Dimitri Lima Kembali Main di Manahan dan Bermain Lawan Persis Solo

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 20:46 WIB
REUNI: Gelandang De Red FC melakukan tendangan ke gawang Persis Solo di Stadon Manahan (11/10). (TIM MEDIA DE RED FC)
REUNI: Gelandang De Red FC melakukan tendangan ke gawang Persis Solo di Stadon Manahan (11/10). (TIM MEDIA DE RED FC)

RADARSOLO.COM – Dimitri Lima Souza kembali ke Stadion Manahan, Solo, dengan seragam berbeda. Kali ini, pemain De Red FC tersebut menghadapi mantan klubnya, Persis Solo, pada pekan kelima Championship 2026/2027, Minggu (11/10). Pertandingan berakhir imbang tanpa gol.

Pelatih De Red FC Aji Santoso menilai, pertemuan dengan Persis menjadi motivasi tersendiri bagi Dimitri. Pemain tersebut sebelumnya memperkuat Laskar Sambernyawa sebelum bergabung dengan De Red FC pada musim ini.

Menurut Aji, Dimitri mampu menunjukkan penampilan yang cukup bagus meski waktu persiapannya bersama tim terbilang singkat. Dia baru bergabung sekitar lima hari sebelum kompetisi dimulai.

"Iya, Dimitri memang ini saya sampaikan, ini menjadikan motivasi buat dia karena sebelumnya dia juga main di tim ini. Alhamdulillah, penampilan Dimitri cukup bagus meskipun memang dia datang terlambat. Lima hari sebelum kompetisi dia baru datang," ujar Aji seusai pertandingan.

Baca Juga: Jadwal BWF Denmark Open 2026, Cek Nama-nama Wakil Indonesia dan Mulai Main Tanggal Berapa?

Di lapangan, Dimitri berusaha membantu De Reds FC membongkar pertahanan mantan timnya. Dia turut merepotkan barisan belakang Persis, meski belum mampu mengantarkan tim tamu mencetak gol di Stadion Manahan.

De Red FC akhirnya harus puas membawa pulang satu poin. Aji mengakui timnya datang dengan target meraih kemenangan, tetapi pertandingan berjalan ketat hingga kedua kesebelasan gagal memecah kebuntuan.

"Pertandingan away mendapatkan nilai satu menurut saya tidak terlalu jelek. Memang target kami di sini bisa mendapatkan poin. Alhamdulillah itu tercapai, meskipun satu," katanya.

Baca Juga: Update Klasemen Liga 1 Super League Kian Panas: Persija Digdaya 100%, Ada Apa Dengan Persib?

Di luar persaingan kedua tim untuk mencetak gol, pertandingan tersebut juga menyisakan perhatian terhadap kedisiplinan pemain. Aji secara khusus menanggapi insiden yang melibatkan pemain Persis Oktafianus Fernando dan pemain De Red FC Adam Maulana.

Aji mengingatkan bahwa kehadiran video assistant referee (VAR) menuntut pemain lebih berhati-hati dalam bertindak. Menurut dia, tindakan yang mungkin dilakukan secara refleks sekalipun tetap tidak bisa dibenarkan apabila melanggar aturan permainan.

"Ya, mungkin memang sekarang ini kan ada VAR. Jadi, semua pemain harus lebih berhati-hati. Kemungkinan tadi Ofan (sapaan akrab Oktafianus Fernando) juga melakukan refleks, akan tetapi itu tidak boleh. Kan sayang, ada VAR nanti," ujar Aji.

Dia menjelaskan, VAR memungkinkan insiden yang luput dari pengamatan langsung untuk ditinjau kembali. Karena itu, pemain tidak seharusnya menganggap tindakan di lapangan akan selalu terlewat dari perhatian wasit.

Aji mengaku selalu mengingatkan anak asuhnya untuk menjaga prinsip permainan bersih. Menurutnya, bermain dengan keras demi memenangi duel merupakan bagian dari sepak bola, tetapi harus tetap berada dalam batas yang diperbolehkan.

"Saya selalu tekankan kepada pemain saya, harus main bola bersih. Keras tapi bersih. Jadi, enggak boleh melakukan hal-hal itu karena nanti pastinya akan ketahuan," tegasnya.

Baca Juga: Klasemen Liga 2 dan Hasil Lengkap Grup Timur: Deltras, Persis Solo, Persela, dan PSBS Beda Nasib

Aji kemudian menyinggung insiden Oktafianus sebagai contoh pentingnya pemain memahami konsekuensi penggunaan VAR. Dia menilai kejadian seperti itu bisa saja tidak terungkap tanpa bantuan teknologi tersebut, tetapi tayangan ulang membuat tindakan pemain dapat terlihat.

"Seperti Ofan tadi, kalau tidak ada VAR enggak ketahuan, tapi ketika ada VAR kelihatan. Jadi, menurut saya, semua pemain harus lebih hati-hati, harus lebih wise menanggapi dengan adanya VAR ini," lanjut Aji.

Baca Juga: PSPS Pekanbaru Tumbangkan PSMS Medan, Ayam Kinantan Gagal Kudeta Puncak Grup A Liga 2

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa intensitas pertandingan tidak boleh membuat pemain mengabaikan sportivitas. Aji ingin pemain tetap berani berduel dan bermain kompetitif, tetapi tidak melakukan tindakan yang berpotensi merugikan tim.

Sementara itu, bagi Dimitri, laga di Manahan menjadi kesempatan menghadapi klub yang pernah dibelanya sekaligus menunjukkan kontribusi bersama De Red FC. Meski pertandingan berakhir tanpa gol, Aji menilai penampilan pemain tersebut cukup positif di tengah persiapan yang relatif singkat. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
de Red FC persis solo championship liga 2