Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Diresmikan Bupati Etik Suryani, Graha Pustaka Sukoharjo Catat Lonjakan Pengunjung Tiga Kali Lipat

Iwan Kawul • Selasa, 31 Maret 2026 | 18:21 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani meresmikan gedung perpustakaan baru Graha Pustaka, Selasa (31/3/2026). Tempat ini tidak pernah sepi berbagai aktivitas produktif. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)Bupati Sukoharjo Etik Suryani meresmikan gedung perpustakaan baru Graha Pustaka, Selasa (31/3/2026). Tempat ini tidak pernah sepi berbagai aktivitas produktif. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

 RADARSOLO.COM– Di tengah gempuran era digital yang kerap dianggap menggeser peran perpustakaan konvensional, Pemkab Sukoharjo justru berhasil membuktikan hal sebaliknya.

Kehadiran Graha Pustaka, sebuah gedung perpustakaan baru yang resmi diresmikan pada Selasa (31/3/2026), langsung mencatatkan lonjakan jumlah pengunjung yang sangat signifikan.

Sejak mulai beroperasi secara prapeluncuran pada awal tahun ini, ruang-ruang di Graha Pustaka tidak pernah sepi, melainkan terus dipenuhi oleh berbagai aktivitas produktif.

Baca Juga: Sukoharjo Jadi Ruang Inspirasi, Perupa Hadirkan Narasi Artistik Bumi Makmur Via Pameran Lukisan

Pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum tampak antusias memanfaatkan fasilitas yang kini tak lagi sekadar deretan rak buku, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang belajar modern yang hidup dan interaktif.

Kucuran Dana Alokasi Khusus Belasan Miliar

Pembangunan gedung megah Graha Pustaka ini sejatinya merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Sukoharjo dalam memperkuat literasi daerah.

Proyek strategis tersebut didukung penuh oleh kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang mencapai nilai total Rp10,55 miliar.

Dari total pagu anggaran tersebut, dana senilai Rp8,45 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan fisik gedung layanan, pengadaan fasilitas penunjang, hingga melengkapi koleksi pustaka baik dalam bentuk cetak maupun digital.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2026 ini Sukoharjo juga kembali memperoleh tambahan DAK nonfisik sebesar Rp500 juta yang secara spesifik ditujukan untuk mendukung berbagai program literasi berkelanjutan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Mega Proyek Masjid Kartasura Segera Dimulai, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Cek Lokasi Eks Terminal

Investasi Jangka Panjang SDM

Menanggapi kesuksesan tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menegaskan bahwa pembangunan Graha Pustaka tidak boleh hanya dipandang sebagai proyek pendirian fisik semata, melainkan wujud nyata investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya.

Ia meyakini bahwa perpustakaan masa kini harus menjadi ruang tumbuh bersama bagi masyarakat untuk terus belajar, berinovasi, dan menjalin kolaborasi.

Etik juga merespons dengan santai sejumlah kritik yang sempat mengemuka di media sosial terkait relevansi pembangunan fisik perpustakaan di tengah gempuran era digital.

Baca Juga: Buka Musrenbang RKPD 2027, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ingatkan Tantangan Turunnya Dana Transfer Pusat

Menurutnya, justru di tengah derasnya arus informasi seperti saat ini, kehadiran ruang literasi fisik menjadi instrumen yang semakin esensial untuk membangun budaya membaca yang terarah dan kuat, terutama bagi pembentukan karakter generasi muda.

Indeks Literasi Lampaui Rata-Rata Nasional

Keyakinan sang bupati juga diperkuat oleh deretan statistik membanggakan yang dikantongi oleh Pemkab Sukoharjo.

Saat ini, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Sukoharjo tercatat mencapai angka 23,80. Torehan ini terpaut jauh melampaui rata-rata nasional yang hanya bertengger di angka 10,37.

Sementara itu, tingkat kegemaran membaca masyarakat Sukoharjo juga berada di angka 58,43, sedikit di atas rata-rata nasional sebesar 54,8. Meski capaian tersebut sudah sangat positif, pemerintah daerah menilai angka-angka tersebut masih perlu terus ditingkatkan secara konsisten.

Lonjakan Pengunjung hingga Tiga Kali Lipat

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Luncurkan Z-Mart, 40 Warung Mustahik Didorong Naik Kelas

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sukoharjo Iwan Setiyono menjelaskan, konsep Graha Pustaka memang sengaja dirancang secara adaptif untuk mengikuti kebutuhan dan dinamika zaman.

Perpustakaan ini tidak sekadar menyajikan ribuan koleksi buku, tetapi juga berinovasi dengan menghadirkan ruang audiovisual, ruang diskusi yang representatif, hingga ruang kreatif yang sangat mendukung pengembangan keterampilan para pengunjungnya.

Ia menyebut fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk aktif berdiskusi dan mengasah soft skill mereka.

Dampak positif dari kehadiran fasilitas modern ini pun langsung terasa nyata.

Baca Juga: Bupati Etik Suryani dan Forkompimda Sukoharjo Bagi 1.000 Nasi Kotak di Simpang Pandawa Solobaru

Iwan membeberkan bahwa rata-rata jumlah kunjungan harian terpantau melonjak drastis, dari yang sebelumnya hanya berkisar 73 orang per hari pada tahun 2025, kini melesat menjadi sekitar 250 orang per hari atau melonjak lebih dari tiga kali lipat.

Mayoritas pengunjung harian tersebut didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Ke depannya, Dispusip Sukoharjo berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai instansi guna mengukuhkan posisi Graha Pustaka sebagai ikon baru wisata literasi yang membanggakan di Kabupaten Sukoharjo. (kwl)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#graha pustaka #literasi #pengunjung #peresmian #Bupati Sukoharjo Etik Suryani