Komdis PSSI Jatuhkan Denda ke Java United, Persebaya, dan PSM Makassar di EPA 2026/2027

Niko auglandy • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:05 WIB
Logo EPA ONE
Logo EPA ONE

RADARSOLO.COM – Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada ofisial, pelatih, dan tim peserta Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/2027. Ofisial Java United, Achmad Resal Octavian, menjadi salah satu pihak yang mendapat sanksi berulang setelah dinyatakan melanggar larangan memasuki stadion dalam tiga kategori usia berbeda.

Dalam hasil sidang Komdis PSSI pada 8 Oktober 2026, Achmad Resal mendapat teguran keras dan denda Rp 12,5 juta untuk setiap pelanggaran di kompetisi U-16, U-18, dan U-20. Dengan demikian, total denda yang tercatat untuk ofisial Java United tersebut mencapai Rp 37,5 juta.

Baca Juga: Prediksi Skor Persiba Balikpapan vs Kendal Tornado FC, Liga 2: Beruang Madu Berburu Kebangkitan

Selain itu, pelatih Garuda United U-18, Furqon, dijatuhi larangan mendampingi tim selama empat pertandingan dan denda Rp 12,5 juta setelah melakukan tindakan tidak sportif terhadap wasit cadangan. Sementara itu, Persebaya Surabaya U-18 dan U-20 juga menerima denda akibat banyaknya pemain dan ofisial yang mendapat kartu kuning dalam pertandingan.

Ofisial Java United Tiga Kali Melanggar Larangan Masuk Stadion

Berdasarkan keputusan Komdis PSSI, Achmad Resal Octavian dinyatakan tidak mematuhi sanksi larangan memasuki stadion yang sebelumnya telah dijatuhkan kepadanya.

Pelanggaran pertama terjadi dalam pertandingan Java United FC U-16 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-16 pada 4 Oktober 2026. Achmad disebut memasuki ruang ganti Java United U-16 dan berada di area pinggir lapangan saat pertandingan dimulai.

Baca Juga: Klasemen dan Jadwal Liga 1, 16–18 Oktober: Persib, Persija, PSIM, PSS, dan Persik dapat Lawan Berat

Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan teguran keras dan denda Rp 12,5 juta.

Pelanggaran serupa kembali tercatat dalam pertandingan Java United FC U-18 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-18 pada 4 Oktober 2026. Kali ini, Achmad dinyatakan memasuki area lapangan pertandingan. Ia kembali mendapat teguran keras dan denda Rp 12,5 juta.

Sementara itu, pada kompetisi EPA ONE U-20, Achmad juga dinyatakan berada di area lapangan saat pertandingan Java United FC U-20 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 pada 3 Oktober 2026.

Komdis PSSI kembali menjatuhkan teguran keras dan denda Rp 12,5 juta. Secara keseluruhan, tiga keputusan tersebut menghasilkan denda Rp 37,5 juta bagi ofisial Java United itu.

Pelatih Garuda United U-18 Dilarang Mendampingi Empat Laga

Sanksi lain dijatuhkan kepada Furqon, pelatih Garuda United U-18. Dalam pertandingan melawan Borneo FC Samarinda U-18 pada 3 Oktober 2026, Furqon dinyatakan melakukan tindakan tidak sportif terhadap perangkat pertandingan dengan menarik dan mendorong wasit cadangan.

Komdis PSSI menjatuhkan larangan mendampingi Garuda United U-18 selama empat pertandingan. Furqon juga dikenai denda Rp 12,5 juta.

Keputusan tersebut menjadi sanksi disiplin terhadap tindakan yang dinilai melanggar sportivitas dan menghormati perangkat pertandingan.

Persebaya U-18 dan U-20 Didenda

Persebaya Surabaya juga masuk dalam daftar klub yang menerima sanksi pada sidang 8 Oktober 2026.

Tim Persebaya Surabaya U-18 didenda Rp 15 juta setelah enam pemainnya mendapat kartu kuning dalam pertandingan melawan PSS Sleman U-18 pada 3 Oktober 2026.

Baca Juga: Update Pemain Baru Persipa Pati di Liga 3: Persika Karanganyar Wajib Waspada, Eks Timnas U17 Merapat

Sanksi serupa dijatuhkan kepada tim Persebaya Surabaya U-20. Dalam pertandingan melawan PSS Sleman U-20 pada tanggal yang sama, empat pemain dan satu ofisial Persebaya menerima kartu kuning. Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp 12,5 juta atas pelanggaran tersebut.

Dengan demikian, total denda yang dijatuhkan kepada kedua tim Persebaya mencapai Rp 27,5 juta.

Pemain PSM Makassar U-18 Kena Skorsing Tambahan

Komdis PSSI turut menjatuhkan sanksi kepada Michelangelo Emmanuel Jones Kaudis, pemain PSM Makassar U-18.

Dalam pertandingan melawan Persik Kediri U-18 pada 4 Oktober 2026, Michelangelo dinyatakan sengaja menghalangi peluang mencetak gol dengan menggunakan tangan di luar kotak penalti hingga menerima kartu merah langsung.

Atas pelanggaran tersebut, ia mendapat tambahan larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp 10 juta.

Rangkaian keputusan ini menunjukkan bahwa penegakan disiplin di EPA ONE 2026/2027 mencakup kepatuhan terhadap sanksi sebelumnya, perilaku ofisial terhadap perangkat pertandingan, hingga pelanggaran yang terjadi selama pertandingan.

 

Editor : Niko auglandy
garuda united psm makassar persebaya sanksi