusaha mempersiapkan diri menghadapi Kendal. Namun, hasil di lapangan menunjukkan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Miskardi berharap para pemain tidak larut dalam kekalahan dan menjadikannya bahan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya.
Pengakuan serupa disampaikan pemain PSBS Biak Rahel Aji. Dia menilai timnya masih tertinggal dari Kendal dalam beberapa aspek mendasar, mulai dari kerja keras, mentalitas, hingga kemampuan individu.
“Kita akui Tornado memang kuat di atas kita dan semuanya memang kita kalah soal kerja keras, mentalitas, dan juga skill individu. Yang terpenting, di latihan dan pertandingan ke depan, teman-teman harus berlatih lebih giat lagi dan bekerja keras agar hasil tim bisa lebih baik,” ujar Rahel.
Baca Juga: Hasil Lengkap Pekan Keempat Liga 1: Persija, Bali United, Persib, PSiM dan PSS Sleman Beda Nasib
Miskardi juga menyoroti kelemahan tim dalam duel-duel di area pertahanan, terutama pada posisi bek tengah. Dia berharap PSBS bisa mendapatkan tambahan pemain apabila sanksi larangan mendatangkan pemain yang sedang dihadapi klub sudah tidak berlaku. Menurut dia, pemain baru dibutuhkan untuk menutup kekurangan yang selama ini terlihat.
Keterbatasan personel turut menjadi tantangan bagi PSBS. Miskardi menjelaskan, timnya memiliki 23 pemain, tetapi tiga di antaranya sedang cedera sehingga hanya 17 pemain lapangan yang bisa diandalkan. Kondisi tersebut membuat persiapan menghadapi agenda kompetisi berikutnya, termasuk Elite Cup, tidak mudah.
Sementara itu, Kendal Tornado FC memiliki modal positif untuk menjaga persaingan di papan atas Grup Timur. Rekor tak terkalahkan hingga pekan kelima menjadi bukti konsistensi tim. Meski demikian, Stefan tetap menekankan pentingnya pembenahan penyelesaian akhir dan menjaga kerja sama tim agar tren positif berlanjut.
Kemenangan 6-0 ini menjadi gambaran kontras kedua tim. Kendal terus melaju dengan kepercayaan diri tinggi, sedangkan PSBS harus segera membenahi mentalitas, kualitas duel, dan organisasi pertahanan agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan kompetisi. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy