RADARSOLO.COM – Manajemen Persib Bandung mengecam keras dugaan aksi kekerasan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10). Insiden tersebut dilaporkan mengakibatkan personel mengalami kekerasan fisik, bus rombongan rusak, serta sejumlah koper dan perlengkapan pertandingan diduga hilang.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (12/10), manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menyebut terduga pelaku merupakan oknum yang diduga bagian dari rombongan suporter dan mengenakan atribut klub tertentu. Identitas serta keterlibatan pihak-pihak yang diduga terlibat masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan.
Manajemen Persib menegaskan, tindakan kekerasan tersebut tidak dapat ditoleransi dan tidak memiliki pembenaran dalam bentuk apa pun. Terlebih, insiden itu turut mengancam keselamatan para pemain muda yang tengah menjalani pembinaan dan mempersiapkan masa depan di dunia sepak bola.
Baca Juga: Ricky Nelson Ungkap Alasan Pilih Andy Harjito ketimbang Henry Doumbia, Finishing Persis Jadi Sorotan
Para pemain EPA U-18, menurut manajemen Persib, berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman selama menjalani aktivitas sepak bola. Kekerasan terhadap personel, perusakan kendaraan, maupun dugaan pengambilan barang milik orang lain bukanlah bagian dari rivalitas olahraga.
“Perbedaan dukungan terhadap klub tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi, kekerasan, perusakan, ataupun tindakan yang merugikan pihak lain,” demikian penegasan manajemen Persib dalam pernyataan resminya.
Persib Minta Aparat Usut Tuntas
Menyikapi kejadian tersebut, manajemen Persib mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden di Rest Area Batang. Mereka meminta seluruh pihak yang terlibat diidentifikasi dan setiap orang yang terbukti bersalah ditindak sesuai ketentuan hukum.
Persib berharap penanganan perkara berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta kejadian terungkap serta pihak yang bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Baca Juga: Sebut Diri Cuma Karyawan, Ricky Nelson Disentil Ultras 1923 Usai Persis Solo Gagal Menang dari De Re
Manajemen juga menyatakan telah melaporkan insiden tersebut kepada PSSI sebagai regulator sepak bola nasional dan I.League selaku operator kompetisi. Langkah itu ditempuh agar kejadian tersebut mendapat perhatian dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta regulasi yang berlaku.
Selain itu, Persib terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kondisi personel yang terdampak. Keselamatan seluruh anggota rombongan, termasuk para pemain muda EPA U-18, menjadi perhatian utama klub.
Bobotoh Diimbau Tidak Terpancing Provokasi
Di tengah situasi tersebut, manajemen Persib mengimbau Bobotoh tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Suporter juga diminta tidak melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum.
Manajemen memahami kemarahan dan kekecewaan suporter atas insiden tersebut. Namun, penanganan perkara diminta tetap dipercayakan kepada aparat penegak hukum agar persoalan tidak meluas dan merugikan lebih banyak pihak.
Persib menegaskan rivalitas sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan penghormatan terhadap sesama. Sepak bola semestinya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter, bukan tempat terjadinya kekerasan yang mengancam keselamatan.
Klub juga mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia, mulai dari klub, suporter, penyelenggara kompetisi, hingga aparat penegak hukum, bekerja sama mencegah kejadian serupa terulang.
Baca Juga: Hasil Lengkap Persis Solo vs PSIM Jogja: U-20 Capolista, U-16 Gagal Menang di Derby Mataram EPA
Bagi Persib, keselamatan setiap individu merupakan batas yang tidak boleh dilanggar dalam rivalitas sepak bola, terlebih ketika insiden tersebut turut mengancam pemain muda yang sedang meniti masa depan melalui olahraga.
Editor : Niko auglandy