RADARSOLO.COM – Persaingan papan atas Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027 semakin ketat setelah rangkaian pertandingan pekan kelima berakhir pada Minggu (11/10). Deltras FC masih bertengger di puncak klasemen dengan 13 poin, tetapi Persela Lamongan dan Kendal Tornado FC terus membayangi dengan selisih poin tipis.
Deltras menjaga posisi teratas setelah mengoleksi empat kemenangan dan satu hasil imbang dari lima pertandingan. Mereka telah mencetak 13 gol dan kebobolan empat kali, sehingga memiliki selisih gol plus sembilan.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Tumbangkan PSMS Medan, Ayam Kinantan Gagal Kudeta Puncak Grup A Liga 2
Persela Lamongan menempati peringkat kedua dengan 12 poin. Meski memiliki jumlah kemenangan dan hasil imbang yang sama dengan Deltras, Persela terkena pengurangan satu poin. Menariknya, Persela justru memiliki catatan pertahanan lebih baik dengan baru kebobolan satu gol dalam lima pertandingan.
Di posisi ketiga, Kendal Tornado FC mengoleksi 10 poin setelah membantai PSBS Biak dengan skor 6-0 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (10/10). Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Laskar Badai Pantura menjadi lima pertandingan, dengan catatan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Baca Juga: Ironi Borneo FC: Nyaris Juara Liga 1 Musim Lalu, Kini Tumbang di Markas Java United
Kendal kini mengoleksi 11 gol dan baru kebobolan dua kali. Selisih gol plus sembilan menempatkan mereka sejajar dengan Deltras dalam produktivitas selisih gol, meski masih tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen.
RANS Nusantara FC juga mengoleksi 10 poin dan menempati peringkat keempat. RANS meraih kemenangan 3-1 atas Persipura Jayapura di Stadion Gelora Delta, Jumat (9/10).
Hasil tersebut membuat persaingan di posisi ketiga dan keempat semakin menarik karena kedua tim memiliki jumlah poin sama.
Persis Solo Masih Tertahan
Sementara itu, Persis Solo belum mampu meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir. Menjamu De Red FC di Stadion Manahan, Minggu (11/10), Laskar Sambernyawa harus puas bermain imbang tanpa gol.
Tambahan satu poin membuat Persis mengoleksi lima poin dari lima pertandingan. Persis menempati peringkat keenam, tepat di atas De Red FC yang juga mengumpulkan lima poin, tetapi memiliki selisih gol minus dua.
Hasil imbang tersebut membuat Persis masih harus bekerja keras untuk memperbaiki posisi di klasemen. Dengan persaingan papan atas yang semakin rapat, konsistensi meraih kemenangan menjadi faktor penting bagi tim untuk memangkas jarak dengan kelompok teratas.
Pada pertandingan lainnya, PS Barito Putera mengalahkan Persiba Balikpapan 2-0 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (10/10). Kemenangan itu membawa Barito mengoleksi tujuh poin dan menempati peringkat kelima.
Persela Lamongan dan Deltras FC sendiri bermain imbang 1-1 di Stadion Surajaya, Minggu (11/10). Hasil tersebut membuat Deltras tetap memimpin klasemen, sedangkan Persela harus puas menambah satu poin.
PSBS Biak dan Persiba Masih Terpuruk
Di papan bawah, Persipura Jayapura berada di posisi kedelapan dengan empat poin setelah kalah 1-3 dari RANS Nusantara FC. Persipura telah memainkan lima pertandingan dengan catatan satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan, serta terkena pengurangan satu poin.
Baca Juga: Sempat Tertinggal 13 Poin, SMA Kalam Kudus Sukoharjo Bisa Bangkit dan Rebut Tiket Final DBL Jateng
Persiba Balikpapan dan PSBS Biak masih terpuruk di dua posisi terbawah. Keduanya sama-sama belum meraih poin dari lima pertandingan dan terkena pengurangan empat poin.
Persiba berada di peringkat kesembilan dengan minus empat poin, sedangkan PSBS menempati posisi ke-10 dengan jumlah poin yang sama.
Perbedaan keduanya terlihat pada catatan kebobolan: Persiba sudah kemasukan sembilan gol, sementara PSBS kebobolan 29 kali dan baru mencetak satu gol.
Hasil pekan kelima menegaskan ketatnya persaingan di Grup Timur. Deltras masih memimpin, tetapi Persela, Kendal Tornado, dan RANS Nusantara terus menekan.
Sementara itu, Persis harus segera menemukan konsistensi jika ingin memperbaiki posisi, sedangkan Persiba dan PSBS menghadapi tantangan besar untuk keluar dari dasar klasemen.
Editor : Niko auglandy